Skip to content

TANAH BANGKALA’E

                                                       Sejarah Tanah Bone

 

Tanah Bangkala’E

Sejarah mencatat bahwa Bone merupakan salah satu kerajaan besar di nusantara pada masa lalu. Kerajaan Bone yang dalam catatan sejarah didirikan oleh ManurungngE Rimatajang pada tahun 1330, mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Latenritatta Towappatunru Daeng Serang Datu Mario Riwawo Aru Palakka Malampee Gemmekna Petta Torisompae Matinroe ri Bontoala, pertengahan abad ke-17 (A. Sultan Kasim,2002). Kebesaran kerajaan Bone tersebut dapat memberi pelajaran dan hikmah yang memadai bagi masyarakat Bone saat ini dalam rangka menjawab dinamika pembangunan dan perubahan-perubahan sosial, perubahan ekonomi, pergeseran budaya serta dalam menghadapi kecenderungan yang bersifat global.

Belajar dan mengambil hikmah dari sejarah kerajaan Bone pada masa lalu minimal terdapat tiga hal yang bersifat mendasar untuk diaktualisasikan dan dihidupkan kembali karena memiliki persesuaian dengan kebutuhan masyarakat Bone dalam upaya menata kehidupan kearah yang lebih baik.
Ketiga hal yang dimaksud adalah :

Pertama
, pelajaran dan hikmah dalam bidang politik dan tata pemerintahan. Dalam hubungannya dengan bidang ini, sistem kerajaan Bone pada masa lalu sangat menjunjung tinggi kedaulatan rakyat atau dalam terminology politik modern dikenal dengan istilah demokrasi. Ini dibuktikan dengan penerapan representasi kepentingan rakyat melalui lembaga perwakilan mereka di dalam dewan adat yang disebut “ade pitue”, yaitu tujuh orang pejabat adat yang bertindak sebagai penasehat raja. Segala sesuatu yang terjadi dalam kerajaan dimusyawarahkan oleh ade pitue dan hasil keputusan musyawarah disampaikan kepada raja untuk dilaksanakan.

Selain itu di dalam penyelanggaraan pemerintahan sangat mengedepankan azas kemanusiaan dan musyawarah. Prinsip ini berasal dari pesan Kajaolaliddong seorang cerdik cendikia Bone yang hidup pada tahun 1507-1586 yang pernah disampaikan kepada Raja Bone seperti yang dikemukakan oleh Wiwiek P . Yoesoep (1982 : 10) bahwa terdapat empat faktor yang membesarkan kerajaan yaitu:

  1. Seuwani, Temmatinroi matanna Arung MangkauE mitai munrinna gauE (Mata Raja tak terpejam memikirkan akibat segala perbuatan).
  2. Maduanna, Maccapi Arung MangkauE duppai ada’ (Raja harus pintar menjawab kata-kata).
  3. Matellunna, Maccapi Arung MangkauE mpinru ada’ (Raja harus pintar membuat kata-kata atau jawaban).
  4. Maeppa’na, Tettakalupai surona mpawa ada tongeng (Duta tidak lupa menyampaikan kata-kata yang benar).

Pesan Kajaolaliddong ini antara lain dapat diinterpretasikan ke dalam pemaknaan yang mendalam bagi seorang raja betapa pentingnya perasaan, pikiran dan kehendak rakyat dipahami dan disikapi.

Kedua
, yang menjadi pelajaran dan hikmah dari sejarah Bone terletak pada pandangan yang meletakkan kerjasama dengan daerah lain, dan pendekatan diplomasi sebagai bagian penting dari usaha membangun negeri agar menjadi lebih baik.
Urgensi terhadap pandangan seperti itu tampak jelas ketika kita menelusuri puncak-puncak kejayaan Bone dimasa lalu.

Dan sebagai bentuk monumental dari pandangan ini di kenal dalam sejarah akan perjanjian dan ikrar bersama kerajaan Bone, Wajo dan Soppeng yang melahirkan TELLUM POCCOE atau dengan sebutan lain “LaMumpatue Ri Timurung” yang dimaksudkan sebagai upaya memperkuat posisi kerajaan dalam menghadapi tantangan dari luar.

Kemudian pelajaran dan hikmah yang ketiga dapat dipetik dari sejarah kerajaan Bone adalah warisan budaya kaya dengan pesan. Pesan kemanusiaan yang mencerminkan kecerdasan manusia Bone pada masa lalu.

 

kirab kerajaan Bone

Banyak refrensi yang bisa dipetik dari sari pati ajaran Islam dalam menghadapi kehidupan, dalam menjawab tantangan pembangunan dan dalam menghadapi perubahan-perubahan yang semakin cepat. Namun yang terpenting adalah bahwa semangat religiusitas orang Bone dapat menjawab perkembangan zaman dengan segala bentuk perubahan dan dinamikanya. Demikian halnya (kabupaten Bone) potensi yang besar yang dimiliki, yang dapat dimanfaatkan bagi pembangunan demi kemakmuran rakyat. Potensi itu cukup beragam seperti dalam bidang pertanian, perkebunan, kelautan, pariwisata dan potensi lainnya.

Demikian masyarakatnya dengan berbagai latar belakang pengalaman dan pendidikan dapat dikembangkan dan dimanfaatkan untuk mendorong pelaksanaan pembangunan Bone itu sendiri. Walaupun Bone memiliki warisan sejarah dan budaya yang cukup memadai, potensi sumber daya alam serta dukungan SDM, namun patut digaris bawahi jika saat ini dan untuk perkembangan ke depan Bone akan berhadapan dengan berbagai perubahan dan tantangan pembangunan yang cukup berat. Oleh karena itu diperlukan pemikiran, gagasan dan perencanaan yang tepat dalam mengorganisir warisan sejarah, kekayaan budaya, dan potensi yang dimiliki ke dalam suatu pengelolaan pemerintahan dan pembangunan.

~ oleh Anjaz pada April 23, 2007.

Ditulis dalam

Be the first to like this post.

115 Tanggapan to “Sejarah Tanah Bone”

  1. Sejarahnya Kurang Panjang/Detail Masi Mauka Baca.
    E………. tau tau Habismi

Mhank dibahas juga di dalam September 1, 2007 pada 5:37 pm | Balas

  1. L.S.;

Do you know anything about Haji Andi Baso Hamid,who is the calon-Arumpone of Bone?
I am researcher principalities of Indonesia and contributor to the website Royal Ark on which also the illustratewd dynasty of Bone.

Thank you for your reaction.

Hormat saya:
D.P. Tick(gelar Raja Muda Kuno)
secretary Pusat Dokumentasi Kerajaan2 di Indonesia “Pusaka”
van Bleiswijkstraat 52C
3135 AM Vlaardingen(Z.H.)
the Netherlands
0031-(0)10-4603516.

DP Tick gRMK dibahas juga di dalam September 6, 2007 pada 12:08 pm | Balas

  1. L.S.;

Other info/pictutres about Raja2 Sulsel are very appreciated.

Yours sincerelly:
DP Tick gRMK/Pusaka.

DP Tick gRMK dibahas juga di dalam September 6, 2007 pada 12:12 pm | Balas

  1. mengingat sejarah Bone yg seperti itu, maka kita sbg putra/i Bone tercinta harus bangga dng kota Bone.
    bettul tidak….bettul…..lul….lul…lul…

Adnan @ Makassar< sulsel dibahas juga di dalam Oktober 31, 2007 pada 8:33 am | Balas

  1. ass.wr.wb.
    dengan kerendahan hati izinkan saya, andi baso hamid unruk memperkenalkan diri.
    saya merupakan ketua lembaga adat”Saoraja” bone. saat ini tidak ada lagi calon arungpone, hal ini dikarenakan telah bersat di bawah naungan negara kesatuan RI. namun dalam rangka upaya pelestarian adat, dan nilai-nilai budaya di kabupaten bone maka pemerintah dalam hal ini Pemerintah kabupaten Bone bersama-sama masyarakat membentuk lembaga adat”Saoraja” Bone.

andi baso hamid dibahas juga di dalam Desember 19, 2007 pada 2:19 pm | Balas

  1. dari garis bapak saya merupakan cucu langsung dari raja Bone La Pabbenteng petta lawa sultan muhammad idris (Raja Bone XXXIII anak dari baso pagilingi abdul hamid petta ponggawae kerajaan bone anak dari Lapawawoi Karaeng segeri Raja Bone XXXI).dari garis ibu saya adalah cucu dari Andi baso mandapi Arung Ponceng( Cucu dari La tenri Tappu yang juga seorang raja Bone.

andi baso hamid dibahas juga di dalam Desember 19, 2007 pada 2:23 pm | Balas

  1. saya mau tanya tentang silsilah keluarga raja bone.dimana saya bisa melihat silsilah itu sampai dengan masa sekarang?

fadli dibahas juga di dalam Januari 14, 2008 pada 8:15 pm | Balas

  1. Beberapa waktu lalu saya bertemu dgn Bapak Andi Mappasissi yang menurut beliau adalah keturunan langsung dari Arung Palakka dan pewaris tahta raja bone, apakah betul?

Irvan MAP dibahas juga di dalam Februari 11, 2008 pada 1:29 am | Balas

  1. Saat ini kita sebagai keturunan Bugis Bone tidak perlu berdebat Siapa yang pantas dan tidak pantas untuk mendapatkan gelar Arung atau Raja Bone, kita hanya harus pertanyakan apa yang kita telah berikan untuk kemajuan BONE…….. saya adalah Cicit dari Andi Marewangeng Pt. Sau yang saat ini makamnya ada di Balocci Kab. Pangkep, cucu dari Andi Borahima Pt. Tampe makamnya ada di Panasakkang Kab. Maros dan anak dari Andi Muhammad Amin Pt. Libu yang berdomisili di Maros. Saya saat ini bertugas di Medan dan sampai saat ini sangat mengharapkan banyaknya tulisan mengenai sejarah Kerajaan Bone dan silsilah kerajaan Bone karena saya termasuk yang sangat kurang mengetahui tentang hal tersebut walaupun telah cukup banyak membaca tentang seluk beluk Raja-raja Bugis khusunya BONE. Mari kita majukan dan lestarikan budaya Kerajaan Bone……

Andi Asdar dibahas juga di dalam Februari 17, 2008 pada 7:57 pm | Balas

  1. Assalammualaikum, Wr. Wb.

Yang terhormat Bapak Andi Baso Hamid

Kalau boleh saya bertanya apakah Bapak Andi Baso Hamid ini adalah kontributor yang membahas mengenai Pusaka Bugis di Majalah Keris?. Jika iya kiranya, saya senang sekali dapat berkenalan melalui forum ini. Berikut silsilah saya adalah keturunan dari: La Tenri Ruwa Arumpone Matinroe Ri Bantaeng, La Maddaremmeng Arumpone Matinroe Ri Bukaka, La Pakokoi To Akoneng Arung Timurung, La Pattau Matanna Tika Arumpone Matinroe Ri Nagauleng, La Temmassonge Arumpone Matinroe Ri Malimongan, La Madussila Datu Tanete Matinroe Ri Dusung, La Sapaile to Agamette Matinroe Ri Maru, La Sameggo Petta Kalebbu, Andi Sailong Arung Tung, Andi Matinio Arung Tung, Andi Djuanna Daeng Maliungan Petta Sullewatang Barroe, Andi Abdul Rivai, Andi Mohammad Irvan Zulfikar. Saya adalah seorang kolektor keris Bugis yang sedang mendalami pengetahuan akan keris Bugis. Ada beberapa peninggalan dari Alm. Petta Sulle yang diturunkan kepada saya. Saya sangat ingin sekali bertemu muka dengan Bapak Andi Baso Hamid dan bertukar pikiran mengenai senjata Bugis kita. Sungguh sangat disayangkan tidak ada literature yang cukup comprehensive membahas mengenai karakteristik keris Bugis. Hal tersebut sangat memotivasi saya untuk membuat artikel atau bahkan sebuah buku yang saya mau dedikasikan untuk Pusaka Bugis. Saya saat ini berdomisili di Jakarta, dan jika Bapak berkenan menjumpai saya maka Insya Allah saya akan datang ke Bone untuk bertemu muka dengan Bapak. Mohon panduannya bagaimana caranya agar saya bisa menghubungi Bapak. Sebelumnya saya ucapkan terima kasih banyak.

Hormat saya

Andi M. Irvan Z.

Andi Mohammad Irvan Zulfikar dibahas juga di dalam Februari 19, 2008 pada 4:07 am | Balas

  1. untuk Andi M. Irvan Z.
    silahkan menghubungi saya.
    saya ardadi sekretaris pribadi andi baso hamid
    wakil bendahara lembaga adat “Saoraja” Bone.
    no. telp : 0411-5733909

ardadi dibahas juga di dalam Februari 24, 2008 pada 2:34 pm | Balas

  1. Terima kasih Bapak Ardadi Insya Allah kita jumpa di Bone.

Andi Mohammad Irvan Zulfikar dibahas juga di dalam Maret 11, 2008 pada 8:03 am | Balas

  1. Saya tertarik dengan lembaga adat “SAORAJA” tsb., apakah yang dimaksud, dan dimana situs web yang dapat diakses untuk info details? Thanks, Sapri, Brisbane, Australia

Sapri Pamulu dibahas juga di dalam Maret 13, 2008 pada 1:49 am | Balas

  1. untu saudaraku sapri pamulu di brisbane.australia.
    perkenalkan nama saya ardadi. wakil bendahara la.Saoraja Bone.
    lembaga ini merupakan lembaga yang didirikan oleh masyarakat bone yang difasilitasi oleh pemkab. bone. fungsi dan tugasnya adalah membantu pemerintah melakukan upaya-upaya pelestarian adat dan budaya lokal. dalam membantu sebagai mitra, kami telah dan sementara melakukan beberapa program diantaranya pendirian perpustakaan budaya, penerbitan buku-buku budaya dalam rangka melestarikan nilai-nilai luhur Bone.
    untuk berkomunikasi dengan pihak kami Bapak bisa mengakses e-mail kami
    http://www.lasaorajabone@gmail
    atau http//lasaorajabone.blogspot.com
    ardadi :0411-5733909

ardadi dibahas juga di dalam Maret 23, 2008 pada 9:54 am | Balas

  1. buat teman teman pengunjung setia blog ini saya sangat berterima kasih atas waktu yang diluangkan untuk berdiskusi di blog ini, saya juga minta maaf karena untuk sementara saya jarang memposting tulisan baru di blog ini karena ada hal lain yang sama pentingnya harus saya selesaikan dulu.
    silahkan mengunjungi juga blog saya yang lain:
    http://politea.wordpress.com

Anjaz dibahas juga di dalam Maret 29, 2008 pada 4:12 pm | Balas

  1. Assalamualaikum..

Dimana Makam H.H. Raja Basik binti Arung To’ Mojong?

Ia merupakan salah seorang kerabat kerajaan Bone yg berkahwin dgn Sultan Muhammad Shah ibni al-Marhum Sultan Ibrahim, Sultan of Selangor 3.

Dimana pula Makam anakanda nye, Y.T.M. Raja Mahmud ibni al-Marhum Sultan Muhammad Shah, Raja Muda (cre. 1857). b. at the Istana, Kuala Selangor, 1844 (s/o Raja Basik).

Kalau saudara tahu secara ringkas cerita dan makam kedua² mereka belah laa email kepada saya..

sekian..

raja azman dibahas juga di dalam Maret 29, 2008 pada 6:48 pm | Balas

    • Assalam mu’alaikum, saya Hj. Yahya dari Singapura ingin informasi mengenai salasilah Arung To’Monjong, yang saya tahu beliau memiliki dua orang anak seorang lelaki bernama Daeng Zakaria(Yahya) dan juga H.H. Tengku Ampuan Basik yang bernikah dengan Sultan Muhammad Selangor.Menurut sejarah lisan Daeng Zakaria mempunyai seorang anak lelaki bernama Daeng Ibrahim yg sekarang bersemadi di tanah perkuburan Asam Kumbang Melaka.Di harap sesiapa mempunyai informasi mengenai keturunan Arung To Monjong dapat sekiranya email kepada saya. Menurut cerita keluarga kami merupakan keturunan beliau.(ybsnta@singnet.com.sg

Haji Yahya Slamat dibahas juga di dalam September 26, 2009 pada 1:40 am | Balas

      • assalamualaikum, saya berminat hendak mengetahui ttg sejarah dan salasilah Arung To’ Mojong Raja bugis…
        sebenarnya baru2 ni ayahanda saya mencari salasilah dan mengatakan kami dari keturunannya Tengku Taulah adik kepada Tengku Ampuan Besik yg berkahwin dgn sultan muhammad selangor ke-3…bole beritahu saya…adakah beliau juga berketurunan syed? wassalam ingin tahu

muhamma amin ahmas shah dibahas juga di dalam Desember 15, 2010 pada 12:48 pm

  1. Dear Reader,

I am looking for the name of one of the daughters of the Sultan of Bone, who reportedly married a Dutch officer of the United East Indies Company (VOC). I know this is a sensitive subject, but as she possibly is my ancestor, I would be very grateful for any information.

Regards,
Hans

Hans de Koning dibahas juga di dalam Maret 31, 2008 pada 12:38 am | Balas

  1. Ofcourse I meant one of the daughters of A Sultan of Bone.

Hans de Koning dibahas juga di dalam Maret 31, 2008 pada 12:39 am | Balas

  1. Saya minta sejarah yang enak dibaca, dan mendidik bukan mengkompori dan kipas-kipas yang dikupas. persoalan 30 tahun di zalimi oleh dinasti gowa koq dibesar-besarkan, dan terkesan melupakan 350 tahun di jajah belanda. Sehingga Pahlawan yang membebaskan yang hanya dizalimi 30tahun mengalahkan sejumlah pahlawan yang memerdekakan setelah dijajah selama 350 tahun. Kasian anak-anak bone generasi kelima dari sekarang, jangan sampe mereka terpeleset dalam pemahaman. Mengira bahwa orang Gowa yang jajah sementara orang belanda teman karena membantu waktu perang kemerdakaan bone Tahun 1660 dari penjajahan belanda yang dipimpin sang pembebas aru palakka.
    Jangan sampe anak generasi ke lima bone menganggap kemerdekaan sesungguhnya adalah ketika tahun 1660 sementara itu setelah 350tahun dijajah belanda dianggap sebagai kerja sama pemerintahan alia tidak dijajah

andi sayang daeng cinta dibahas juga di dalam April 3, 2008 pada 1:47 pm | Balas

  1. Anak bone umur 15tahun berkata :
    Bahwa bangsa bone lebih dulu merdeka dari bangsa indonesia !

Anak Indonesia berkata :
Knapa bisa ???

Anak bone :
Karena bone merdeka tahun 1660 yg diproklamirkan oleh Arupalakka

Anak Indonesia :
Lalu bagaimana dengan sejarah kita dijajah dengan VOC 350 tahun

Anak Bone :
Itukan sejarah bangsa Indonesia, kalo bangsa bone setelah merdeka tahun 1660 tidak dijajah dengan VOC karena kita bangsa bone sudah merdeka saat itu. Makanya di bone satuji pahlawannya yaitu Aru Palakka. Yang lain pahlawan kemerdekaan bangsa indonesia bukan bangsa bone karena lama maki kita merdeka.

Dan Belanda tidak menjajah orang bone tetapi kerja sama mengatur pemerintahan, bantu membantu, kirim mengirim pasukan untuk mengamankan pemerintahan gitu lhoooo.

andi sayang daeng cinta dibahas juga di dalam April 3, 2008 pada 2:05 pm | Balas

  1. Kepada Semua saudaraku di manapun berada.
    Usahlah kita membahasakan mana yang kuat mana yang lemah diantara sekian banyak pahlawan. Yang jelas semua pahlawan itu baik, Hasanuddin, Arung Palakka, diponegoro dlllllllllll………masih buanyak lagi.
    Marilah kita sebagai generasi untuk mengenang semuanya bukanlah untuk dipertentangkan apa yang telah tiada melainkan marilah kita memikirkan eksistensi dan keberadaan kita sekarang ini. Marilah kita menjalin silaturahmi di antara kita semua tanpa memandang suku, bangsa, ras, dan agama. Marilah kita duduk bersanding dan berdiri bersama. Leluhur kita tersenyum bahagia di alamnya apabila melihat anak cucunya saling bergandengantangan dengan siapa saja mahluk ciptaan Ilahi. BUKANKAH REZEKI ITU DARI SESAMA MANUSIA???

gita dibahas juga di dalam April 18, 2008 pada 2:25 pm | Balas

  1. Dear All,

Assalam Mualaikum Wr Wb, nama saya La Palettei D Mamayo Orang tua saya asli Maros, tapi saya lahir di Jakarta, saya sangat sangat tertarik dengan perjalanan sejarah sulawesi selatan terutama Bone dan Maros, tapi saya masih sangat Awam. apakah ada di antara saudara disini yg dapat membantu saya mendapatkan silsilah raja ri Maros. Apakah Andi Baso Hamid di sini anak dari bau Parenrengi…..maaf kalo saya salah.

sebelumnya saya ucapkan banyak2 terimakasih. maafkan kalo ada salah2 kata dari saya.

Wasalam

La Palettei D Mamayo dibahas juga di dalam April 22, 2008 pada 4:28 am | Balas

  1. gue stuju sama elo gita, ngak usah membesar-beasarkan sang jagoan Arupalakka… buat ape, mending elo pade tepuk dada masing-masing.

Andi Daeng dibahas juga di dalam April 24, 2008 pada 8:29 am | Balas

  1. Dear Bpk A.M. Irvan Zulfikar,

Saya ingin bertanya apa hubungan antara Andi Parewangen Petta Sau dengan Andi Sanrima DG Parukka yang pernah menjadi Karaeng Turikale dan siapa nama istri beliau karena ada juga hubungan pertautan hubungan dengan saya apabila Petta Sau yang saya maksudkan yang kebetulan juga bermakam si Balocci – Pernah Tinggal di Bungaejaya

Terima Kasih

Wasalam
A.Baso Makkarodda

A. Baso Makkarodda dibahas juga di dalam April 25, 2008 pada 8:43 am | Balas

  1. Andi, Baso, Karaeng, Datu, King, Queen hanyalah sebuah PEMBERIAN dari orag banyak. Gelar tersebut AWALNYA disematkan kepada mereka yang BERHASIL MELAMPAUI PENCAPAIAN PENDAHULUNYA. RAJA diangkat oleh sekumpulan orang yang setia menjadi pengikutnya untuk memimpin suatu negeri -lihat pinsip-prinsip berdirinya sebuah negara. Jadi sesungguhnya gelar Andi, Baso, Karaeng, Datu, King dan Queen TIDAKLAH KEKAL, SEBAB ORANG BANYAK BISA MENCOPOTNYA SEBAGAIMANA ORANG BANYAK BISA MENGANGKAT SESEORANG YANG BERASAL DARI BUDAK SEKALIPUN. TIDAK PERCAYA?
    Berapa banyak raja yang terpaksa turun tahta karena tidak diakui lagi kepemimpinannya oleh RAKYATNYA.

chenk benk dibahas juga di dalam Mei 3, 2008 pada 12:33 pm | Balas

  1. Waaduuuu….. saya asli orang bone kok malah gak tahu sama sekali sejarah tanah kelahiranku… sudah lama saya cari info tentang sejarah kota bone dan akhirnya dapat meskipun amat-amat singkat tapi gpp lah yang penting di benakku sudah ada gambaran tentang tanah bone ini…… “Taro ada taro gau, sipasseddiki ri tongengnge” Salam saudara2ku tercinta yang ada di bone sana….

sidaus dibahas juga di dalam Mei 7, 2008 pada 11:23 am | Balas

  1. Waaduuuu….. saya asli orang bone kok malah gak tahu sama sekali sejarah tanah kelahiranku… sudah lama saya cari info tentang sejarah kota bone dan akhirnya dapat meskipun amat-amat singkat tapi gpp lah yang penting di benakku sudah ada gambaran tentang tanah bone ini…… “Taro ada taro gau, sipasseddiki ri tongengnge” Salam saudara2ku tercinta yang ada di bone sana….

sidaus dibahas juga di dalam Mei 7, 2008 pada 11:25 am | Balas

  1. Elo Hebat chenk benk, yaa

temen elo dibahas juga di dalam Mei 10, 2008 pada 12:41 pm | Balas

  1. Andi, Baso, Karaeng, Datu, King, Queen hanyalah sebuah PEMBERIAN dari orag banyak. Gelar tersebut AWALNYA disematkan kepada mereka yang BERHASIL MELAMPAUI PENCAPAIAN PENDAHULUNYA. RAJA diangkat oleh sekumpulan orang yang setia menjadi pengikutnya untuk memimpin suatu negeri -lihat pinsip-prinsip berdirinya sebuah negara.

temen elo dibahas juga di dalam Mei 10, 2008 pada 12:42 pm | Balas

  1. Assalamu alaikum,
    I am so sorry, but my Bahasa Indonesia is not up to understanding whether one of the entries after mine of Maret 31, 2008 is a reply to it. Could someone look and translate for me?

Terima kasih banyak,

Wassalam

Hans de Koning

Hans de Koning dibahas juga di dalam Mei 18, 2008 pada 9:59 am | Balas

  1. Kelihatannya sejarah tidak mengklaim penghianat untuk Negara Kesat RI si Daeng Serang tsb alias aru di palakka thn 1667.(Maaf jangan sebut aru palakka karena aru palakka ada beberapa orang silih berganti)
    Kelihatannya sejarah tidak mengklaim penghianat untuk Negara Kesat RI si Daeng Serang tsb, Akan tetapi beliau memang bekerja sama dengan Spellman (belanda), dan kapitan joker dalam memerangi Negara Mataram, Negara Padang dan negara Parahyangan diwaktu lampau.
    Dinegara Gowa emang Daeng Serang punya alasan dan strategi tepat untuk menjalin hubungan dengan Belanda untuk memerdekakan diri, Tetapi tdak dengan Negara Mataram, parahyangan, dan juga padang.
    Ingat Sejarah tidak menyebut daeng serang atau aru palakka (1667)sebagai penghinat RI. Tetapi sejarah hanya menyebutkan bahwa emang blio kerjasama demngan VOC memerangi Parahyangan, Mataram, BANTEN, PADANG dan Gowa.
    Ga ada yg pernah nyebut blio penghianat bagi Negara RI. Tetapi kalo kerja sama emang iyakan ?!?!?.
    Celakanya saja sekarang orang di bone (bukan maksud saya orang bugis)membuat patungnya gede banget, seolah-olah orang bone lebih awal merdeka dari RI. Seolah-olah dijajah belanda 300tahun tidak seberapa pahitnya dibanding dijajah Gowa yang hanya 30tahun saja.
    Apakah setelah bone merdeka dari Gowa Via bantuan belanda negara bone sudah tidur nyenyak??? tidakkan ! lalu koq kenapa terlalu membesar-besarkan sesuatu yang dapat menjadi pemicu gesekan????
    Orang bone kan banyak pahlawan lainnya sperti Arung Labuaja, Latemmasongeng, Arupalakka ke sekekian setelah arupalaka si deang serang.
    Jangan memaksakan sesuatu yang mengesani diri kaum yg exlusive.
    Sudahlah perihal Daeng serang yg penting ngak disebut penghianat Negara RI, dan bliokan cuma disebt kerja sama dgn VOC untuk taklukkan Mataram, Banten, Gowa dan padang. Sekarng yang penting mana loyalitasmu untuk Republik ini. Oke

i_makkulau_dg_sijara dibahas juga di dalam Juni 1, 2008 pada 3:39 pm | Balas

  1. Setahu saya yang memakai gelar Daeng Serang juga banyak . Bukankah Daeng Serang gelaran bangsawan tinggi yang diberikan oleh kerajaan Gowa. Ada Juga yang namanya Andi Djonjo Daeng Serang Karaeng Lembaparang Arung Barru. Dan daeng serang lainnya. Biar tidak sama sebut saja Petta Malampe Gemme’na atau Datu Tungke’na To Ugi. Sebagai warganegara Indonesia yang menjalankan demokrasi sudah sepatutnya saling menghargai. Saya rasa tiap tiap daerah juga ada icon nya masing masing, betul atau tiadk?. Mau bikin patung pahlawannya sebesar apapun seperti statue Liberty juga ngga apa apa kok, asal jangan pakai uang dari hasil mencuri atau korupsi.

Andi M. Irvan Z dibahas juga di dalam Juni 7, 2008 pada 2:24 am | Balas

  1. saya ingin tahu tentang silsilah kerajaan Bone mulai Raja pertama sampai terakhir? Tolong dijawab

ANDI COPPO SAPPEWALI dibahas juga di dalam Juni 30, 2008 pada 7:03 am | Balas

  1. to: ANDI COPPO SAPPEWALI

Silakan kunjungi Mr. Google, dan ketik Akkarungeng ri Bone, Anda akan mendapatkan yang ingin Anda ketahui. Namun harap siap-siap untuk kecewa, karena cerita diawali sebuah mitos

selamat berpetualang.

La Baco dibahas juga di dalam Juni 30, 2008 pada 9:44 am | Balas

  1. to: Andi M. Irvan Z

Apalah arti sebuah nama, begitu kata Skakespeare. Persamaan nama tidak akan menghilangkan kepribadian seseorang. Apalagi, makna pa’daeng’an atau pa’pettaan hanyalah sekadar pemberian dari orang sekelilingnya. Pa’daengan/Pa’pettan biasanya disematkan oleh keluarga besar sebelum disosialisasikan kepada masyarakat luas. Pemberian gelar biasanya menunjuk pada karakter, kebiasaan, differential seseorang. Begitupun Arung, Arung Palakka misalnya, digelari oleh karena diwariskan dari darah ibunya.

Salam,
ATANNA ALLAH TA’AALA

La Baco dibahas juga di dalam Juni 30, 2008 pada 9:51 am | Balas

  1. saya berdarah bone (ibu asli orang desa mallari-awangpone)menurut cerita dari keluarga yang didesa mallari dan maccope,.konon katanya ” lebih tua (kakak = mappadarane’i) yang di awangpone dari raja yang dibone” dan menurut cerita tante2 dan paman2 yang tinggal di desa mallari dan maccope”awangpne” katanya ” akkarungeng(silsilah)raja kami “diturungkan” oleh ADE PITU’E karena kedapatan makan “dipinggir” jalan..heheheheheeeeeee…..apa benar atau tidak wallahu alam bissawab…mohon penjelasannya yang lebih mengetahui cerita ini…

Irfan_AB dibahas juga di dalam Juni 30, 2008 pada 12:46 pm | Balas

  1. saya masih berdarah BONE (AWANGPONE)tapi belakangang ini semangat saya berkobar kalau membaca sejaraha KERAJAAN BONE,..sekedar berbagi cerita…mungkin cuma kebetulan,..pada saat saya kejakarta dalam rangka mengikuti test kerja,..dan sempat tinggal/bekerja di jakarta lalu saya membeli PETA jakarta (kebtlan belum memahami ibukota jakarta)…tapi yang anehnya..secara kebetulan saya kewarnet dan ngeprint patung ARUNG PALAKKA.lalu saya memasang/tempel DIATAS peta ibu kota jakarta….dari sinilah saya selalu mencari info tentang ARUNG_PALAKKA,..dan ternyata ARUNG PALAKKA pernah Kejakarta dan sempat menjadi JAGOAN ditanah BATAVIA…cara kebetulan yang menurut saya ” ANEH” karena saya selalu mencari info tentang ARUNG PALAKKA dan sampai sekarang kujadikan sebagai INSPIRASI…sampai aku menemukan blog ini…SAYA BARU MENYADARI TERNYATA RAJAKU Seorang PETARUNG dan SEORANG RAJA YANG GAGAH dengan TUBUH yg BEROTOK dan Dengan RAMBUTNYA yg PANJANG terurai

Irfan_AB dibahas juga di dalam Juni 30, 2008 pada 1:07 pm | Balas

  1. TO. La Baco

Terima kasih, mungkin lebih tepat surat di atas di tujukan pada I_Makkulau_Daeng_Sijara. Kalau saya Alhamdulillah sudah mengerti sejak lahir mengenai apa yang Kanda Baco terangkan kepada saya. Coba baca lagi keterangan dari teman kita I_Makkulau_Daeng_Sijara. Terima kasih Kanda Baco. Salam sejahtera.

Andi M. Irvan Z dibahas juga di dalam Juli 2, 2008 pada 2:39 am | Balas

  1. ambe ku to ugi.
    indo ku to sunda.

tapi saya bangga dngan suku bgis,

apalagi kalo denger lagu bugis yabe lale.
ehhhhhhhhhhhhhh, rasanya gimana gtu

ALFI MUHAYYAR dibahas juga di dalam Juli 5, 2008 pada 7:46 am | Balas

  1. Saya Asli Bone, tp saya benar2 buta akan sejarah tanah kelahiran
    Alhamdulillah..Akhirx saya menemukanx di forum ini
    dan sejarah2 ini semakin membuat saya bangga sebagai orang
    [ B ] [ O ] [ N ] [ E ]

Ashly dibahas juga di dalam Juli 7, 2008 pada 1:48 pm | Balas

  1. Saya pernah dengar bahwa Islam pertama kali masuk di BONE melalui Tanjung Pallette (Skr Jadi Tempat Wisata No.1 di BONE,Alhamdulillah)
    Apakah Rekan2 sekalian ada yang punya sejarah tentang itu…???????

Jujur, saya jadi penasaran…maklum saya dilahirkan di daerah tsb

Thanks B4

Ashly dibahas juga di dalam Juli 7, 2008 pada 1:54 pm | Balas

  1. Mungkin perlu di bangun suatu diskusi budaya yang terkait perkembangan Kabupaten Bone, dan diharapkan setiap masyarakat yang memiliki pikiran-pikiran baru, dapat disumbangkan kepada pemda bone, sehingga warga bone memberikan sumbangan bagi kemajuan Bone (khususnya di luar Kab Bone domisilinya) di masa mendatang, baik itu fisik, pikiran maupun material, sehingga suatu saat kita kembali ke Kab. Bone tidak hanya mendengarkan ide-ide pemekaran tetapi bagaimana kemiskinan masyarakat kab. bone tidak ada lagi.
    Mungkin perlu kita gali apa-apa saja kearifan lokal yang ada di kabupaten bone yang merupakan modal dasar dalam memerangi kemiskinan yang masih ada di Kabuten bone.

Salam
Bustang A. Mappaseling

bustang A.Mappaseling dibahas juga di dalam Juli 8, 2008 pada 8:12 am | Balas

  1. Assalam Mualaikum Wr Wb, nama saya Eddy Yusup Orang tua ( Ibu )saya asli Makassar, tapi saya lahir pun di makassar, saya sangat sangat tertarik dengan perjalanan sejarah sulawesi selatan terutama Bone , tapi saya masih sangat Awam. apakah ada di antara saudara disini yg dapat membantu saya mendapatkan silsilah raja Bone dan keturunananya. .

sebelumnya saya ucapkan banyak terima kasih .

Salam.

Eddy Y
0818818124 di Banten.

Eddy Y dibahas juga di dalam Juli 11, 2008 pada 9:29 am | Balas

  1. Kebetulan nama saya diambil persis nama kakek saya yang berasal dari Bugis. Ada kebanggaan tersendiri dalam dada saya, mana kala mengetahui hal ini. Kakek saya konon ceritanya berasal dari daerah Salomekko, Bone. Cuma beliau beranak pinak di pulau Sumbawa. Karena beliau menikah dengan seseorang yang keturunan bugis juga yang berasal dari daerah Kajuara. Saya sangat berharap sekali apabila ada yang tau sejarah awal mulanya orang-orang dari bugis hijrah ke pulau sumbawa. Oya saat ini saya berdomisili di Yogya. Bagi yang punya kamus bahasa bugis, boleh lah kiranya kita berbagi …

Barakkasih D Marakka dibahas juga di dalam Agustus 1, 2008 pada 11:11 am | Balas

    • assalamu alaikum,nama saya alviandi bapak saya berasal dri bugis bone,saya syukur alhamdulilla teryata kerajaan bone sangat tekenal di kaltim kususnya daerah balikpapan,di sini orang2 sering sekali menayakan kisah prjalananya bugis bone walaupun saya hanya bisa jawab seadanya aja,tapi mereka senang apalagi temanq yang suku jawa,,..makasi atas semuanya

alviandi dibahas juga di dalam Agustus 13, 2010 pada 3:51 pm | Balas

  1. Assalamu alaikum…
    saya Andi.dulhan,saya adalah cucu dari La Tenri Bali matinroe ritengngana soppeng dan ibu saya adalah keturunan dari Arung Awo,Saya menyarankan agar dewan adat saoraja di tanah Bone menerbitkan sertifikasi dalam hal pemberian gelar Andi dan gelar kebangsawanan laiinya karena saat ini banyak orang mengaku-ngaku sbg arung tp nyatanya bukan dalam hal ini kita sangat perlu mengikuti kemajuan jaman namun tetap mempunyai identitas.

Andi.Dulhan dibahas juga di dalam September 14, 2008 pada 6:56 am | Balas

    • kaya dapat gelar sarjana gitu,..heheeee.boleh222,..:)

petta matinroe ri angakalungunna dibahas juga di dalam Juni 7, 2009 pada 6:41 pm | Balas

  1. Ass.wr.wb. Agatu kareba tau madecengna bone?satu hal yg perlu dipertentangkan mengenai akkarungeng dibone krn memang itu mrpakan ciri,karakter dan sifat yg tertanam dlm hati msg2 warga khususx tau bone..tp bukan jg utk dijadikan suatu alasan bahwa dgn adax gelar bangsawan yg melekat pd diri kt terus dada dibusungkan seakan akan mau ditakuti atau disegani..tp bgmn spy dgn adax gelar yg melekat pd diri kt semakin kt menghormati org yg tdk punx gelar apa2.sy hidup dipapua melihat,bahwa org sini tdk tau apa2 ttg gelar itu tp bgmn org diseputar kt bs menghargai tanpa ada gelar apa2 dan itu mgkin lebih terhormat.(sellek’ku maneng lao ri’idi puangku malebbie ampena)

Hidayat.. dibahas juga di dalam September 16, 2008 pada 4:49 pm | Balas

  1. Ass.wr.wb. Sy keturunan dari gantarang bulukumba yang menurut cerita berasal dari bone. Saya cucu dari mappamadeng daeng malette di gantarang bulukumba, anak dari mapparemma daeng palopo, anak dari mattoreang daeng siampo, anak dari petta cabalu yang konon meninggalkan bone. Petta cabalu sendiri konon saya dengar keturunan dari raja bone yang ke berapa saya lupa2 ingat tapi yang saya ingat yang meninggal d malimongang dan mendapat gelar “matinroe ri malimongang”. Yang saya ingin tanyakan apakah ada informasi tentang silsilah dari mappamadeng dg mallette yang anda ketahui karena menurut cerita keluarga saya lontara dari mappamadeng daeng mallette di bakar sendiri oleh sepupunya sewaktu menjabat karaeng gattareng, dan apa penyebab dari perginya petta cabalu dari bone bersama seluruh keluarga dan pengikutnya?? Satu lagi kalo ada informasi yang anda punya mengenai siapa2 saja yang pernah memerintah d gantarang bulukumba? Karena sepengetahuan saya Lontara yang ada d bone pasti menuliskan siapa2 saja yang memerintah d daerah yang termasuk wilayah bone. Mohon penjelasannya lebih kurangnya mohon maaf dan terima kasih.

salam

Abdillah Gattareng

abdillah gattareng dibahas juga di dalam Oktober 3, 2008 pada 6:45 pm | Balas

  1. knp sejarah arung kajuara g di muat misalnya
    H.andi tappu,arung maccambangge
    dan kisah H.bune daeng mantana

adrian dibahas juga di dalam Oktober 9, 2008 pada 4:06 pm | Balas

  1. tolong dimuat foto ade`pitue n jelaskan nama-nama beliau
    soalnya kami dari keturunan arung kajuara dan ingin tau lebih jelas kisahnya
    dilain hal banyak yg mengaku-ngaku dari keturunan raja kajuara tp belum tau sejarah neneknya (arung-arung)
    tolongdimuat segera….

adrian dibahas juga di dalam Oktober 9, 2008 pada 4:11 pm | Balas

  1. boleh tahu indentitas asli abdillah gattareng?

muhtasyar dibahas juga di dalam November 8, 2008 pada 4:37 pm | Balas

  1. […] Sejarah Tanah Bone […]

Asal mula Daerah ku ces « Fery07041’s Blog dibahas juga di dalam November 17, 2008 pada 5:46 am | Balas

  1. KO` sejarah arung kajuara misalnya H.Bune daeng mantana belum dimuat sampai sekarang..?????

dan kisah arung kajuara petta maccambbangge h.A.Tappu jg belum dimuat..???

kami cucu2nya ingin mengetahui kisah beliau..

tolong dimuat….mohon infonya…

a.adrian bone dibahas juga di dalam November 29, 2008 pada 10:43 am | Balas

  1. sebagai org bone hendakx menghormati leluhur, baik menghargai apa yang mereka tinggalkan maupun dengan membersihkan nmax dari pencitraan2 yang tdk baik bagi leluhur kta. latenritatta merupakan pahlawan nusantara yang telah membebaskan bangsax dri penindasan, patut kta jga nma baikx

andi moehammad satria dibahas juga di dalam Desember 1, 2008 pada 9:09 am | Balas

  1. apakah sejarah arung kajuara sudah ada…????

kami ingin sekali tau…sejarah mereka…

tolong dimuat..

A.adrian dibahas juga di dalam Desember 2, 2008 pada 2:25 pm | Balas

  1. Salam perkenalan buat semua.

Saya berketurunan Bugis dan kini menetap di Malaysia. Menurut almarhum datuk saya (sebelah ayah), keluarga kami berasal dari keluarga diraja Bone. Manakala sebelah ibu pula berasal dari keluarga diraja Bugis Riau. Kami hanya dapat mengesan 9 keturunan dan nama2 terakhir adalah – Petta Moin, Petta Basok, Petta Magawok(ejaan??). Menurut salasilah juga, Petta Basok mempunyai saudara bernama Petta Sulung dan Petta Bampek.

Saya ingin sekali bertemu kenalan baru dan juga ahli keluarga yang telah lama terputus. Diharapkan sesiapa yang mengenali atau dari keturunan tersebut diatas dapat menghubungi saya.

Terima kasih.

Azli Zainal dibahas juga di dalam Desember 17, 2008 pada 5:21 pm | Balas

    • Salam kenal saudaraku Azli Zainal lewat FB, sepertinya kita ini ada hubungan famili untuk lebih jalasnya bisa kita berkenalan lewat FB, untuk mengurut nenek moyang kita, tank’s

A. Bachtiar M dibahas juga di dalam Desember 8, 2010 pada 1:02 am | Balas

  1. sirus baru http://www.myheritage.com/FP/family-tree.php?s=50124411&treeMode=canvas

Ceri dibahas juga di dalam Desember 21, 2008 pada 1:49 pm | Balas

  1. semoga masyarakat bone dapat memahami sejarah bone

adly nq dibahas juga di dalam Desember 29, 2008 pada 3:13 pm | Balas

  1. Bapak Andi Baso Hamid mohon infonya tentang silsila kerajaan tojo yang ada di sulawesi tengah menurut informasi yang saya dapat bahwa yang memimpin kerajaan tojo dari bone

idham dibahas juga di dalam Januari 5, 2009 pada 1:24 am | Balas

  1. pahit memang tong di dijajah gowa, kasian sampai sekarang belum sembuh-sembuh lukanya ckckck, sembuhkan mi luka jiwa ta. Menyimpan -nyimpan jadi penyakit hati saja, tanda kekerdilan jiwa

la engka tatta dibahas juga di dalam Januari 20, 2009 pada 3:57 am | Balas

  1. Back to Sent Mail

kami keturunan langsung petta paladeng/petta punggawae/arung labuaja
From: Muhammad Syaiful Iful
To: webmaster@bone.go.id
All recipients (2)
Date: Sab 17-Jan 2009 00:02:19
tabe puang…..!
setelah kami bersurat ke dirjen pariwisata dan tembusan menteri,,alhamdulillah kami mendapat respon balik dari bapak menteri,dan selanjutnya kepada pemda kab.bone agar peninggalan sejarah leluhur kami yakni PETTA PALADENG ATAU PETTA PUNGGAWAE ATAU ARUNG LABUAJA yang makam dan kuburannya sekiranya dapat dibenahi yang terletak di desa bengo,kec.lappariaja(lapri),ini adalah peninggalan sejarah dunia khususnya perjuangan kerajaan bone dalam mengusir penjajah belanda tapi apa yang terjadi pemda kab.bone betul2 sangat tidak memperhatikan makam-makam tersebut.sekiranya ini adalah aset dan modal bagi masyarakat dan pemerintah kab.bone untuk segera melakukan aksi nyata dalam mempertahankan dan melestarikan sejarah dunia tersebut,ini sangat disayangkan krn akses jalan begitupun kondisi makam tersebut sdh terkoyak dengan tangan-tangan yg tdk bertanggung jawab dan insya Allah kami akan mengutus peneliti dari jawa dan australia untuk melakukan perbaikan sejarah
utamanya peran serta PETTA PALADENG /PETTA PUNGGAWAE / ARUNG LABUAJA dalam mempertahankan kerajaan bone di kala itu krn nama leluhur kami seakan tenggelam di telan bumi,olehx pesan dari sanak keluarga,cucu,cicit dan handai taulan dan para keturunannya “SAATNYA KAMI BANGKIT KARENA BANGSA YANG BESAR ADALAH BANGSA YG MENGHARGAI JASA PAHLAWANNYA” bangunlah bone sebgai kota raja bukan membangun korupsi,nipotisme atau sejenisnya yg akan menyensarahkan masyarkata bone,jangan ambil yang bukan hakmu.
terima kasih.
muhammad syaiful petta paladeng,se

muh.syaiful petta paladeng dibahas juga di dalam Januari 21, 2009 pada 7:00 pm | Balas

  1. Asseddi manekki ana’ bone engkae di makassar

Chonk nebo dibahas juga di dalam Februari 3, 2009 pada 12:49 pm | Balas

  1. sblumnya perkenalkan, Q safrul, skarang dbogor skul, anak boneji jg.
    saya ingin tahu gimana dengan ponggawa, siapa2 saja yg pernah menjabatnya?terutama andreguru, krna kakek sy dlu jg mrupakan andeguru.mhon jwbannya

safrul dibahas juga di dalam Februari 21, 2009 pada 7:18 am | Balas

  1. salam,sya safry..mcari keturunan leluhur saya..tukang pasir(nama lain tidak silap saya,mambeng pagelak pangeran dipatik anum)..merantau dari tanah bone ke sabah dan berkahwin dengan wanita tempatan suku suluk,bernama inda mahani.dikurniakan 5 cahayamata(abdul alip,wak dullam,wak dupakkal,wak donggek dan chekki(putri)..moyang saya tukang pasir dikebumikan di pulau dewa.sabah.manakala isterinya di nunukan,indonesia brsama dengan anaknya yang lain..kecuali datuk saya abdul alip..arap sesiap yang dapat membantu sila hubungi saya..kerana saya dan keluarga sedang mencari keturunan yang lama terpisah dan ingin membukukan silsilah keturunan moyang saya..arap sangat2..email saya:safry83@gmail.com

safry83 dibahas juga di dalam Maret 8, 2009 pada 3:13 pm | Balas

  1. salam…pada semua saudara sebangsa khususnya bugis bone,arap kalian sudi bertukar pendapat dan memberitahu apa yang saya tidak tahu tentang leluhur saya…

safry83 dibahas juga di dalam Maret 8, 2009 pada 3:26 pm | Balas

  1. saya yg punya keturunan bone khususnya kajuara mrasa buta dengan silsilah saya. saya blum pernah menginjak tanah leluhur saya, saya di lahirkan di riau orang tua saya petta sabbi dari kajuara. mungkin ada kerabat yg kenal mohon petunjuk. insyaAllah tahun ini dapat menginjak tanah leluhur di kajuara.

burhan dibahas juga di dalam Maret 10, 2009 pada 2:40 pm | Balas

  1. Dear all;

This is a very interesting meeting of interesting people.I would like to come into contact with descendants of Bugis/Makkasar kings.I have pedigrees of them all and also very much old pictures of raja2.
I am a researcher concerning the kerajaan2 Indonesia.I can understand Indonesian,but I would like to communicate in WEnglish,so that everyone understands it.I hope,that Mr. hans de Koning can contact me.
Please contact me directly at my e-mail box.

Hormat saya:
DP Tick gRMK
secretary Pusat Dokumenatsi kerajaan2 di Indonesia “Pusaka”
pusaka.tick@tiscali.nl

D.P. Tick gelar Raja Muda Kuno dibahas juga di dalam Maret 21, 2009 pada 8:35 pm | Balas

  1. ass,Maaf saya cuma mau bertanya di mana makam petta matinroe tana to paccing di bone, soalnya menurut ayah saya dia adalah cicit dari ayah saya, dan jg keturunan dari petta janggo dan petta bettae.

trims wassalam

A.Ramir syam dibahas juga di dalam April 27, 2009 pada 1:03 pm | Balas

  1. L.S.;

Looking for a picture of Andi Baso Hamid;chief dynastycouncil of Bone.And some info of FKKAS.

Thank you.

Hormat saya;
DP Tick gRMK/Pusaka.

D.P. TickgRMK dibahas juga di dalam Juni 7, 2009 pada 7:23 pm | Balas

  1. Assalamu alaikum Wr.Wb.

Salam kenal semuanya buat selessureng malebbiku ya maneng….

Saat ini saya di Jakarta, saya masih keturunan yang bergelar Daeng dan Andi.

Harapan saya buat pembuat situs agar bisa kita bersama-sama membentuk komunitas warga Bone di Jakarta.

Sekian dari saya tenna podo to pada selamakki rilino na riakhera…Aamiin Ya Rabbal Aalamiin.

Wassalam,

Muhammad Ustman Marudani

Muhammad Ustman Marudani dibahas juga di dalam Juni 10, 2009 pada 12:41 pm | Balas

  1. bone tana kelahiran saya, konon saya berasal dari cicit arung masago, anak dari dari la mandaremmeng arung segeri. pesan saya jadikan bone kota maju bukan kota federal atau kota fiodal

andi dahlan dibahas juga di dalam Juli 14, 2009 pada 5:51 am | Balas

  1. walaupun aq ngk pernah ke bone tp aq bangga sebagai orang bugis bone.

OVHANK dibahas juga di dalam Juli 20, 2009 pada 9:08 am | Balas

  1. bandara udara di bone kapan jadi, biar aq gampang pulang ke bone n ngk lewat makassar lg.

OVHANK dibahas juga di dalam Juli 20, 2009 pada 9:12 am | Balas

  1. banggalah kita yang menjadi orang BONE,karena BONE merupakan daerah yang penuh dengan sejarah,kota BONE adalah kota beradat, jadi mari kita lestarikan budaya BONE,dan memajukan kabupaten BONE.EWAKO BONE,KO MUASENG ALEMU TO BONE,AJA MUELO DI PAKASIRISI POLE TO LAINGNGE…….

ardhy dibahas juga di dalam September 2, 2009 pada 11:52 am | Balas

  1. Ass.. Kalau boleh tau silsilah kakek saya yg bernama andi makkanessa petta jeppu,yg kuburannya di lappa riaja.mohon bantuannya.

Sari dibahas juga di dalam September 7, 2009 pada 1:58 pm | Balas

  1. mohon maaf sebelumnya. saya mau tanya apakah dalam silsilah kerajaan bone dikenal Petta maddeppa patellang ri amali? mohon penjelasannya

rusdi dibahas juga di dalam September 25, 2009 pada 1:26 pm | Balas

  1. Saya membaca dalam Sejarah Daerah saya yakni Kerajaan Muna, ada utusan Raja Muna La Ode Husein (Omputo Sangia) datang ke Sulawesi Selatan untuk menjalin persahabatan dengan Bone. Disebutkan bahwa saat itu Gowa berperang dengan Bone. Raja Gowa saat itu adalah Ismail La Parepa to Sope Wali, yang tidak lain adalah putra Raja Bone La Patui. Apakah ada nama Raja Bone yang bernama La Patui.

Pada dahulu banyak orang-orang di Sulawesi Selatan menggunakan kata La sebelum penyebutan nama untuk laki-laki untuk perempuan. Kenapa saat ini hampir tidak ada lagi, hanya Muna dan Buton saja yang memakai Kata “La” itu.

La Ode Amir Jaya, S.Si dibahas juga di dalam Oktober 17, 2009 pada 12:09 pm | Balas

    • ada Beliu beernama La Patau Matanna Tikka, Beli Adalah Raja Bone Ke-16 (1696-1714)

Taslim dibahas juga di dalam April 25, 2011 pada 1:17 pm | Balas

  1. Dear all;

According to the info I have Somba Ismail La Parepa To Sape Walie Karaeng Anamoncong was born 1690 as son of Arumpone La Patui of Bone and Karaeng Patukangang of Gowa,the daughter of Somba Andul Jalil Mappadulung.Somba Ismail was also raja of Soppeng 1720-24 and of Bone 1720-24(died 1-4-1724)of Gowa 1709-11.Karaeng La patau is a well-known king in Bugis history.
Thank you.

I am now contributing to an encyclopedybook project about f.i. the ca. 300 dynasties of Indonesia.Any info about the present rajas,dynastychiefs and main person in the dynasty of each Bugis area(the kerajaan2)are very welcome.Also pictures of them.I alerady have of course some desired picture and info about them f.i. Gowa,Sanrabone,Soppeng,Bone and Barru.

Thank you for all.

Hormat saya:
DP Tick
pusaka.tick@tiscali.nl
Vlaardingen/Holland

DP Tick gRMK dibahas juga di dalam Oktober 17, 2009 pada 3:05 pm | Balas

  1. apa btul? pda tnggal 25 oktober nNti akan ada kejadian yg menenggelamkan bone latenri tatta.

dhimank dibahas juga di dalam Oktober 21, 2009 pada 3:18 am | Balas

  1. Ass. Dgn tidak mengurangi rasa hormat saya pada pengurus web ini dan jg sdr2 semua…mohon maaf sebelumnya jika apa yg saya sampaikan ini bukan pada tempatnya…adakah diantara sdr2 pengunjung web ini yg bisa memberi informasi tentang silsilah keluarga dari org tua saya…nenek saya bernama Andi Tija dan menikah dgn Kaseng yg kemudian menetap d tanah Luwu ( Palopo )sampai akhir hayatnya. Beliu mempunyai sdri kandung bernama Andi juliana ( Petta Bulang ) yg tinggal d jl. prapanca jakarta…konon “beliau adalah cucu langsung dari mangkau ri Bone” yg merupakan sdr misan dari Arung Palakka. Terima kasih sebelumnya…hormat saya..

Baso tawakkal dibahas juga di dalam Oktober 27, 2009 pada 7:58 am | Balas

  1. tanah bone wanuakku….

wandy dibahas juga di dalam November 20, 2009 pada 8:29 am | Balas

  1. Assalamualaikum Wr.Wb.
    Saudaraku, Kita keturunan Bugis Bone mari satukan barisan bangun Kabupaten Bone yang jauh tertinggal. Kita selalu bangga dengan masa lalu tapi kenyataannya sekarang Bone merupakan Kabupaten Terluas di Indonesia tai terbelakang pembangunannya, siapa yang salah ? banyak kok orang Kayanya, orang pintarnya, orang berpengarusnya, tapi tak pernah bersatu untuk memajukan Bone, kecuali mau Pilkada atau Pemilu baru mengklaim keberpihakan terhadap rakyat Bone……saatnya kita bahu membahu mengejar ketinggalan ini . Ewako , Taroi siri riwatang kalemu ko muasengngi Ugi alemu…

Marewa Tona Marewa dibahas juga di dalam Desember 11, 2009 pada 4:15 pm | Balas

  1. assalammualaikum WrWb.saya adlah keturunan bugis….sejarah leluhur saya smpai saat ini msh sngat sy butuhkan.leluhur saya bernama daeng hamid berasal dr kp.pisang yng ktnya tlah menjdi plbhn bsr.beliau pndah ke BULUKUMBA.slh stu dr anknya yg bernm Daeng supu merntau dng menggunakan pinisi mnj ke p.sambu & akhirnya menetap di P.ROTE NTT kr2 pd th 1900.silsilah yng sy dptkan yaitu Daeng hamid mempmyai ank daeng supu..daeng supu mempunyai anak Daeng simin.D simin mnkh dngn ank dr ktrnan raja rote brnm SARAH HAILITIK(siti Khodijah) mndptkan 2 ank yaitu Daeng Supu (opa saya)& Daeng Soleh.buat sdr2ku apabila ad yg mengthui silsilah kturnan kmi ini,tlg hub sy di no.081373917618 atw e-mail di bwh ini.ats perhtiannya & bantuannya sy ucapkan trm ksh

rio F Fahlevi dibahas juga di dalam Januari 8, 2010 pada 9:13 am | Balas

  1. Dear Sir;

I have via via contact with the present dynastychief of Bulukumba.
The Hailitik clan is part of the greatfamily of Kiukanak,which is part of the rajatribe of the most important kerajaan of Pualu Rote/NTT:Termanu.The rajatribe is called Seni Tola.
I have contact via my raja(of Kupang)with the raja dynasty of Termanu.His mother was a daughter of a former raja/manek of Termanu.
When you want to know more about this you can mail me at pusaka.tick@tiscali.nl .

Thank you.

Salam hormat:
DP Tick gRMK
secr. Pusat Dokumentasi Kerajaan2 di Indonesia “Pusaka”
Vlaardingen/Holland

DP Tick gRMK dibahas juga di dalam Januari 8, 2010 pada 10:11 am | Balas

  1. Bone, yang berarti “tulang” dalam bahasa Inggris, secara tidak langsung melambangkan kekokohan dan ketegaran Bone dalam memegang prinsip “Aada na Gau’….”

Hasan Musthofa dibahas juga di dalam Januari 9, 2010 pada 3:40 am | Balas

  1. oh sx jg anak bugis yg bertempat di soppeng jangan ada yg memhina bone..tabe cedde’di lolalo ana bugis bone soppeng…jangan ki mrh di…

ichal dibahas juga di dalam Januari 14, 2010 pada 5:38 pm | Balas

  1. nama kakek ku kaseng,,dngr crita2 kakek q kturunan bone,,

bonet dibahas juga di dalam Februari 25, 2010 pada 7:51 am | Balas

  1. ass.nama saya Muhammad Agus Bin Kattu bin Dulla bin Katutu saya anak bugis bone lahir di polmas,…. terkadang kalau aku ketemu dgn orang pintar selalu mendahului saya dengan pertanyaan “anak orang bone yach, keturunan bangsawan yach…..” aku terkadang malu krn sy dilahirkan dari bapak/ibu keturunan rakyat jelata (petani)skrn ini saya menjadi anggota di salah satu instansi pemerintah, terkadang dimana aku bertugas apakah itu di mamuju, makassar, ternate dan di jawa orang2 selalu menganggapku keturunan orng baik2 dan bangsawan, yang sy mau tanyakan…. apakah keturunan bangsawan itu menmpunyai tanda2/ciri khusus tersendiri yang terkadang orang lain bisa mengetahuinnya……walau tidk di embel-embeli namanya dengan andi, baso, puang dsb. sy mhn jawabanya. trims

muhammad agus dibahas juga di dalam Maret 28, 2010 pada 8:27 am | Balas

  1. saya andca, saya keturunan bone aslli, yang mau saya tanyakan yaitu tentang sejarah lamellong yang konon katanya cerdas.

ansar dibahas juga di dalam April 9, 2010 pada 6:37 pm | Balas

  1. Teman-teman dalam milis ini ada yang bisa jelaskan dari mana mama BONE berasal? karena menurut cerita yang saya dengar nama BONE (Bugis)berasal dari Tana TORAJA tepatnya Kec. Saluputti. Karena menurut cerita orang tua konon pada saat itu ada anak dari ARUNG BONE (penguasa pada masa itu) yang diusir dari BONE (Toraja) karena melakukan kesalahan besar. Dia hanya dibekali bibit pohon beringin, dan pesan dari ayahnya (ARUNG BONE) dimanapun daerah yang kamu tinggali nantinya berilah nama sesuai dengan nama daerah asalmu. Akhirnya dia tiba di daerah yang baru dan sesuai dengan amanat dari ayahnya dinamailah daerah itu BONE kemudian pohon beringin ditanam sebagai tanda sama seperti daerah asalnya di Tana Toraja. Konon pohon beringin itu masih ada sampai sekarang.
    Sampai sekarang gelar ARUNG BONE masih dipakai oleh keturunannya.

Mr. Golden dibahas juga di dalam April 29, 2010 pada 12:52 am | Balas

  1. Ada yg bisa memberi informasi kenapa sejarah Bone di situs http://www.royalark.net/Indonesia/bone.htm tidak bisa lagi di akses ? Padahal saya senang dan sering membaca silsilah Raja-raja Bone di situs itu. Bila membaca buku The Heritage of Arung Palakka karya Leonard Y. Andaya maka hubungan antar kerajaan di Sulawesi Selatan seakan sudah “tanpa batas” lagi. Karena Arung Palakka La Tenri Tatta menyadari bahwa beliau tidak punya keturunan maka menyiapkan kemenakannya La Patau sebagai pewaris. Untuk mengamankan La Patau, maka beliau mengatur perkawinan politik dengan anak raja dari kerajaan besar lainnya di Sulawesi Selatan seperti Luwu, Gowa, Wajo, dll. Sehingga dapat dikatakan, setelah era La Patau maka seluruh raja-raja di Sulawesi Selatan masih memiliki ikatan kekerabatan yang sangat dekat. karena itu saya mengatakan sudah “tanpa batasan” lagi. Contoh nyata adalah, Mangkau di Bone bisa menjadi Somba ri Gowa dan sebaliknya. Demikian pula dengan kerajaan lainnya. Karena itu tidak relevan lagi berbicara dengan cara kotak-kotak, namun sebaiknya berbicara silsilah dan hubungan-hubungan kekeluargaannya. Wassalam.

Tallu Roda dibahas juga di dalam Mei 24, 2010 pada 2:21 am | Balas

  1. pambil lah segala contoh yang baik,yang telah diperagakan para pejuang terdahulu dan lupakanlah segala perkara yang negatif,anggapalah sebagai suatu pelajarang yang berguna,fastabikulkhaeraat;berlomba lombalah kita berbuat baik ‘

bugis malaysia;

petta patau dibahas juga di dalam Mei 26, 2010 pada 6:51 am | Balas

  1. Saya kembali membuat catatan sekarang saya bersomisili di Maros setelah bulan Maret 2008 kembali dari Medan……. kalau melihat silsilah yang saya dapat dari Orang tua….. maka saya akan sedikit uraikan mudah-mudahan ada yg mengetahui dan dapat memberikan sejarah keluarga saya : LAPATAU MATTANATIKA PUATTA PETTA MANGKUE RI BONE MATINROE RI NAGA ULENG MENIKAH DENGAN BAU MARIANG SOMBA RI GOWA & YUMMI DATUE RI LAROMPONG, DATU PAJUNGI RI LUWU MARINROE RI BOLA JALAJJANA KALAU SAYA BERASAL DARI ANAK BAU MARIANG YAITU LAPARIPUNGENG LASAPPEWALIE PETTA MANGKUE RI BONE SOMBA RI GOWA PAJUNGI RI LUWU MATINROE RI SOMBAOPU MENIKAH DENGAN ANDI GUMENTIRI ANANNA SYEH YUSUF TUANTA SALAMA MATINROE RI GOWA KEMUDIAN MEMILIKI ANAK YAITU ANDI MASSE LOMO PETTA MATINROE RI SALASSANA NALAO RI LUWU RI PANCAJISI DATU PAJUNG RI TOASE’E RI LU YG MENIKAH DENGAN BAU CAMEDDINI ARUNG SUMALI DAN MEMILKI ANAK BERNAMA ANDI CELLA PETTA BASO MAPPISANGKA YANG MENIKAH DENGAN BESSE TANETE DATUE RI TANETE KEMUDIAN MEMILKI ANAK YAITU ANDI PABBENTENG PETTA LAWA PETTA MATINROE RI CITTA, ANDI PALARUI PETTA TORO PETTA MATINROE RI BARUGAE, ANDI BABANG PETTA MATINROE RI UJUNG LAMURU & ANDI MAKKURADDE KALAU SAYA DARI ANDI PABBENTENG PETTA LAWA YG MENIKAH DENGAN ANANNA DATUE RI CITTA KEMUDIAN MEMILIKI ANAK YAITU ANDI PAROWONGI PETTA SITAMPE PETTA MATINROE RI TOMPOBALANG & PETTA SOLO SAYA DARI ANDI PAROWONGI PETTA SITAMPE YG MENIKAH DENGAN ANDI BESSE PETTA UNGA MEMILIKI ANAK YAITU ANDI MAREWANGENG PETTA SAU MATINROE RI BALOCCI PANGKEP & PETTA WELLE SAYA DARI ANDI MAREWANGENG PETTA SAU YG MENIKAH DENGAN ANDI MINNONG PETTA CINNONG MEMILIKI ANAK YAITU ANDI RAHMAN PETTA LINTA MATINROE RI CABBENGNGE SOPPENG, ANDI HASIA PETTA SIMBA MATINROE RI BADDOKA MAKASSAR, ANDI MAMMA PETTA RANRENG, ANDI KADALANG PETTA KANANG MATINROE RI PANNAMPU MAKASSAR, ANDI PATIMA PETTA UNGA MATINROE RI PANNASSAKANG MAROS & ANDI BORAHIMA PETTA TAMPE KALAU SAYA DARI ANDI BORAHIMA PETTA TAMPE YANG MENIKAH DENGAN MALANG PETTA LUMMU KEMUDIAN MEMILIKI ANAK YAITU ANDI MUHAMMAD AMIN PETTA LIBU, ANDI MUH. NATSIR PETTA TERRU MATINROE RI PANNASSAKKANG MAROS, ANDI MIRAJE PETTA NURUNG & ANDI SYAMSIR PETTA SAU SAYA DARI ANDI MUHAMMAD AMIN PETTA LIBU KEMUDIAN MENIKAH DENGAN HJ. SANTALIA PUANG BAU KEMUDIAN MEMILIKI ANAK YAITU ANDI ASDAR PETTA BASO MAPPISANGKA, ANDI ASNANDAR PETTA LAWA, ANDI ASKANDAR PETTA TAMPE, ANDI ASGAR PETTA LONGI & ANDI ASRIANI PETTA TUNGKE. SAYA ADALAH ANDI ASDAR PETTA BASO MAPPISANGKA MENIKAH DENGAN ANDI SUSDIANA MAWARDI (CUCU DARI ANDI RAHMAN PETTA LINTA). SEMOGA SEJARAH BUGIS DAPAT DI UNGKAPKAN DAN DILESTARIKAN…….. KARENA BANYAK YANG MENYALAHGUNAKAN LONTARA SAAT INI……. TERIMA KASIH

ANDI ASDAR PETTA BASO MAPPISANGKA dibahas juga di dalam Juni 3, 2010 pada 3:59 pm | Balas

  1. Assalamu alaikum wr. wb.
    Saya salah seorang anak bugis yang masih mencari silsilah/kerabat keluarga dari pihak bapak saya. Kakek saya bernama Andi Baso Daeng Mappangile, lahir di Palippu, Wajo dan meninggal di Palu, Sulawesi Tengah. Bapak dari kakek saya bernama La Bassa Daeng Mappuji, lahir di Palippu, Wajo dan meninggal di Sengkang, Wajo. Nenek dari bapak saya bernama Andi Makkalattang, lahir di Pattojo, Soppeng dan meninggal di Palopo, Luwu. Menurut kakek saya, bapaknya La Bassa Daeng Mappuji adalah anak dari Andi Saitong Petta Cidda’ yang berasal dari Mare/Tonra Bone dan meninggal di Tonra’, Bone. Sedangkan Ibunya yaitu Andi Makkalattang adalah bersaudara kandung dengan Datu/Arung Pattojo, Soppeng. Yang ingin saya ketahui dan mohon kepada siapa yang bisa membantu, adalah ingin mencari kerabat saya dari kakek dari bapak saya yaitu La Bassa Daeng Mappuji di Palippu, Attapangnge dan Tancung, Wajo. Berikutnya kerabat saya dari Andi Saitong Petta Cidda’ yang adalah bapak dari La Bassa Daeng Mappuji di Mare/Tonra, Bone serta terakhir kerabat saya dari Andi Makkalattang di Pattojo, Soppeng.
    Saya sangat berharap semoga ada diantara sahabat dan saudara saya di forum mulia ini berkenan dapat membantu.
    Terima Kasih.

Hengky Idrus Andi Mappangile dibahas juga di dalam Juni 5, 2010 pada 3:29 pm | Balas

  1. assalamualikum…saya juga tidak banyak tahu tentang keturunan raja bone,tp saya banyak ingin tahu tentang raja bone.suami saya juga keturunan dari raja bone andi ansar@petta rani jg keturunan dari raja bone.tp kami sdh lama tinggal di malaysia dan ingin sekali tahu tentang keturunan dari raja bone…..

zetiy dibahas juga di dalam Juni 14, 2010 pada 1:35 pm | Balas

  1. knp lapawawoi kr segeri bisa menjadi mangkau dibone? mungkin ada yg bisa menjawab dan menjelaskan asal usulnya sesuai yang sebenarnya, terima kasih..

massalomo dibahas juga di dalam Juni 25, 2010 pada 1:09 pm | Balas

    • bone tidak berasal dari toraja tapi bone artinya kessi.cuma raja bone di asinkn di tator.bone itu berasal dari matajan.dan bone lama ada tiga.yaitu tellunpoccoe.bone soppeng wajo.maaf jgn terlalu maegandai andai…la

lama tjng dibahas juga di dalam Oktober 22, 2010 pada 9:02 am | Balas

  1. menurut info yg sy dengar,lapawawoi kr sigeri tdk menjadi mangkau di bone,jabatan nya cuma jadi 7 wali di Sulawesi

pacar ku sky dibahas juga di dalam Juli 26, 2010 pada 7:56 am | Balas

  1. Tabe….., Kalau kita baca dan mendengar cerita orang tua kita duluh, Karaeng segeri Lapawawoi. diangkat sebagai mangkau di Bone oleh pembesar Belanda karena penghargaan atas jasa-jasanya dalam membantu Belanda, karena beliau adalah seorang pemberani dan ahli perang. Namun pengangkatan itu sendiri tetap melalui persetujuan hadat tujuh Bone.
    Benar apa tidak…., wallahu alam. Trims

D’ Maritengah dibahas juga di dalam Agustus 27, 2010 pada 12:11 am | Balas

  1. Sy Riva’i dari Papua.. ada yang tahu silsilah raja bone?? Mohon sy di dijelaskan…
    Kakek saya namanya Daeng Machora, menurut cerita dia anak ke 13 dr Sultan Bone, tp sy tidak tau sultan bone yg keberapa… Bila ada yang tahu. mohon sy di jelaskan… makasih….

Rivai dibahas juga di dalam September 18, 2010 pada 4:20 am | Balas

  1. ass..msalah siapa yg pantas menjadi arung pone tdk lah penting , yg penting bagimna cara qta agar bone tetep jaya di masa skarang speri makassar skarang yg nota bene adalah bekas kerajaan gowa_tallo,,agar kejayaanx bukan cuma sjarah?? by A IWAN JUANDA ana’bone-gowa

iwan dibahas juga di dalam September 18, 2010 pada 11:00 am | Balas

  1. assalamualaikum.
    sy ingin informasi tentang sejarah bone.. krn baik kakak2 sy dan sy sendiri sering mimpi bertemu kakek2-nenek yang mengaku beliau adalah leluhur sy, akhirnya sy tanya org tua dan kluarga bapak sy kl kakek nenek sy dr garis bapak adalah orng-2 yg brasal dr kerajaan bone/ raja bone. mungkin,,, bapak/ibu, sodara/temen ada yng tau dari silsillh raja ada yg bernama daeng ibrahim/syekh ibrahim/imam ibrahim bisa email sy. di hasna_laduna@yahoo.com. trimakasih….

hasna dibahas juga di dalam Oktober 15, 2010 pada 2:41 am | Balas

  1. assalamu’alaikum,

saya ingin brtanya, apakah kakek saya itu betul raja di bone,
beliauw brnama Lapawowoi karaeng segeri.

Andi Milks dibahas juga di dalam Oktober 21, 2010 pada 12:43 am | Balas

  1. la pawawoi di gelar oleh belanda sebagai karaeng sigeri .karena belnda panggil la pawawoi pergi ke sigeri untuk menjadi kareang sigeri.maka la lapawawoi karaeng sigeri.dia oarng bugus keturunen raja bugis bone..maaf ..itu cerita sebenarnya…..

lama tjng dibahas juga di dalam Oktober 22, 2010 pada 9:10 am | Balas

  1. ADA NGGA CRITANYA BOLONG SANREGO…. KRN SY INI BRASAL DARI DESA SANREGO KEC KAHU KAB BONE…

IRFAN dibahas juga di dalam Oktober 28, 2010 pada 3:12 am | Balas

  1. Aslkum
    sya juga keturunan Petta matinro ri nagauleng
    MNURUT YG SYA TAU BAHWA PETTA ITU BERASAL DARI GOWA CMAN DI UTUS DARI ORANG TUA NYA UNTUK MENJADI RAJA DI BONE
    KRENA PADA MASA ITU DI BONE TDAK ADA YG MEMIMPIN

arfan dibahas juga di dalam November 28, 2010 pada 10:51 am | Balas

  1. Assalamu Alaikum, Kalau Petta Solo (kalau tidak salah Petta Solong) ini kawin dengan siapa ….? mungkin kita punya data,trm kasih infonya, wassalam

A. Bachtiar M dibahas juga di dalam Desember 3, 2010 pada 11:17 pm | Balas

  1. Bagaimana dgn bulukumba !!!!!
    Kerajaan yang didirikan dibawah pemerintahan [karaeng bontobiraeng] yang namanya diganti menjadi nama sebuah desa yaitu desa ara kec. bontobahari yang terletak didaerah [sulawesi selatan kota bulukumba] yang masuk dalam kekuasaan wilayah kerajaan bone. Merupakan salah satu kerajaan yang pernah ada di nusantara. Sepertinya masyarakat bulukumba sudah tidak kenal lagi. Parah ahli sejarah ini sebagai masukan untuk dibahas lebih lanjut.

La Untung dibahas juga di dalam Desember 26, 2010 pada 3:49 pm | Balas

  1. Sy putra mallari.
    ada g yg tahu tentang silsilah orang2 mallari.
    tolong infonya dunk.

ilyasteverd alie daeng dibahas juga di dalam Januari 2, 2011 pada 3:00 am | Balas

  1. Assalamualaikum,,Salam kenal Cucu Almarhum ”Andi Mappasisi Petta Awangpone”

Chandra Traitorz dibahas juga di dalam Juni 15, 2011 pada 5:29 pm | Balas

Tinggalkan Balasan

Top of Form

 

 

Email (required) Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Nama (required)

Situs web

Beritahu saya balasan komentar lewat surat elektronik.

Beritahu saya tulisan baru lewat surat elektronik.

Bottom of Form

Top of Form

Bottom of Form

 

kontak

tanah.bone@yahoo.co.id politea@yahoo.co.id

Kamus Politik Online

 

anda pengunjung ke

  • 38,789

Kabupaten Bone

 

CARI JODOH DISINI

 

KHUSUS YG NGANGGUR

 

Halaman

Top Posts

Komentar Terakhir

 

kupret cooper on Arung Palakka

 

ari ashadi lukman on Arung Palakka

 

bija to luwu on Arung Palakka

 

andy rhybhaz granatj on Arung Palakka, Sang Jagoan…

 

ahsin on Arung Palakka, Sang Jagoan…

Meta

Arsip

Tulisan Terkini

 

April 2007

S

S

R

K

J

S

M

« Feb

 

Jul »

 

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

 

JUAL BELI MOBIL

 

JUAL BELI RUMAH

A

 

Blog pada WordPress.com. Theme: ChaoticSoul by Bryan Veloso.

 

                                                       Sejarah Tanah Bone

 

Tanah Bangkala’E

Sejarah mencatat bahwa Bone merupakan salah satu kerajaan besar di nusantara pada masa lalu. Kerajaan Bone yang dalam catatan sejarah didirikan oleh ManurungngE Rimatajang pada tahun 1330, mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Latenritatta Towappatunru Daeng Serang Datu Mario Riwawo Aru Palakka Malampee Gemmekna Petta Torisompae Matinroe ri Bontoala, pertengahan abad ke-17 (A. Sultan Kasim,2002). Kebesaran kerajaan Bone tersebut dapat memberi pelajaran dan hikmah yang memadai bagi masyarakat Bone saat ini dalam rangka menjawab dinamika pembangunan dan perubahan-perubahan sosial, perubahan ekonomi, pergeseran budaya serta dalam menghadapi kecenderungan yang bersifat global.

Belajar dan mengambil hikmah dari sejarah kerajaan Bone pada masa lalu minimal terdapat tiga hal yang bersifat mendasar untuk diaktualisasikan dan dihidupkan kembali karena memiliki persesuaian dengan kebutuhan masyarakat Bone dalam upaya menata kehidupan kearah yang lebih baik.
Ketiga hal yang dimaksud adalah :

Pertama
, pelajaran dan hikmah dalam bidang politik dan tata pemerintahan. Dalam hubungannya dengan bidang ini, sistem kerajaan Bone pada masa lalu sangat menjunjung tinggi kedaulatan rakyat atau dalam terminology politik modern dikenal dengan istilah demokrasi. Ini dibuktikan dengan penerapan representasi kepentingan rakyat melalui lembaga perwakilan mereka di dalam dewan adat yang disebut “ade pitue”, yaitu tujuh orang pejabat adat yang bertindak sebagai penasehat raja. Segala sesuatu yang terjadi dalam kerajaan dimusyawarahkan oleh ade pitue dan hasil keputusan musyawarah disampaikan kepada raja untuk dilaksanakan.

Selain itu di dalam penyelanggaraan pemerintahan sangat mengedepankan azas kemanusiaan dan musyawarah. Prinsip ini berasal dari pesan Kajaolaliddong seorang cerdik cendikia Bone yang hidup pada tahun 1507-1586 yang pernah disampaikan kepada Raja Bone seperti yang dikemukakan oleh Wiwiek P . Yoesoep (1982 : 10) bahwa terdapat empat faktor yang membesarkan kerajaan yaitu:

  1. Seuwani, Temmatinroi matanna Arung MangkauE mitai munrinna gauE (Mata Raja tak terpejam memikirkan akibat segala perbuatan).
  2. Maduanna, Maccapi Arung MangkauE duppai ada’ (Raja harus pintar menjawab kata-kata).
  3. Matellunna, Maccapi Arung MangkauE mpinru ada’ (Raja harus pintar membuat kata-kata atau jawaban).
  4. Maeppa’na, Tettakalupai surona mpawa ada tongeng (Duta tidak lupa menyampaikan kata-kata yang benar).

Pesan Kajaolaliddong ini antara lain dapat diinterpretasikan ke dalam pemaknaan yang mendalam bagi seorang raja betapa pentingnya perasaan, pikiran dan kehendak rakyat dipahami dan disikapi.

Kedua
, yang menjadi pelajaran dan hikmah dari sejarah Bone terletak pada pandangan yang meletakkan kerjasama dengan daerah lain, dan pendekatan diplomasi sebagai bagian penting dari usaha membangun negeri agar menjadi lebih baik.
Urgensi terhadap pandangan seperti itu tampak jelas ketika kita menelusuri puncak-puncak kejayaan Bone dimasa lalu.

Dan sebagai bentuk monumental dari pandangan ini di kenal dalam sejarah akan perjanjian dan ikrar bersama kerajaan Bone, Wajo dan Soppeng yang melahirkan TELLUM POCCOE atau dengan sebutan lain “LaMumpatue Ri Timurung” yang dimaksudkan sebagai upaya memperkuat posisi kerajaan dalam menghadapi tantangan dari luar.

Kemudian pelajaran dan hikmah yang ketiga dapat dipetik dari sejarah kerajaan Bone adalah warisan budaya kaya dengan pesan. Pesan kemanusiaan yang mencerminkan kecerdasan manusia Bone pada masa lalu.

 

kirab kerajaan Bone

Banyak refrensi yang bisa dipetik dari sari pati ajaran Islam dalam menghadapi kehidupan, dalam menjawab tantangan pembangunan dan dalam menghadapi perubahan-perubahan yang semakin cepat. Namun yang terpenting adalah bahwa semangat religiusitas orang Bone dapat menjawab perkembangan zaman dengan segala bentuk perubahan dan dinamikanya. Demikian halnya (kabupaten Bone) potensi yang besar yang dimiliki, yang dapat dimanfaatkan bagi pembangunan demi kemakmuran rakyat. Potensi itu cukup beragam seperti dalam bidang pertanian, perkebunan, kelautan, pariwisata dan potensi lainnya.

Demikian masyarakatnya dengan berbagai latar belakang pengalaman dan pendidikan dapat dikembangkan dan dimanfaatkan untuk mendorong pelaksanaan pembangunan Bone itu sendiri. Walaupun Bone memiliki warisan sejarah dan budaya yang cukup memadai, potensi sumber daya alam serta dukungan SDM, namun patut digaris bawahi jika saat ini dan untuk perkembangan ke depan Bone akan berhadapan dengan berbagai perubahan dan tantangan pembangunan yang cukup berat. Oleh karena itu diperlukan pemikiran, gagasan dan perencanaan yang tepat dalam mengorganisir warisan sejarah, kekayaan budaya, dan potensi yang dimiliki ke dalam suatu pengelolaan pemerintahan dan pembangunan.

~ oleh Anjaz pada April 23, 2007.

Ditulis dalam

Be the first to like this post.

115 Tanggapan to “Sejarah Tanah Bone”

  1. Sejarahnya Kurang Panjang/Detail Masi Mauka Baca.
    E………. tau tau Habismi

Mhank dibahas juga di dalam September 1, 2007 pada 5:37 pm | Balas

  1. L.S.;

Do you know anything about Haji Andi Baso Hamid,who is the calon-Arumpone of Bone?
I am researcher principalities of Indonesia and contributor to the website Royal Ark on which also the illustratewd dynasty of Bone.

Thank you for your reaction.

Hormat saya:
D.P. Tick(gelar Raja Muda Kuno)
secretary Pusat Dokumentasi Kerajaan2 di Indonesia “Pusaka”
van Bleiswijkstraat 52C
3135 AM Vlaardingen(Z.H.)
the Netherlands
0031-(0)10-4603516.

DP Tick gRMK dibahas juga di dalam September 6, 2007 pada 12:08 pm | Balas

  1. L.S.;

Other info/pictutres about Raja2 Sulsel are very appreciated.

Yours sincerelly:
DP Tick gRMK/Pusaka.

DP Tick gRMK dibahas juga di dalam September 6, 2007 pada 12:12 pm | Balas

  1. mengingat sejarah Bone yg seperti itu, maka kita sbg putra/i Bone tercinta harus bangga dng kota Bone.
    bettul tidak….bettul…..lul….lul…lul…

Adnan @ Makassar< sulsel dibahas juga di dalam Oktober 31, 2007 pada 8:33 am | Balas

  1. ass.wr.wb.
    dengan kerendahan hati izinkan saya, andi baso hamid unruk memperkenalkan diri.
    saya merupakan ketua lembaga adat”Saoraja” bone. saat ini tidak ada lagi calon arungpone, hal ini dikarenakan telah bersat di bawah naungan negara kesatuan RI. namun dalam rangka upaya pelestarian adat, dan nilai-nilai budaya di kabupaten bone maka pemerintah dalam hal ini Pemerintah kabupaten Bone bersama-sama masyarakat membentuk lembaga adat”Saoraja” Bone.

andi baso hamid dibahas juga di dalam Desember 19, 2007 pada 2:19 pm | Balas

  1. dari garis bapak saya merupakan cucu langsung dari raja Bone La Pabbenteng petta lawa sultan muhammad idris (Raja Bone XXXIII anak dari baso pagilingi abdul hamid petta ponggawae kerajaan bone anak dari Lapawawoi Karaeng segeri Raja Bone XXXI).dari garis ibu saya adalah cucu dari Andi baso mandapi Arung Ponceng( Cucu dari La tenri Tappu yang juga seorang raja Bone.

andi baso hamid dibahas juga di dalam Desember 19, 2007 pada 2:23 pm | Balas

  1. saya mau tanya tentang silsilah keluarga raja bone.dimana saya bisa melihat silsilah itu sampai dengan masa sekarang?

fadli dibahas juga di dalam Januari 14, 2008 pada 8:15 pm | Balas

  1. Beberapa waktu lalu saya bertemu dgn Bapak Andi Mappasissi yang menurut beliau adalah keturunan langsung dari Arung Palakka dan pewaris tahta raja bone, apakah betul?

Irvan MAP dibahas juga di dalam Februari 11, 2008 pada 1:29 am | Balas

  1. Saat ini kita sebagai keturunan Bugis Bone tidak perlu berdebat Siapa yang pantas dan tidak pantas untuk mendapatkan gelar Arung atau Raja Bone, kita hanya harus pertanyakan apa yang kita telah berikan untuk kemajuan BONE…….. saya adalah Cicit dari Andi Marewangeng Pt. Sau yang saat ini makamnya ada di Balocci Kab. Pangkep, cucu dari Andi Borahima Pt. Tampe makamnya ada di Panasakkang Kab. Maros dan anak dari Andi Muhammad Amin Pt. Libu yang berdomisili di Maros. Saya saat ini bertugas di Medan dan sampai saat ini sangat mengharapkan banyaknya tulisan mengenai sejarah Kerajaan Bone dan silsilah kerajaan Bone karena saya termasuk yang sangat kurang mengetahui tentang hal tersebut walaupun telah cukup banyak membaca tentang seluk beluk Raja-raja Bugis khusunya BONE. Mari kita majukan dan lestarikan budaya Kerajaan Bone……

Andi Asdar dibahas juga di dalam Februari 17, 2008 pada 7:57 pm | Balas

  1. Assalammualaikum, Wr. Wb.

Yang terhormat Bapak Andi Baso Hamid

Kalau boleh saya bertanya apakah Bapak Andi Baso Hamid ini adalah kontributor yang membahas mengenai Pusaka Bugis di Majalah Keris?. Jika iya kiranya, saya senang sekali dapat berkenalan melalui forum ini. Berikut silsilah saya adalah keturunan dari: La Tenri Ruwa Arumpone Matinroe Ri Bantaeng, La Maddaremmeng Arumpone Matinroe Ri Bukaka, La Pakokoi To Akoneng Arung Timurung, La Pattau Matanna Tika Arumpone Matinroe Ri Nagauleng, La Temmassonge Arumpone Matinroe Ri Malimongan, La Madussila Datu Tanete Matinroe Ri Dusung, La Sapaile to Agamette Matinroe Ri Maru, La Sameggo Petta Kalebbu, Andi Sailong Arung Tung, Andi Matinio Arung Tung, Andi Djuanna Daeng Maliungan Petta Sullewatang Barroe, Andi Abdul Rivai, Andi Mohammad Irvan Zulfikar. Saya adalah seorang kolektor keris Bugis yang sedang mendalami pengetahuan akan keris Bugis. Ada beberapa peninggalan dari Alm. Petta Sulle yang diturunkan kepada saya. Saya sangat ingin sekali bertemu muka dengan Bapak Andi Baso Hamid dan bertukar pikiran mengenai senjata Bugis kita. Sungguh sangat disayangkan tidak ada literature yang cukup comprehensive membahas mengenai karakteristik keris Bugis. Hal tersebut sangat memotivasi saya untuk membuat artikel atau bahkan sebuah buku yang saya mau dedikasikan untuk Pusaka Bugis. Saya saat ini berdomisili di Jakarta, dan jika Bapak berkenan menjumpai saya maka Insya Allah saya akan datang ke Bone untuk bertemu muka dengan Bapak. Mohon panduannya bagaimana caranya agar saya bisa menghubungi Bapak. Sebelumnya saya ucapkan terima kasih banyak.

Hormat saya

Andi M. Irvan Z.

Andi Mohammad Irvan Zulfikar dibahas juga di dalam Februari 19, 2008 pada 4:07 am | Balas

  1. untuk Andi M. Irvan Z.
    silahkan menghubungi saya.
    saya ardadi sekretaris pribadi andi baso hamid
    wakil bendahara lembaga adat “Saoraja” Bone.
    no. telp : 0411-5733909

ardadi dibahas juga di dalam Februari 24, 2008 pada 2:34 pm | Balas

  1. Terima kasih Bapak Ardadi Insya Allah kita jumpa di Bone.

Andi Mohammad Irvan Zulfikar dibahas juga di dalam Maret 11, 2008 pada 8:03 am | Balas

  1. Saya tertarik dengan lembaga adat “SAORAJA” tsb., apakah yang dimaksud, dan dimana situs web yang dapat diakses untuk info details? Thanks, Sapri, Brisbane, Australia

Sapri Pamulu dibahas juga di dalam Maret 13, 2008 pada 1:49 am | Balas

  1. untu saudaraku sapri pamulu di brisbane.australia.
    perkenalkan nama saya ardadi. wakil bendahara la.Saoraja Bone.
    lembaga ini merupakan lembaga yang didirikan oleh masyarakat bone yang difasilitasi oleh pemkab. bone. fungsi dan tugasnya adalah membantu pemerintah melakukan upaya-upaya pelestarian adat dan budaya lokal. dalam membantu sebagai mitra, kami telah dan sementara melakukan beberapa program diantaranya pendirian perpustakaan budaya, penerbitan buku-buku budaya dalam rangka melestarikan nilai-nilai luhur Bone.
    untuk berkomunikasi dengan pihak kami Bapak bisa mengakses e-mail kami
    http://www.lasaorajabone@gmail
    atau http//lasaorajabone.blogspot.com
    ardadi :0411-5733909

ardadi dibahas juga di dalam Maret 23, 2008 pada 9:54 am | Balas

  1. buat teman teman pengunjung setia blog ini saya sangat berterima kasih atas waktu yang diluangkan untuk berdiskusi di blog ini, saya juga minta maaf karena untuk sementara saya jarang memposting tulisan baru di blog ini karena ada hal lain yang sama pentingnya harus saya selesaikan dulu.
    silahkan mengunjungi juga blog saya yang lain:
    http://politea.wordpress.com

Anjaz dibahas juga di dalam Maret 29, 2008 pada 4:12 pm | Balas

  1. Assalamualaikum..

Dimana Makam H.H. Raja Basik binti Arung To’ Mojong?

Ia merupakan salah seorang kerabat kerajaan Bone yg berkahwin dgn Sultan Muhammad Shah ibni al-Marhum Sultan Ibrahim, Sultan of Selangor 3.

Dimana pula Makam anakanda nye, Y.T.M. Raja Mahmud ibni al-Marhum Sultan Muhammad Shah, Raja Muda (cre. 1857). b. at the Istana, Kuala Selangor, 1844 (s/o Raja Basik).

Kalau saudara tahu secara ringkas cerita dan makam kedua² mereka belah laa email kepada saya..

sekian..

raja azman dibahas juga di dalam Maret 29, 2008 pada 6:48 pm | Balas

    • Assalam mu’alaikum, saya Hj. Yahya dari Singapura ingin informasi mengenai salasilah Arung To’Monjong, yang saya tahu beliau memiliki dua orang anak seorang lelaki bernama Daeng Zakaria(Yahya) dan juga H.H. Tengku Ampuan Basik yang bernikah dengan Sultan Muhammad Selangor.Menurut sejarah lisan Daeng Zakaria mempunyai seorang anak lelaki bernama Daeng Ibrahim yg sekarang bersemadi di tanah perkuburan Asam Kumbang Melaka.Di harap sesiapa mempunyai informasi mengenai keturunan Arung To Monjong dapat sekiranya email kepada saya. Menurut cerita keluarga kami merupakan keturunan beliau.(ybsnta@singnet.com.sg

Haji Yahya Slamat dibahas juga di dalam September 26, 2009 pada 1:40 am | Balas

      • assalamualaikum, saya berminat hendak mengetahui ttg sejarah dan salasilah Arung To’ Mojong Raja bugis…
        sebenarnya baru2 ni ayahanda saya mencari salasilah dan mengatakan kami dari keturunannya Tengku Taulah adik kepada Tengku Ampuan Besik yg berkahwin dgn sultan muhammad selangor ke-3…bole beritahu saya…adakah beliau juga berketurunan syed? wassalam ingin tahu

muhamma amin ahmas shah dibahas juga di dalam Desember 15, 2010 pada 12:48 pm

  1. Dear Reader,

I am looking for the name of one of the daughters of the Sultan of Bone, who reportedly married a Dutch officer of the United East Indies Company (VOC). I know this is a sensitive subject, but as she possibly is my ancestor, I would be very grateful for any information.

Regards,
Hans

Hans de Koning dibahas juga di dalam Maret 31, 2008 pada 12:38 am | Balas

  1. Ofcourse I meant one of the daughters of A Sultan of Bone.

Hans de Koning dibahas juga di dalam Maret 31, 2008 pada 12:39 am | Balas

  1. Saya minta sejarah yang enak dibaca, dan mendidik bukan mengkompori dan kipas-kipas yang dikupas. persoalan 30 tahun di zalimi oleh dinasti gowa koq dibesar-besarkan, dan terkesan melupakan 350 tahun di jajah belanda. Sehingga Pahlawan yang membebaskan yang hanya dizalimi 30tahun mengalahkan sejumlah pahlawan yang memerdekakan setelah dijajah selama 350 tahun. Kasian anak-anak bone generasi kelima dari sekarang, jangan sampe mereka terpeleset dalam pemahaman. Mengira bahwa orang Gowa yang jajah sementara orang belanda teman karena membantu waktu perang kemerdakaan bone Tahun 1660 dari penjajahan belanda yang dipimpin sang pembebas aru palakka.
    Jangan sampe anak generasi ke lima bone menganggap kemerdekaan sesungguhnya adalah ketika tahun 1660 sementara itu setelah 350tahun dijajah belanda dianggap sebagai kerja sama pemerintahan alia tidak dijajah

andi sayang daeng cinta dibahas juga di dalam April 3, 2008 pada 1:47 pm | Balas

  1. Anak bone umur 15tahun berkata :
    Bahwa bangsa bone lebih dulu merdeka dari bangsa indonesia !

Anak Indonesia berkata :
Knapa bisa ???

Anak bone :
Karena bone merdeka tahun 1660 yg diproklamirkan oleh Arupalakka

Anak Indonesia :
Lalu bagaimana dengan sejarah kita dijajah dengan VOC 350 tahun

Anak Bone :
Itukan sejarah bangsa Indonesia, kalo bangsa bone setelah merdeka tahun 1660 tidak dijajah dengan VOC karena kita bangsa bone sudah merdeka saat itu. Makanya di bone satuji pahlawannya yaitu Aru Palakka. Yang lain pahlawan kemerdekaan bangsa indonesia bukan bangsa bone karena lama maki kita merdeka.

Dan Belanda tidak menjajah orang bone tetapi kerja sama mengatur pemerintahan, bantu membantu, kirim mengirim pasukan untuk mengamankan pemerintahan gitu lhoooo.

andi sayang daeng cinta dibahas juga di dalam April 3, 2008 pada 2:05 pm | Balas

  1. Kepada Semua saudaraku di manapun berada.
    Usahlah kita membahasakan mana yang kuat mana yang lemah diantara sekian banyak pahlawan. Yang jelas semua pahlawan itu baik, Hasanuddin, Arung Palakka, diponegoro dlllllllllll………masih buanyak lagi.
    Marilah kita sebagai generasi untuk mengenang semuanya bukanlah untuk dipertentangkan apa yang telah tiada melainkan marilah kita memikirkan eksistensi dan keberadaan kita sekarang ini. Marilah kita menjalin silaturahmi di antara kita semua tanpa memandang suku, bangsa, ras, dan agama. Marilah kita duduk bersanding dan berdiri bersama. Leluhur kita tersenyum bahagia di alamnya apabila melihat anak cucunya saling bergandengantangan dengan siapa saja mahluk ciptaan Ilahi. BUKANKAH REZEKI ITU DARI SESAMA MANUSIA???

gita dibahas juga di dalam April 18, 2008 pada 2:25 pm | Balas

  1. Dear All,

Assalam Mualaikum Wr Wb, nama saya La Palettei D Mamayo Orang tua saya asli Maros, tapi saya lahir di Jakarta, saya sangat sangat tertarik dengan perjalanan sejarah sulawesi selatan terutama Bone dan Maros, tapi saya masih sangat Awam. apakah ada di antara saudara disini yg dapat membantu saya mendapatkan silsilah raja ri Maros. Apakah Andi Baso Hamid di sini anak dari bau Parenrengi…..maaf kalo saya salah.

sebelumnya saya ucapkan banyak2 terimakasih. maafkan kalo ada salah2 kata dari saya.

Wasalam

La Palettei D Mamayo dibahas juga di dalam April 22, 2008 pada 4:28 am | Balas

  1. gue stuju sama elo gita, ngak usah membesar-beasarkan sang jagoan Arupalakka… buat ape, mending elo pade tepuk dada masing-masing.

Andi Daeng dibahas juga di dalam April 24, 2008 pada 8:29 am | Balas

  1. Dear Bpk A.M. Irvan Zulfikar,

Saya ingin bertanya apa hubungan antara Andi Parewangen Petta Sau dengan Andi Sanrima DG Parukka yang pernah menjadi Karaeng Turikale dan siapa nama istri beliau karena ada juga hubungan pertautan hubungan dengan saya apabila Petta Sau yang saya maksudkan yang kebetulan juga bermakam si Balocci – Pernah Tinggal di Bungaejaya

Terima Kasih

Wasalam
A.Baso Makkarodda

A. Baso Makkarodda dibahas juga di dalam April 25, 2008 pada 8:43 am | Balas

  1. Andi, Baso, Karaeng, Datu, King, Queen hanyalah sebuah PEMBERIAN dari orag banyak. Gelar tersebut AWALNYA disematkan kepada mereka yang BERHASIL MELAMPAUI PENCAPAIAN PENDAHULUNYA. RAJA diangkat oleh sekumpulan orang yang setia menjadi pengikutnya untuk memimpin suatu negeri -lihat pinsip-prinsip berdirinya sebuah negara. Jadi sesungguhnya gelar Andi, Baso, Karaeng, Datu, King dan Queen TIDAKLAH KEKAL, SEBAB ORANG BANYAK BISA MENCOPOTNYA SEBAGAIMANA ORANG BANYAK BISA MENGANGKAT SESEORANG YANG BERASAL DARI BUDAK SEKALIPUN. TIDAK PERCAYA?
    Berapa banyak raja yang terpaksa turun tahta karena tidak diakui lagi kepemimpinannya oleh RAKYATNYA.

chenk benk dibahas juga di dalam Mei 3, 2008 pada 12:33 pm | Balas

  1. Waaduuuu….. saya asli orang bone kok malah gak tahu sama sekali sejarah tanah kelahiranku… sudah lama saya cari info tentang sejarah kota bone dan akhirnya dapat meskipun amat-amat singkat tapi gpp lah yang penting di benakku sudah ada gambaran tentang tanah bone ini…… “Taro ada taro gau, sipasseddiki ri tongengnge” Salam saudara2ku tercinta yang ada di bone sana….

sidaus dibahas juga di dalam Mei 7, 2008 pada 11:23 am | Balas

  1. Waaduuuu….. saya asli orang bone kok malah gak tahu sama sekali sejarah tanah kelahiranku… sudah lama saya cari info tentang sejarah kota bone dan akhirnya dapat meskipun amat-amat singkat tapi gpp lah yang penting di benakku sudah ada gambaran tentang tanah bone ini…… “Taro ada taro gau, sipasseddiki ri tongengnge” Salam saudara2ku tercinta yang ada di bone sana….

sidaus dibahas juga di dalam Mei 7, 2008 pada 11:25 am | Balas

  1. Elo Hebat chenk benk, yaa

temen elo dibahas juga di dalam Mei 10, 2008 pada 12:41 pm | Balas

  1. Andi, Baso, Karaeng, Datu, King, Queen hanyalah sebuah PEMBERIAN dari orag banyak. Gelar tersebut AWALNYA disematkan kepada mereka yang BERHASIL MELAMPAUI PENCAPAIAN PENDAHULUNYA. RAJA diangkat oleh sekumpulan orang yang setia menjadi pengikutnya untuk memimpin suatu negeri -lihat pinsip-prinsip berdirinya sebuah negara.

temen elo dibahas juga di dalam Mei 10, 2008 pada 12:42 pm | Balas

  1. Assalamu alaikum,
    I am so sorry, but my Bahasa Indonesia is not up to understanding whether one of the entries after mine of Maret 31, 2008 is a reply to it. Could someone look and translate for me?

Terima kasih banyak,

Wassalam

Hans de Koning

Hans de Koning dibahas juga di dalam Mei 18, 2008 pada 9:59 am | Balas

  1. Kelihatannya sejarah tidak mengklaim penghianat untuk Negara Kesat RI si Daeng Serang tsb alias aru di palakka thn 1667.(Maaf jangan sebut aru palakka karena aru palakka ada beberapa orang silih berganti)
    Kelihatannya sejarah tidak mengklaim penghianat untuk Negara Kesat RI si Daeng Serang tsb, Akan tetapi beliau memang bekerja sama dengan Spellman (belanda), dan kapitan joker dalam memerangi Negara Mataram, Negara Padang dan negara Parahyangan diwaktu lampau.
    Dinegara Gowa emang Daeng Serang punya alasan dan strategi tepat untuk menjalin hubungan dengan Belanda untuk memerdekakan diri, Tetapi tdak dengan Negara Mataram, parahyangan, dan juga padang.
    Ingat Sejarah tidak menyebut daeng serang atau aru palakka (1667)sebagai penghinat RI. Tetapi sejarah hanya menyebutkan bahwa emang blio kerjasama demngan VOC memerangi Parahyangan, Mataram, BANTEN, PADANG dan Gowa.
    Ga ada yg pernah nyebut blio penghianat bagi Negara RI. Tetapi kalo kerja sama emang iyakan ?!?!?.
    Celakanya saja sekarang orang di bone (bukan maksud saya orang bugis)membuat patungnya gede banget, seolah-olah orang bone lebih awal merdeka dari RI. Seolah-olah dijajah belanda 300tahun tidak seberapa pahitnya dibanding dijajah Gowa yang hanya 30tahun saja.
    Apakah setelah bone merdeka dari Gowa Via bantuan belanda negara bone sudah tidur nyenyak??? tidakkan ! lalu koq kenapa terlalu membesar-besarkan sesuatu yang dapat menjadi pemicu gesekan????
    Orang bone kan banyak pahlawan lainnya sperti Arung Labuaja, Latemmasongeng, Arupalakka ke sekekian setelah arupalaka si deang serang.
    Jangan memaksakan sesuatu yang mengesani diri kaum yg exlusive.
    Sudahlah perihal Daeng serang yg penting ngak disebut penghianat Negara RI, dan bliokan cuma disebt kerja sama dgn VOC untuk taklukkan Mataram, Banten, Gowa dan padang. Sekarng yang penting mana loyalitasmu untuk Republik ini. Oke

i_makkulau_dg_sijara dibahas juga di dalam Juni 1, 2008 pada 3:39 pm | Balas

  1. Setahu saya yang memakai gelar Daeng Serang juga banyak . Bukankah Daeng Serang gelaran bangsawan tinggi yang diberikan oleh kerajaan Gowa. Ada Juga yang namanya Andi Djonjo Daeng Serang Karaeng Lembaparang Arung Barru. Dan daeng serang lainnya. Biar tidak sama sebut saja Petta Malampe Gemme’na atau Datu Tungke’na To Ugi. Sebagai warganegara Indonesia yang menjalankan demokrasi sudah sepatutnya saling menghargai. Saya rasa tiap tiap daerah juga ada icon nya masing masing, betul atau tiadk?. Mau bikin patung pahlawannya sebesar apapun seperti statue Liberty juga ngga apa apa kok, asal jangan pakai uang dari hasil mencuri atau korupsi.

Andi M. Irvan Z dibahas juga di dalam Juni 7, 2008 pada 2:24 am | Balas

  1. saya ingin tahu tentang silsilah kerajaan Bone mulai Raja pertama sampai terakhir? Tolong dijawab

ANDI COPPO SAPPEWALI dibahas juga di dalam Juni 30, 2008 pada 7:03 am | Balas

  1. to: ANDI COPPO SAPPEWALI

Silakan kunjungi Mr. Google, dan ketik Akkarungeng ri Bone, Anda akan mendapatkan yang ingin Anda ketahui. Namun harap siap-siap untuk kecewa, karena cerita diawali sebuah mitos

selamat berpetualang.

La Baco dibahas juga di dalam Juni 30, 2008 pada 9:44 am | Balas

  1. to: Andi M. Irvan Z

Apalah arti sebuah nama, begitu kata Skakespeare. Persamaan nama tidak akan menghilangkan kepribadian seseorang. Apalagi, makna pa’daeng’an atau pa’pettaan hanyalah sekadar pemberian dari orang sekelilingnya. Pa’daengan/Pa’pettan biasanya disematkan oleh keluarga besar sebelum disosialisasikan kepada masyarakat luas. Pemberian gelar biasanya menunjuk pada karakter, kebiasaan, differential seseorang. Begitupun Arung, Arung Palakka misalnya, digelari oleh karena diwariskan dari darah ibunya.

Salam,
ATANNA ALLAH TA’AALA

La Baco dibahas juga di dalam Juni 30, 2008 pada 9:51 am | Balas

  1. saya berdarah bone (ibu asli orang desa mallari-awangpone)menurut cerita dari keluarga yang didesa mallari dan maccope,.konon katanya ” lebih tua (kakak = mappadarane’i) yang di awangpone dari raja yang dibone” dan menurut cerita tante2 dan paman2 yang tinggal di desa mallari dan maccope”awangpne” katanya ” akkarungeng(silsilah)raja kami “diturungkan” oleh ADE PITU’E karena kedapatan makan “dipinggir” jalan..heheheheheeeeeee…..apa benar atau tidak wallahu alam bissawab…mohon penjelasannya yang lebih mengetahui cerita ini…

Irfan_AB dibahas juga di dalam Juni 30, 2008 pada 12:46 pm | Balas

  1. saya masih berdarah BONE (AWANGPONE)tapi belakangang ini semangat saya berkobar kalau membaca sejaraha KERAJAAN BONE,..sekedar berbagi cerita…mungkin cuma kebetulan,..pada saat saya kejakarta dalam rangka mengikuti test kerja,..dan sempat tinggal/bekerja di jakarta lalu saya membeli PETA jakarta (kebtlan belum memahami ibukota jakarta)…tapi yang anehnya..secara kebetulan saya kewarnet dan ngeprint patung ARUNG PALAKKA.lalu saya memasang/tempel DIATAS peta ibu kota jakarta….dari sinilah saya selalu mencari info tentang ARUNG_PALAKKA,..dan ternyata ARUNG PALAKKA pernah Kejakarta dan sempat menjadi JAGOAN ditanah BATAVIA…cara kebetulan yang menurut saya ” ANEH” karena saya selalu mencari info tentang ARUNG PALAKKA dan sampai sekarang kujadikan sebagai INSPIRASI…sampai aku menemukan blog ini…SAYA BARU MENYADARI TERNYATA RAJAKU Seorang PETARUNG dan SEORANG RAJA YANG GAGAH dengan TUBUH yg BEROTOK dan Dengan RAMBUTNYA yg PANJANG terurai

Irfan_AB dibahas juga di dalam Juni 30, 2008 pada 1:07 pm | Balas

  1. TO. La Baco

Terima kasih, mungkin lebih tepat surat di atas di tujukan pada I_Makkulau_Daeng_Sijara. Kalau saya Alhamdulillah sudah mengerti sejak lahir mengenai apa yang Kanda Baco terangkan kepada saya. Coba baca lagi keterangan dari teman kita I_Makkulau_Daeng_Sijara. Terima kasih Kanda Baco. Salam sejahtera.

Andi M. Irvan Z dibahas juga di dalam Juli 2, 2008 pada 2:39 am | Balas

  1. ambe ku to ugi.
    indo ku to sunda.

tapi saya bangga dngan suku bgis,

apalagi kalo denger lagu bugis yabe lale.
ehhhhhhhhhhhhhh, rasanya gimana gtu

ALFI MUHAYYAR dibahas juga di dalam Juli 5, 2008 pada 7:46 am | Balas

  1. Saya Asli Bone, tp saya benar2 buta akan sejarah tanah kelahiran
    Alhamdulillah..Akhirx saya menemukanx di forum ini
    dan sejarah2 ini semakin membuat saya bangga sebagai orang
    [ B ] [ O ] [ N ] [ E ]

Ashly dibahas juga di dalam Juli 7, 2008 pada 1:48 pm | Balas

  1. Saya pernah dengar bahwa Islam pertama kali masuk di BONE melalui Tanjung Pallette (Skr Jadi Tempat Wisata No.1 di BONE,Alhamdulillah)
    Apakah Rekan2 sekalian ada yang punya sejarah tentang itu…???????

Jujur, saya jadi penasaran…maklum saya dilahirkan di daerah tsb

Thanks B4

Ashly dibahas juga di dalam Juli 7, 2008 pada 1:54 pm | Balas

  1. Mungkin perlu di bangun suatu diskusi budaya yang terkait perkembangan Kabupaten Bone, dan diharapkan setiap masyarakat yang memiliki pikiran-pikiran baru, dapat disumbangkan kepada pemda bone, sehingga warga bone memberikan sumbangan bagi kemajuan Bone (khususnya di luar Kab Bone domisilinya) di masa mendatang, baik itu fisik, pikiran maupun material, sehingga suatu saat kita kembali ke Kab. Bone tidak hanya mendengarkan ide-ide pemekaran tetapi bagaimana kemiskinan masyarakat kab. bone tidak ada lagi.
    Mungkin perlu kita gali apa-apa saja kearifan lokal yang ada di kabupaten bone yang merupakan modal dasar dalam memerangi kemiskinan yang masih ada di Kabuten bone.

Salam
Bustang A. Mappaseling

bustang A.Mappaseling dibahas juga di dalam Juli 8, 2008 pada 8:12 am | Balas

  1. Assalam Mualaikum Wr Wb, nama saya Eddy Yusup Orang tua ( Ibu )saya asli Makassar, tapi saya lahir pun di makassar, saya sangat sangat tertarik dengan perjalanan sejarah sulawesi selatan terutama Bone , tapi saya masih sangat Awam. apakah ada di antara saudara disini yg dapat membantu saya mendapatkan silsilah raja Bone dan keturunananya. .

sebelumnya saya ucapkan banyak terima kasih .

Salam.

Eddy Y
0818818124 di Banten.

Eddy Y dibahas juga di dalam Juli 11, 2008 pada 9:29 am | Balas

  1. Kebetulan nama saya diambil persis nama kakek saya yang berasal dari Bugis. Ada kebanggaan tersendiri dalam dada saya, mana kala mengetahui hal ini. Kakek saya konon ceritanya berasal dari daerah Salomekko, Bone. Cuma beliau beranak pinak di pulau Sumbawa. Karena beliau menikah dengan seseorang yang keturunan bugis juga yang berasal dari daerah Kajuara. Saya sangat berharap sekali apabila ada yang tau sejarah awal mulanya orang-orang dari bugis hijrah ke pulau sumbawa. Oya saat ini saya berdomisili di Yogya. Bagi yang punya kamus bahasa bugis, boleh lah kiranya kita berbagi …

Barakkasih D Marakka dibahas juga di dalam Agustus 1, 2008 pada 11:11 am | Balas

    • assalamu alaikum,nama saya alviandi bapak saya berasal dri bugis bone,saya syukur alhamdulilla teryata kerajaan bone sangat tekenal di kaltim kususnya daerah balikpapan,di sini orang2 sering sekali menayakan kisah prjalananya bugis bone walaupun saya hanya bisa jawab seadanya aja,tapi mereka senang apalagi temanq yang suku jawa,,..makasi atas semuanya

alviandi dibahas juga di dalam Agustus 13, 2010 pada 3:51 pm | Balas

  1. Assalamu alaikum…
    saya Andi.dulhan,saya adalah cucu dari La Tenri Bali matinroe ritengngana soppeng dan ibu saya adalah keturunan dari Arung Awo,Saya menyarankan agar dewan adat saoraja di tanah Bone menerbitkan sertifikasi dalam hal pemberian gelar Andi dan gelar kebangsawanan laiinya karena saat ini banyak orang mengaku-ngaku sbg arung tp nyatanya bukan dalam hal ini kita sangat perlu mengikuti kemajuan jaman namun tetap mempunyai identitas.

Andi.Dulhan dibahas juga di dalam September 14, 2008 pada 6:56 am | Balas

    • kaya dapat gelar sarjana gitu,..heheeee.boleh222,..:)

petta matinroe ri angakalungunna dibahas juga di dalam Juni 7, 2009 pada 6:41 pm | Balas

  1. Ass.wr.wb. Agatu kareba tau madecengna bone?satu hal yg perlu dipertentangkan mengenai akkarungeng dibone krn memang itu mrpakan ciri,karakter dan sifat yg tertanam dlm hati msg2 warga khususx tau bone..tp bukan jg utk dijadikan suatu alasan bahwa dgn adax gelar bangsawan yg melekat pd diri kt terus dada dibusungkan seakan akan mau ditakuti atau disegani..tp bgmn spy dgn adax gelar yg melekat pd diri kt semakin kt menghormati org yg tdk punx gelar apa2.sy hidup dipapua melihat,bahwa org sini tdk tau apa2 ttg gelar itu tp bgmn org diseputar kt bs menghargai tanpa ada gelar apa2 dan itu mgkin lebih terhormat.(sellek’ku maneng lao ri’idi puangku malebbie ampena)

Hidayat.. dibahas juga di dalam September 16, 2008 pada 4:49 pm | Balas

  1. Ass.wr.wb. Sy keturunan dari gantarang bulukumba yang menurut cerita berasal dari bone. Saya cucu dari mappamadeng daeng malette di gantarang bulukumba, anak dari mapparemma daeng palopo, anak dari mattoreang daeng siampo, anak dari petta cabalu yang konon meninggalkan bone. Petta cabalu sendiri konon saya dengar keturunan dari raja bone yang ke berapa saya lupa2 ingat tapi yang saya ingat yang meninggal d malimongang dan mendapat gelar “matinroe ri malimongang”. Yang saya ingin tanyakan apakah ada informasi tentang silsilah dari mappamadeng dg mallette yang anda ketahui karena menurut cerita keluarga saya lontara dari mappamadeng daeng mallette di bakar sendiri oleh sepupunya sewaktu menjabat karaeng gattareng, dan apa penyebab dari perginya petta cabalu dari bone bersama seluruh keluarga dan pengikutnya?? Satu lagi kalo ada informasi yang anda punya mengenai siapa2 saja yang pernah memerintah d gantarang bulukumba? Karena sepengetahuan saya Lontara yang ada d bone pasti menuliskan siapa2 saja yang memerintah d daerah yang termasuk wilayah bone. Mohon penjelasannya lebih kurangnya mohon maaf dan terima kasih.

salam

Abdillah Gattareng

abdillah gattareng dibahas juga di dalam Oktober 3, 2008 pada 6:45 pm | Balas

  1. knp sejarah arung kajuara g di muat misalnya
    H.andi tappu,arung maccambangge
    dan kisah H.bune daeng mantana

adrian dibahas juga di dalam Oktober 9, 2008 pada 4:06 pm | Balas

  1. tolong dimuat foto ade`pitue n jelaskan nama-nama beliau
    soalnya kami dari keturunan arung kajuara dan ingin tau lebih jelas kisahnya
    dilain hal banyak yg mengaku-ngaku dari keturunan raja kajuara tp belum tau sejarah neneknya (arung-arung)
    tolongdimuat segera….

adrian dibahas juga di dalam Oktober 9, 2008 pada 4:11 pm | Balas

  1. boleh tahu indentitas asli abdillah gattareng?

muhtasyar dibahas juga di dalam November 8, 2008 pada 4:37 pm | Balas

  1. […] Sejarah Tanah Bone […]

Asal mula Daerah ku ces « Fery07041’s Blog dibahas juga di dalam November 17, 2008 pada 5:46 am | Balas

  1. KO` sejarah arung kajuara misalnya H.Bune daeng mantana belum dimuat sampai sekarang..?????

dan kisah arung kajuara petta maccambbangge h.A.Tappu jg belum dimuat..???

kami cucu2nya ingin mengetahui kisah beliau..

tolong dimuat….mohon infonya…

a.adrian bone dibahas juga di dalam November 29, 2008 pada 10:43 am | Balas

  1. sebagai org bone hendakx menghormati leluhur, baik menghargai apa yang mereka tinggalkan maupun dengan membersihkan nmax dari pencitraan2 yang tdk baik bagi leluhur kta. latenritatta merupakan pahlawan nusantara yang telah membebaskan bangsax dri penindasan, patut kta jga nma baikx

andi moehammad satria dibahas juga di dalam Desember 1, 2008 pada 9:09 am | Balas

  1. apakah sejarah arung kajuara sudah ada…????

kami ingin sekali tau…sejarah mereka…

tolong dimuat..

A.adrian dibahas juga di dalam Desember 2, 2008 pada 2:25 pm | Balas

  1. Salam perkenalan buat semua.

Saya berketurunan Bugis dan kini menetap di Malaysia. Menurut almarhum datuk saya (sebelah ayah), keluarga kami berasal dari keluarga diraja Bone. Manakala sebelah ibu pula berasal dari keluarga diraja Bugis Riau. Kami hanya dapat mengesan 9 keturunan dan nama2 terakhir adalah – Petta Moin, Petta Basok, Petta Magawok(ejaan??). Menurut salasilah juga, Petta Basok mempunyai saudara bernama Petta Sulung dan Petta Bampek.

Saya ingin sekali bertemu kenalan baru dan juga ahli keluarga yang telah lama terputus. Diharapkan sesiapa yang mengenali atau dari keturunan tersebut diatas dapat menghubungi saya.

Terima kasih.

Azli Zainal dibahas juga di dalam Desember 17, 2008 pada 5:21 pm | Balas

    • Salam kenal saudaraku Azli Zainal lewat FB, sepertinya kita ini ada hubungan famili untuk lebih jalasnya bisa kita berkenalan lewat FB, untuk mengurut nenek moyang kita, tank’s

A. Bachtiar M dibahas juga di dalam Desember 8, 2010 pada 1:02 am | Balas

  1. sirus baru http://www.myheritage.com/FP/family-tree.php?s=50124411&treeMode=canvas

Ceri dibahas juga di dalam Desember 21, 2008 pada 1:49 pm | Balas

  1. semoga masyarakat bone dapat memahami sejarah bone

adly nq dibahas juga di dalam Desember 29, 2008 pada 3:13 pm | Balas

  1. Bapak Andi Baso Hamid mohon infonya tentang silsila kerajaan tojo yang ada di sulawesi tengah menurut informasi yang saya dapat bahwa yang memimpin kerajaan tojo dari bone

idham dibahas juga di dalam Januari 5, 2009 pada 1:24 am | Balas

  1. pahit memang tong di dijajah gowa, kasian sampai sekarang belum sembuh-sembuh lukanya ckckck, sembuhkan mi luka jiwa ta. Menyimpan -nyimpan jadi penyakit hati saja, tanda kekerdilan jiwa

la engka tatta dibahas juga di dalam Januari 20, 2009 pada 3:57 am | Balas

  1. Back to Sent Mail

kami keturunan langsung petta paladeng/petta punggawae/arung labuaja
From: Muhammad Syaiful Iful
To: webmaster@bone.go.id
All recipients (2)
Date: Sab 17-Jan 2009 00:02:19
tabe puang…..!
setelah kami bersurat ke dirjen pariwisata dan tembusan menteri,,alhamdulillah kami mendapat respon balik dari bapak menteri,dan selanjutnya kepada pemda kab.bone agar peninggalan sejarah leluhur kami yakni PETTA PALADENG ATAU PETTA PUNGGAWAE ATAU ARUNG LABUAJA yang makam dan kuburannya sekiranya dapat dibenahi yang terletak di desa bengo,kec.lappariaja(lapri),ini adalah peninggalan sejarah dunia khususnya perjuangan kerajaan bone dalam mengusir penjajah belanda tapi apa yang terjadi pemda kab.bone betul2 sangat tidak memperhatikan makam-makam tersebut.sekiranya ini adalah aset dan modal bagi masyarakat dan pemerintah kab.bone untuk segera melakukan aksi nyata dalam mempertahankan dan melestarikan sejarah dunia tersebut,ini sangat disayangkan krn akses jalan begitupun kondisi makam tersebut sdh terkoyak dengan tangan-tangan yg tdk bertanggung jawab dan insya Allah kami akan mengutus peneliti dari jawa dan australia untuk melakukan perbaikan sejarah
utamanya peran serta PETTA PALADENG /PETTA PUNGGAWAE / ARUNG LABUAJA dalam mempertahankan kerajaan bone di kala itu krn nama leluhur kami seakan tenggelam di telan bumi,olehx pesan dari sanak keluarga,cucu,cicit dan handai taulan dan para keturunannya “SAATNYA KAMI BANGKIT KARENA BANGSA YANG BESAR ADALAH BANGSA YG MENGHARGAI JASA PAHLAWANNYA” bangunlah bone sebgai kota raja bukan membangun korupsi,nipotisme atau sejenisnya yg akan menyensarahkan masyarkata bone,jangan ambil yang bukan hakmu.
terima kasih.
muhammad syaiful petta paladeng,se

muh.syaiful petta paladeng dibahas juga di dalam Januari 21, 2009 pada 7:00 pm | Balas

  1. Asseddi manekki ana’ bone engkae di makassar

Chonk nebo dibahas juga di dalam Februari 3, 2009 pada 12:49 pm | Balas

  1. sblumnya perkenalkan, Q safrul, skarang dbogor skul, anak boneji jg.
    saya ingin tahu gimana dengan ponggawa, siapa2 saja yg pernah menjabatnya?terutama andreguru, krna kakek sy dlu jg mrupakan andeguru.mhon jwbannya

safrul dibahas juga di dalam Februari 21, 2009 pada 7:18 am | Balas

  1. salam,sya safry..mcari keturunan leluhur saya..tukang pasir(nama lain tidak silap saya,mambeng pagelak pangeran dipatik anum)..merantau dari tanah bone ke sabah dan berkahwin dengan wanita tempatan suku suluk,bernama inda mahani.dikurniakan 5 cahayamata(abdul alip,wak dullam,wak dupakkal,wak donggek dan chekki(putri)..moyang saya tukang pasir dikebumikan di pulau dewa.sabah.manakala isterinya di nunukan,indonesia brsama dengan anaknya yang lain..kecuali datuk saya abdul alip..arap sesiap yang dapat membantu sila hubungi saya..kerana saya dan keluarga sedang mencari keturunan yang lama terpisah dan ingin membukukan silsilah keturunan moyang saya..arap sangat2..email saya:safry83@gmail.com

safry83 dibahas juga di dalam Maret 8, 2009 pada 3:13 pm | Balas

  1. salam…pada semua saudara sebangsa khususnya bugis bone,arap kalian sudi bertukar pendapat dan memberitahu apa yang saya tidak tahu tentang leluhur saya…

safry83 dibahas juga di dalam Maret 8, 2009 pada 3:26 pm | Balas

  1. saya yg punya keturunan bone khususnya kajuara mrasa buta dengan silsilah saya. saya blum pernah menginjak tanah leluhur saya, saya di lahirkan di riau orang tua saya petta sabbi dari kajuara. mungkin ada kerabat yg kenal mohon petunjuk. insyaAllah tahun ini dapat menginjak tanah leluhur di kajuara.

burhan dibahas juga di dalam Maret 10, 2009 pada 2:40 pm | Balas

  1. Dear all;

This is a very interesting meeting of interesting people.I would like to come into contact with descendants of Bugis/Makkasar kings.I have pedigrees of them all and also very much old pictures of raja2.
I am a researcher concerning the kerajaan2 Indonesia.I can understand Indonesian,but I would like to communicate in WEnglish,so that everyone understands it.I hope,that Mr. hans de Koning can contact me.
Please contact me directly at my e-mail box.

Hormat saya:
DP Tick gRMK
secretary Pusat Dokumenatsi kerajaan2 di Indonesia “Pusaka”
pusaka.tick@tiscali.nl

D.P. Tick gelar Raja Muda Kuno dibahas juga di dalam Maret 21, 2009 pada 8:35 pm | Balas

  1. ass,Maaf saya cuma mau bertanya di mana makam petta matinroe tana to paccing di bone, soalnya menurut ayah saya dia adalah cicit dari ayah saya, dan jg keturunan dari petta janggo dan petta bettae.

trims wassalam

A.Ramir syam dibahas juga di dalam April 27, 2009 pada 1:03 pm | Balas

  1. L.S.;

Looking for a picture of Andi Baso Hamid;chief dynastycouncil of Bone.And some info of FKKAS.

Thank you.

Hormat saya;
DP Tick gRMK/Pusaka.

D.P. TickgRMK dibahas juga di dalam Juni 7, 2009 pada 7:23 pm | Balas

  1. Assalamu alaikum Wr.Wb.

Salam kenal semuanya buat selessureng malebbiku ya maneng….

Saat ini saya di Jakarta, saya masih keturunan yang bergelar Daeng dan Andi.

Harapan saya buat pembuat situs agar bisa kita bersama-sama membentuk komunitas warga Bone di Jakarta.

Sekian dari saya tenna podo to pada selamakki rilino na riakhera…Aamiin Ya Rabbal Aalamiin.

Wassalam,

Muhammad Ustman Marudani

Muhammad Ustman Marudani dibahas juga di dalam Juni 10, 2009 pada 12:41 pm | Balas

  1. bone tana kelahiran saya, konon saya berasal dari cicit arung masago, anak dari dari la mandaremmeng arung segeri. pesan saya jadikan bone kota maju bukan kota federal atau kota fiodal

andi dahlan dibahas juga di dalam Juli 14, 2009 pada 5:51 am | Balas

  1. walaupun aq ngk pernah ke bone tp aq bangga sebagai orang bugis bone.

OVHANK dibahas juga di dalam Juli 20, 2009 pada 9:08 am | Balas

  1. bandara udara di bone kapan jadi, biar aq gampang pulang ke bone n ngk lewat makassar lg.

OVHANK dibahas juga di dalam Juli 20, 2009 pada 9:12 am | Balas

  1. banggalah kita yang menjadi orang BONE,karena BONE merupakan daerah yang penuh dengan sejarah,kota BONE adalah kota beradat, jadi mari kita lestarikan budaya BONE,dan memajukan kabupaten BONE.EWAKO BONE,KO MUASENG ALEMU TO BONE,AJA MUELO DI PAKASIRISI POLE TO LAINGNGE…….

ardhy dibahas juga di dalam September 2, 2009 pada 11:52 am | Balas

  1. Ass.. Kalau boleh tau silsilah kakek saya yg bernama andi makkanessa petta jeppu,yg kuburannya di lappa riaja.mohon bantuannya.

Sari dibahas juga di dalam September 7, 2009 pada 1:58 pm | Balas

  1. mohon maaf sebelumnya. saya mau tanya apakah dalam silsilah kerajaan bone dikenal Petta maddeppa patellang ri amali? mohon penjelasannya

rusdi dibahas juga di dalam September 25, 2009 pada 1:26 pm | Balas

  1. Saya membaca dalam Sejarah Daerah saya yakni Kerajaan Muna, ada utusan Raja Muna La Ode Husein (Omputo Sangia) datang ke Sulawesi Selatan untuk menjalin persahabatan dengan Bone. Disebutkan bahwa saat itu Gowa berperang dengan Bone. Raja Gowa saat itu adalah Ismail La Parepa to Sope Wali, yang tidak lain adalah putra Raja Bone La Patui. Apakah ada nama Raja Bone yang bernama La Patui.

Pada dahulu banyak orang-orang di Sulawesi Selatan menggunakan kata La sebelum penyebutan nama untuk laki-laki untuk perempuan. Kenapa saat ini hampir tidak ada lagi, hanya Muna dan Buton saja yang memakai Kata “La” itu.

La Ode Amir Jaya, S.Si dibahas juga di dalam Oktober 17, 2009 pada 12:09 pm | Balas

    • ada Beliu beernama La Patau Matanna Tikka, Beli Adalah Raja Bone Ke-16 (1696-1714)

Taslim dibahas juga di dalam April 25, 2011 pada 1:17 pm | Balas

  1. Dear all;

According to the info I have Somba Ismail La Parepa To Sape Walie Karaeng Anamoncong was born 1690 as son of Arumpone La Patui of Bone and Karaeng Patukangang of Gowa,the daughter of Somba Andul Jalil Mappadulung.Somba Ismail was also raja of Soppeng 1720-24 and of Bone 1720-24(died 1-4-1724)of Gowa 1709-11.Karaeng La patau is a well-known king in Bugis history.
Thank you.

I am now contributing to an encyclopedybook project about f.i. the ca. 300 dynasties of Indonesia.Any info about the present rajas,dynastychiefs and main person in the dynasty of each Bugis area(the kerajaan2)are very welcome.Also pictures of them.I alerady have of course some desired picture and info about them f.i. Gowa,Sanrabone,Soppeng,Bone and Barru.

Thank you for all.

Hormat saya:
DP Tick
pusaka.tick@tiscali.nl
Vlaardingen/Holland

DP Tick gRMK dibahas juga di dalam Oktober 17, 2009 pada 3:05 pm | Balas

  1. apa btul? pda tnggal 25 oktober nNti akan ada kejadian yg menenggelamkan bone latenri tatta.

dhimank dibahas juga di dalam Oktober 21, 2009 pada 3:18 am | Balas

  1. Ass. Dgn tidak mengurangi rasa hormat saya pada pengurus web ini dan jg sdr2 semua…mohon maaf sebelumnya jika apa yg saya sampaikan ini bukan pada tempatnya…adakah diantara sdr2 pengunjung web ini yg bisa memberi informasi tentang silsilah keluarga dari org tua saya…nenek saya bernama Andi Tija dan menikah dgn Kaseng yg kemudian menetap d tanah Luwu ( Palopo )sampai akhir hayatnya. Beliu mempunyai sdri kandung bernama Andi juliana ( Petta Bulang ) yg tinggal d jl. prapanca jakarta…konon “beliau adalah cucu langsung dari mangkau ri Bone” yg merupakan sdr misan dari Arung Palakka. Terima kasih sebelumnya…hormat saya..

Baso tawakkal dibahas juga di dalam Oktober 27, 2009 pada 7:58 am | Balas

  1. tanah bone wanuakku….

wandy dibahas juga di dalam November 20, 2009 pada 8:29 am | Balas

  1. Assalamualaikum Wr.Wb.
    Saudaraku, Kita keturunan Bugis Bone mari satukan barisan bangun Kabupaten Bone yang jauh tertinggal. Kita selalu bangga dengan masa lalu tapi kenyataannya sekarang Bone merupakan Kabupaten Terluas di Indonesia tai terbelakang pembangunannya, siapa yang salah ? banyak kok orang Kayanya, orang pintarnya, orang berpengarusnya, tapi tak pernah bersatu untuk memajukan Bone, kecuali mau Pilkada atau Pemilu baru mengklaim keberpihakan terhadap rakyat Bone……saatnya kita bahu membahu mengejar ketinggalan ini . Ewako , Taroi siri riwatang kalemu ko muasengngi Ugi alemu…

Marewa Tona Marewa dibahas juga di dalam Desember 11, 2009 pada 4:15 pm | Balas

  1. assalammualaikum WrWb.saya adlah keturunan bugis….sejarah leluhur saya smpai saat ini msh sngat sy butuhkan.leluhur saya bernama daeng hamid berasal dr kp.pisang yng ktnya tlah menjdi plbhn bsr.beliau pndah ke BULUKUMBA.slh stu dr anknya yg bernm Daeng supu merntau dng menggunakan pinisi mnj ke p.sambu & akhirnya menetap di P.ROTE NTT kr2 pd th 1900.silsilah yng sy dptkan yaitu Daeng hamid mempmyai ank daeng supu..daeng supu mempunyai anak Daeng simin.D simin mnkh dngn ank dr ktrnan raja rote brnm SARAH HAILITIK(siti Khodijah) mndptkan 2 ank yaitu Daeng Supu (opa saya)& Daeng Soleh.buat sdr2ku apabila ad yg mengthui silsilah kturnan kmi ini,tlg hub sy di no.081373917618 atw e-mail di bwh ini.ats perhtiannya & bantuannya sy ucapkan trm ksh

rio F Fahlevi dibahas juga di dalam Januari 8, 2010 pada 9:13 am | Balas

  1. Dear Sir;

I have via via contact with the present dynastychief of Bulukumba.
The Hailitik clan is part of the greatfamily of Kiukanak,which is part of the rajatribe of the most important kerajaan of Pualu Rote/NTT:Termanu.The rajatribe is called Seni Tola.
I have contact via my raja(of Kupang)with the raja dynasty of Termanu.His mother was a daughter of a former raja/manek of Termanu.
When you want to know more about this you can mail me at pusaka.tick@tiscali.nl .

Thank you.

Salam hormat:
DP Tick gRMK
secr. Pusat Dokumentasi Kerajaan2 di Indonesia “Pusaka”
Vlaardingen/Holland

DP Tick gRMK dibahas juga di dalam Januari 8, 2010 pada 10:11 am | Balas

  1. Bone, yang berarti “tulang” dalam bahasa Inggris, secara tidak langsung melambangkan kekokohan dan ketegaran Bone dalam memegang prinsip “Aada na Gau’….”

Hasan Musthofa dibahas juga di dalam Januari 9, 2010 pada 3:40 am | Balas

  1. oh sx jg anak bugis yg bertempat di soppeng jangan ada yg memhina bone..tabe cedde’di lolalo ana bugis bone soppeng…jangan ki mrh di…

ichal dibahas juga di dalam Januari 14, 2010 pada 5:38 pm | Balas

  1. nama kakek ku kaseng,,dngr crita2 kakek q kturunan bone,,

bonet dibahas juga di dalam Februari 25, 2010 pada 7:51 am | Balas

  1. ass.nama saya Muhammad Agus Bin Kattu bin Dulla bin Katutu saya anak bugis bone lahir di polmas,…. terkadang kalau aku ketemu dgn orang pintar selalu mendahului saya dengan pertanyaan “anak orang bone yach, keturunan bangsawan yach…..” aku terkadang malu krn sy dilahirkan dari bapak/ibu keturunan rakyat jelata (petani)skrn ini saya menjadi anggota di salah satu instansi pemerintah, terkadang dimana aku bertugas apakah itu di mamuju, makassar, ternate dan di jawa orang2 selalu menganggapku keturunan orng baik2 dan bangsawan, yang sy mau tanyakan…. apakah keturunan bangsawan itu menmpunyai tanda2/ciri khusus tersendiri yang terkadang orang lain bisa mengetahuinnya……walau tidk di embel-embeli namanya dengan andi, baso, puang dsb. sy mhn jawabanya. trims

muhammad agus dibahas juga di dalam Maret 28, 2010 pada 8:27 am | Balas

  1. saya andca, saya keturunan bone aslli, yang mau saya tanyakan yaitu tentang sejarah lamellong yang konon katanya cerdas.

ansar dibahas juga di dalam April 9, 2010 pada 6:37 pm | Balas

  1. Teman-teman dalam milis ini ada yang bisa jelaskan dari mana mama BONE berasal? karena menurut cerita yang saya dengar nama BONE (Bugis)berasal dari Tana TORAJA tepatnya Kec. Saluputti. Karena menurut cerita orang tua konon pada saat itu ada anak dari ARUNG BONE (penguasa pada masa itu) yang diusir dari BONE (Toraja) karena melakukan kesalahan besar. Dia hanya dibekali bibit pohon beringin, dan pesan dari ayahnya (ARUNG BONE) dimanapun daerah yang kamu tinggali nantinya berilah nama sesuai dengan nama daerah asalmu. Akhirnya dia tiba di daerah yang baru dan sesuai dengan amanat dari ayahnya dinamailah daerah itu BONE kemudian pohon beringin ditanam sebagai tanda sama seperti daerah asalnya di Tana Toraja. Konon pohon beringin itu masih ada sampai sekarang.
    Sampai sekarang gelar ARUNG BONE masih dipakai oleh keturunannya.

Mr. Golden dibahas juga di dalam April 29, 2010 pada 12:52 am | Balas

  1. Ada yg bisa memberi informasi kenapa sejarah Bone di situs http://www.royalark.net/Indonesia/bone.htm tidak bisa lagi di akses ? Padahal saya senang dan sering membaca silsilah Raja-raja Bone di situs itu. Bila membaca buku The Heritage of Arung Palakka karya Leonard Y. Andaya maka hubungan antar kerajaan di Sulawesi Selatan seakan sudah “tanpa batas” lagi. Karena Arung Palakka La Tenri Tatta menyadari bahwa beliau tidak punya keturunan maka menyiapkan kemenakannya La Patau sebagai pewaris. Untuk mengamankan La Patau, maka beliau mengatur perkawinan politik dengan anak raja dari kerajaan besar lainnya di Sulawesi Selatan seperti Luwu, Gowa, Wajo, dll. Sehingga dapat dikatakan, setelah era La Patau maka seluruh raja-raja di Sulawesi Selatan masih memiliki ikatan kekerabatan yang sangat dekat. karena itu saya mengatakan sudah “tanpa batasan” lagi. Contoh nyata adalah, Mangkau di Bone bisa menjadi Somba ri Gowa dan sebaliknya. Demikian pula dengan kerajaan lainnya. Karena itu tidak relevan lagi berbicara dengan cara kotak-kotak, namun sebaiknya berbicara silsilah dan hubungan-hubungan kekeluargaannya. Wassalam.

Tallu Roda dibahas juga di dalam Mei 24, 2010 pada 2:21 am | Balas

  1. pambil lah segala contoh yang baik,yang telah diperagakan para pejuang terdahulu dan lupakanlah segala perkara yang negatif,anggapalah sebagai suatu pelajarang yang berguna,fastabikulkhaeraat;berlomba lombalah kita berbuat baik ‘

bugis malaysia;

petta patau dibahas juga di dalam Mei 26, 2010 pada 6:51 am | Balas

  1. Saya kembali membuat catatan sekarang saya bersomisili di Maros setelah bulan Maret 2008 kembali dari Medan……. kalau melihat silsilah yang saya dapat dari Orang tua….. maka saya akan sedikit uraikan mudah-mudahan ada yg mengetahui dan dapat memberikan sejarah keluarga saya : LAPATAU MATTANATIKA PUATTA PETTA MANGKUE RI BONE MATINROE RI NAGA ULENG MENIKAH DENGAN BAU MARIANG SOMBA RI GOWA & YUMMI DATUE RI LAROMPONG, DATU PAJUNGI RI LUWU MARINROE RI BOLA JALAJJANA KALAU SAYA BERASAL DARI ANAK BAU MARIANG YAITU LAPARIPUNGENG LASAPPEWALIE PETTA MANGKUE RI BONE SOMBA RI GOWA PAJUNGI RI LUWU MATINROE RI SOMBAOPU MENIKAH DENGAN ANDI GUMENTIRI ANANNA SYEH YUSUF TUANTA SALAMA MATINROE RI GOWA KEMUDIAN MEMILIKI ANAK YAITU ANDI MASSE LOMO PETTA MATINROE RI SALASSANA NALAO RI LUWU RI PANCAJISI DATU PAJUNG RI TOASE’E RI LU YG MENIKAH DENGAN BAU CAMEDDINI ARUNG SUMALI DAN MEMILKI ANAK BERNAMA ANDI CELLA PETTA BASO MAPPISANGKA YANG MENIKAH DENGAN BESSE TANETE DATUE RI TANETE KEMUDIAN MEMILKI ANAK YAITU ANDI PABBENTENG PETTA LAWA PETTA MATINROE RI CITTA, ANDI PALARUI PETTA TORO PETTA MATINROE RI BARUGAE, ANDI BABANG PETTA MATINROE RI UJUNG LAMURU & ANDI MAKKURADDE KALAU SAYA DARI ANDI PABBENTENG PETTA LAWA YG MENIKAH DENGAN ANANNA DATUE RI CITTA KEMUDIAN MEMILIKI ANAK YAITU ANDI PAROWONGI PETTA SITAMPE PETTA MATINROE RI TOMPOBALANG & PETTA SOLO SAYA DARI ANDI PAROWONGI PETTA SITAMPE YG MENIKAH DENGAN ANDI BESSE PETTA UNGA MEMILIKI ANAK YAITU ANDI MAREWANGENG PETTA SAU MATINROE RI BALOCCI PANGKEP & PETTA WELLE SAYA DARI ANDI MAREWANGENG PETTA SAU YG MENIKAH DENGAN ANDI MINNONG PETTA CINNONG MEMILIKI ANAK YAITU ANDI RAHMAN PETTA LINTA MATINROE RI CABBENGNGE SOPPENG, ANDI HASIA PETTA SIMBA MATINROE RI BADDOKA MAKASSAR, ANDI MAMMA PETTA RANRENG, ANDI KADALANG PETTA KANANG MATINROE RI PANNAMPU MAKASSAR, ANDI PATIMA PETTA UNGA MATINROE RI PANNASSAKANG MAROS & ANDI BORAHIMA PETTA TAMPE KALAU SAYA DARI ANDI BORAHIMA PETTA TAMPE YANG MENIKAH DENGAN MALANG PETTA LUMMU KEMUDIAN MEMILIKI ANAK YAITU ANDI MUHAMMAD AMIN PETTA LIBU, ANDI MUH. NATSIR PETTA TERRU MATINROE RI PANNASSAKKANG MAROS, ANDI MIRAJE PETTA NURUNG & ANDI SYAMSIR PETTA SAU SAYA DARI ANDI MUHAMMAD AMIN PETTA LIBU KEMUDIAN MENIKAH DENGAN HJ. SANTALIA PUANG BAU KEMUDIAN MEMILIKI ANAK YAITU ANDI ASDAR PETTA BASO MAPPISANGKA, ANDI ASNANDAR PETTA LAWA, ANDI ASKANDAR PETTA TAMPE, ANDI ASGAR PETTA LONGI & ANDI ASRIANI PETTA TUNGKE. SAYA ADALAH ANDI ASDAR PETTA BASO MAPPISANGKA MENIKAH DENGAN ANDI SUSDIANA MAWARDI (CUCU DARI ANDI RAHMAN PETTA LINTA). SEMOGA SEJARAH BUGIS DAPAT DI UNGKAPKAN DAN DILESTARIKAN…….. KARENA BANYAK YANG MENYALAHGUNAKAN LONTARA SAAT INI……. TERIMA KASIH

ANDI ASDAR PETTA BASO MAPPISANGKA dibahas juga di dalam Juni 3, 2010 pada 3:59 pm | Balas

  1. Assalamu alaikum wr. wb.
    Saya salah seorang anak bugis yang masih mencari silsilah/kerabat keluarga dari pihak bapak saya. Kakek saya bernama Andi Baso Daeng Mappangile, lahir di Palippu, Wajo dan meninggal di Palu, Sulawesi Tengah. Bapak dari kakek saya bernama La Bassa Daeng Mappuji, lahir di Palippu, Wajo dan meninggal di Sengkang, Wajo. Nenek dari bapak saya bernama Andi Makkalattang, lahir di Pattojo, Soppeng dan meninggal di Palopo, Luwu. Menurut kakek saya, bapaknya La Bassa Daeng Mappuji adalah anak dari Andi Saitong Petta Cidda’ yang berasal dari Mare/Tonra Bone dan meninggal di Tonra’, Bone. Sedangkan Ibunya yaitu Andi Makkalattang adalah bersaudara kandung dengan Datu/Arung Pattojo, Soppeng. Yang ingin saya ketahui dan mohon kepada siapa yang bisa membantu, adalah ingin mencari kerabat saya dari kakek dari bapak saya yaitu La Bassa Daeng Mappuji di Palippu, Attapangnge dan Tancung, Wajo. Berikutnya kerabat saya dari Andi Saitong Petta Cidda’ yang adalah bapak dari La Bassa Daeng Mappuji di Mare/Tonra, Bone serta terakhir kerabat saya dari Andi Makkalattang di Pattojo, Soppeng.
    Saya sangat berharap semoga ada diantara sahabat dan saudara saya di forum mulia ini berkenan dapat membantu.
    Terima Kasih.

Hengky Idrus Andi Mappangile dibahas juga di dalam Juni 5, 2010 pada 3:29 pm | Balas

  1. assalamualikum…saya juga tidak banyak tahu tentang keturunan raja bone,tp saya banyak ingin tahu tentang raja bone.suami saya juga keturunan dari raja bone andi ansar@petta rani jg keturunan dari raja bone.tp kami sdh lama tinggal di malaysia dan ingin sekali tahu tentang keturunan dari raja bone…..

zetiy dibahas juga di dalam Juni 14, 2010 pada 1:35 pm | Balas

  1. knp lapawawoi kr segeri bisa menjadi mangkau dibone? mungkin ada yg bisa menjawab dan menjelaskan asal usulnya sesuai yang sebenarnya, terima kasih..

massalomo dibahas juga di dalam Juni 25, 2010 pada 1:09 pm | Balas

    • bone tidak berasal dari toraja tapi bone artinya kessi.cuma raja bone di asinkn di tator.bone itu berasal dari matajan.dan bone lama ada tiga.yaitu tellunpoccoe.bone soppeng wajo.maaf jgn terlalu maegandai andai…la

lama tjng dibahas juga di dalam Oktober 22, 2010 pada 9:02 am | Balas

  1. menurut info yg sy dengar,lapawawoi kr sigeri tdk menjadi mangkau di bone,jabatan nya cuma jadi 7 wali di Sulawesi

pacar ku sky dibahas juga di dalam Juli 26, 2010 pada 7:56 am | Balas

  1. Tabe….., Kalau kita baca dan mendengar cerita orang tua kita duluh, Karaeng segeri Lapawawoi. diangkat sebagai mangkau di Bone oleh pembesar Belanda karena penghargaan atas jasa-jasanya dalam membantu Belanda, karena beliau adalah seorang pemberani dan ahli perang. Namun pengangkatan itu sendiri tetap melalui persetujuan hadat tujuh Bone.
    Benar apa tidak…., wallahu alam. Trims

D’ Maritengah dibahas juga di dalam Agustus 27, 2010 pada 12:11 am | Balas

  1. Sy Riva’i dari Papua.. ada yang tahu silsilah raja bone?? Mohon sy di dijelaskan…
    Kakek saya namanya Daeng Machora, menurut cerita dia anak ke 13 dr Sultan Bone, tp sy tidak tau sultan bone yg keberapa… Bila ada yang tahu. mohon sy di jelaskan… makasih….

Rivai dibahas juga di dalam September 18, 2010 pada 4:20 am | Balas

  1. ass..msalah siapa yg pantas menjadi arung pone tdk lah penting , yg penting bagimna cara qta agar bone tetep jaya di masa skarang speri makassar skarang yg nota bene adalah bekas kerajaan gowa_tallo,,agar kejayaanx bukan cuma sjarah?? by A IWAN JUANDA ana’bone-gowa

iwan dibahas juga di dalam September 18, 2010 pada 11:00 am | Balas

  1. assalamualaikum.
    sy ingin informasi tentang sejarah bone.. krn baik kakak2 sy dan sy sendiri sering mimpi bertemu kakek2-nenek yang mengaku beliau adalah leluhur sy, akhirnya sy tanya org tua dan kluarga bapak sy kl kakek nenek sy dr garis bapak adalah orng-2 yg brasal dr kerajaan bone/ raja bone. mungkin,,, bapak/ibu, sodara/temen ada yng tau dari silsillh raja ada yg bernama daeng ibrahim/syekh ibrahim/imam ibrahim bisa email sy. di hasna_laduna@yahoo.com. trimakasih….

hasna dibahas juga di dalam Oktober 15, 2010 pada 2:41 am | Balas

  1. assalamu’alaikum,

saya ingin brtanya, apakah kakek saya itu betul raja di bone,
beliauw brnama Lapawowoi karaeng segeri.

Andi Milks dibahas juga di dalam Oktober 21, 2010 pada 12:43 am | Balas

  1. la pawawoi di gelar oleh belanda sebagai karaeng sigeri .karena belnda panggil la pawawoi pergi ke sigeri untuk menjadi kareang sigeri.maka la lapawawoi karaeng sigeri.dia oarng bugus keturunen raja bugis bone..maaf ..itu cerita sebenarnya…..

lama tjng dibahas juga di dalam Oktober 22, 2010 pada 9:10 am | Balas

  1. ADA NGGA CRITANYA BOLONG SANREGO…. KRN SY INI BRASAL DARI DESA SANREGO KEC KAHU KAB BONE…

IRFAN dibahas juga di dalam Oktober 28, 2010 pada 3:12 am | Balas

  1. Aslkum
    sya juga keturunan Petta matinro ri nagauleng
    MNURUT YG SYA TAU BAHWA PETTA ITU BERASAL DARI GOWA CMAN DI UTUS DARI ORANG TUA NYA UNTUK MENJADI RAJA DI BONE
    KRENA PADA MASA ITU DI BONE TDAK ADA YG MEMIMPIN

arfan dibahas juga di dalam November 28, 2010 pada 10:51 am | Balas

  1. Assalamu Alaikum, Kalau Petta Solo (kalau tidak salah Petta Solong) ini kawin dengan siapa ….? mungkin kita punya data,trm kasih infonya, wassalam

A. Bachtiar M dibahas juga di dalam Desember 3, 2010 pada 11:17 pm | Balas

  1. Bagaimana dgn bulukumba !!!!!
    Kerajaan yang didirikan dibawah pemerintahan [karaeng bontobiraeng] yang namanya diganti menjadi nama sebuah desa yaitu desa ara kec. bontobahari yang terletak didaerah [sulawesi selatan kota bulukumba] yang masuk dalam kekuasaan wilayah kerajaan bone. Merupakan salah satu kerajaan yang pernah ada di nusantara. Sepertinya masyarakat bulukumba sudah tidak kenal lagi. Parah ahli sejarah ini sebagai masukan untuk dibahas lebih lanjut.

La Untung dibahas juga di dalam Desember 26, 2010 pada 3:49 pm | Balas

  1. Sy putra mallari.
    ada g yg tahu tentang silsilah orang2 mallari.
    tolong infonya dunk.

ilyasteverd alie daeng dibahas juga di dalam Januari 2, 2011 pada 3:00 am | Balas

  1. Assalamualaikum,,Salam kenal Cucu Almarhum ”Andi Mappasisi Petta Awangpone”

Chandra Traitorz dibahas juga di dalam Juni 15, 2011 pada 5:29 pm | Balas

Tinggalkan Balasan

Top of Form

 

 

Email (required) Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Nama (required)

Situs web

Beritahu saya balasan komentar lewat surat elektronik.

Beritahu saya tulisan baru lewat surat elektronik.

Bottom of Form

Top of Form

Bottom of Form

 

kontak

tanah.bone@yahoo.co.id politea@yahoo.co.id

Kamus Politik Online

 

anda pengunjung ke

  • 38,789

Kabupaten Bone

 

CARI JODOH DISINI

 

KHUSUS YG NGANGGUR

 

Halaman

Top Posts

Komentar Terakhir

 

kupret cooper on Arung Palakka

 

ari ashadi lukman on Arung Palakka

 

bija to luwu on Arung Palakka

 

andy rhybhaz granatj on Arung Palakka, Sang Jagoan…

 

ahsin on Arung Palakka, Sang Jagoan…

Meta

Arsip

Tulisan Terkini

 

April 2007

S

S

R

K

J

S

M

« Feb

 

Jul »

 

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

 

JUAL BELI MOBIL

 

JUAL BELI RUMAH

A

 

Blog pada WordPress.com. Theme: ChaoticSoul by Bryan Veloso.

 

SEJARAH KOTA BONE

SEJARAH KOTA BONE

 

Arung Palakka (lahir di Lamatta, Mario-ri WawoSoppeng15 September 1634 – meninggal di Bontoala6 April 1696 pada umur 61 tahun) adalah sultan Kesultanan Bone dari tahun1672 hingga 1696. Saat masih seorang pangeran, ia memimpin kerajaannya dalam meraih kemerdekaan dari Kesultanan Gowa pada tahun 1660-an. Ia bekerjasama dengan Belandadalam merebut Kota Makassar. Palakka membawa suku Bugis menjadi kekuatan maritim besar yang bekerjasama dengan Belanda dan mendominasi kawasan tersebut selama hampir seabad.

Arung Palakka bergelar La Tan-ri Tatta To’ Urong To-ri Sompi Patta Malampei Gammana Daeng Serang To’ Appatunru Paduka Sri Sultan Sa’ad ud-din (ejaan di atas mengacu pada ejaan huruf lontara; pelafalan yang benar adalah “La Tenritatta To Ureng To-ri SompaE Petta MalampeE Gemme’na Daeng Serang To’ Appatunru Paduka Sultan Sa’adduddin”) [MatinroE-ri Bontowala], Arumpone Bone.

 

Sejarah mencatat bahwa Bone merupakan salah satu kerajaan besar di nusantara pada masa lalu. Kerajaan Bone yang dalam catatan sejarah didirikan oleh ManurungngE Rimatajang pada tahun 1330, mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Latenritatta Towappatunru Daeng Serang Datu Mario Riwawo Aru Palakka Malampee Gemmekna Petta Torisompae Matinroe ri Bontoala, pertengahan abad ke-17 (A. Sultan Kasim,2002). Kebesaran kerajaan Bone tersebut dapat memberi pelajaran dan hikmah yang memadai bagi masyarakat Bone saat ini dalam rangka menjawab dinamika pembangunan dan perubahan-perubahan sosial, perubahan ekonomi, pergeseran budaya serta dalam menghadapi kecenderungan yang bersifat global.

Belajar dan mengambil hikmah dari sejarah kerajaan Bone pada masa lalu minimal terdapat tiga hal yang bersifat mendasar untuk diaktualisasikan dan dihidupkan kembali karena memiliki persesuaian dengan kebutuhan masyarakat Bone dalam upaya menata kehidupan kearah yang lebih baik.
Ketiga hal yang dimaksud adalah :

Pertama
, pelajaran dan hikmah dalam bidang politik dan tata pemerintahan. Dalam hubungannya dengan bidang ini, sistem kerajaan Bone pada masa lalu sangat menjunjung tinggi kedaulatan rakyat atau dalam terminology politik modern dikenal dengan istilah demokrasi. Ini dibuktikan dengan penerapan representasi kepentingan rakyat melalui lembaga perwakilan mereka di dalam dewan adat yang disebut “ade pitue”, yaitu tujuh orang pejabat adat yang bertindak sebagai penasehat raja. Segala sesuatu yang terjadi dalam kerajaan dimusyawarahkan oleh ade pitue dan hasil keputusan musyawarah disampaikan kepada raja untuk dilaksanakan.

Selain itu di dalam penyelanggaraan pemerintahan sangat mengedepankan azas kemanusiaan dan musyawarah. Prinsip ini berasal dari pesan Kajaolaliddong seorang cerdik cendikia Bone yang hidup pada tahun 1507-1586 yang pernah disampaikan kepada Raja Bone seperti yang dikemukakan oleh Wiwiek P . Yoesoep (1982 : 10) bahwa terdapat empat faktor yang membesarkan kerajaan yaitu:

  1. Seuwani, Temmatinroi matanna Arung MangkauE mitai munrinna gauE (Mata Raja tak terpejam memikirkan akibat segala perbuatan).
  2. Maduanna, Maccapi Arung MangkauE duppai ada’ (Raja harus pintar menjawab kata-kata).
  3. Matellunna, Maccapi Arung MangkauE mpinru ada’ (Raja harus pintar membuat kata-kata atau jawaban).
  4. Maeppa’na, Tettakalupai surona mpawa ada tongeng (Duta tidak lupa menyampaikan kata-kata yang benar).

Pesan Kajaolaliddong ini antara lain dapat diinterpretasikan ke dalam pemaknaan yang mendalam bagi seorang raja betapa pentingnya perasaan, pikiran dan kehendak rakyat dipahami dan disikapi.

Kedua
, yang menjadi pelajaran dan hikmah dari sejarah Bone terletak pada pandangan yang meletakkan kerjasama dengan daerah lain, dan pendekatan diplomasi sebagai bagian penting dari usaha membangun negeri agar menjadi lebih baik.
Urgensi terhadap pandangan seperti itu tampak jelas ketika kita menelusuri puncak-puncak kejayaan Bone dimasa lalu.

Dan sebagai bentuk monumental dari pandangan ini di kenal dalam sejarah akan perjanjian dan ikrar bersama kerajaan Bone, Wajo dan Soppeng yang melahirkan TELLUM POCCOE atau dengan sebutan lain “LaMumpatue Ri Timurung” yang dimaksudkan sebagai upaya memperkuat posisi kerajaan dalam menghadapi tantangan dari luar.

Kemudian pelajaran dan hikmah yang ketiga dapat dipetik dari sejarah kerajaan Bone adalah warisan budaya kaya dengan pesan. Pesan kemanusiaan yang mencerminkan kecerdasan manusia Bone pada masa lalu.

 

kirab kerajaan Bone

Banyak refrensi yang bisa dipetik dari sari pati ajaran Islam dalam menghadapi kehidupan, dalam menjawab tantangan pembangunan dan dalam menghadapi perubahan-perubahan yang semakin cepat. Namun yang terpenting adalah bahwa semangat religiusitas orang Bone dapat menjawab perkembangan zaman dengan segala bentuk perubahan dan dinamikanya. Demikian halnya (kabupaten Bone) potensi yang besar yang dimiliki, yang dapat dimanfaatkan bagi pembangunan demi kemakmuran rakyat. Potensi itu cukup beragam seperti dalam bidang pertanian, perkebunan, kelautan, pariwisata dan potensi lainnya.

Demikian masyarakatnya dengan berbagai latar belakang pengalaman dan pendidikan dapat dikembangkan dan dimanfaatkan untuk mendorong pelaksanaan pembangunan Bone itu sendiri. Walaupun Bone memiliki warisan sejarah dan budaya yang cukup memadai, potensi sumber daya alam serta dukungan SDM, namun patut digaris bawahi jika saat ini dan untuk perkembangan ke depan Bone akan berhadapan dengan berbagai perubahan dan tantangan pembangunan yang cukup berat. Oleh karena itu diperlukan pemikiran, gagasan dan perencanaan yang tepat dalam mengorganisir warisan sejarah, kekayaan budaya, dan potensi yang dimiliki ke dalam suatu pengelolaan pemerintahan dan pembangunan.

 

Bone dahulu disebut TANAH BONE. Berdasarkan LONTARAK bahwa nama asli Bone

adalah PASIR, dalam bahasa bugis dinamakan Bone adalah KESSI (pasir). Dari sinilah asal

usul sehingga dinamakan BONE. Adapun bukit pasir yang dimaksud kawasan Bone

sebenarnya adalah lokasi Bangunan Mesjid Raya sekarang letaknya persis di Jantung Kota

Watampone Ibu Kota Kabupaten Bone tepatnya di Kelurahan Bukaka.

Kabupaten Bone adalah Suatu Kerajaan besar di Sulawesi Selatan yaitu sejak

adanya ManurungngE Ri Matajang pada awal abad XIV atau pada tahun 1330.

ManurungngE Ri Matajang bergelar MATA SILOMPO’E sebagai Raja Bone Pertama

memerintah pada Tahun 1330 – 1365. Selanjutnya digantikan Turunannya secara turun

temurun hingga berakhir Kepada H.ANDI MAPPANYUKKI sebagai Raja Bone ke – 32 dan ke

– 34 Diantara ke – 34 Orang. Raja yang telah memerintah sebagai Raja Bone dengan gelar

MANGKAU, terdapat 7 (tujuh) orang Wanita.

Struktur Pemerintahan Kerajaan Bone dahulu terdiri dari :

• ARUNG PONE (Raja Bone) bergelar MANGKAU

• MAKKEDANGNGE TANAH ( Bertugas dalam bidang hubungan/urusan dengan

kerajaan lain (Menteri Luar Negeri)

• TOMARILALENG (Bertugas dalam Bidang urusan dalam daerah Kerajaan lain

(Meteri dalam Negeri)

• ADE PITU (Hadat Tujuh)

Terdiri dari Tujuh orang, merupakan Pembantu Utama/Pemimpin

Pemerintahan di Kerajaan Bone, masing-masing :

1. ARUNG UJUNG

Bertugas mengepalai Urusan Penerangan Kerajaan Bone.

2. ARUNG PONCENG

Bertugas mengepalai Urusan Kepolisian/Kejaksaan dan Pemerintaha.

3. ARUNG T A’

Bertugas mengepalai Urusan Pendidikan, dan mengetuai Urusan perkara

Sipil.

4. ARUNG TIBOJONG

Bertugas mengepalai Urusan perkara/Pengadilan Landschap/ badat besar

dan mengawasi urusan perkara Pengadilan Distrik/ badat kecil.

5. ARUNG TANETE RIATTANG

Bertugas mengepalai memegang Kas Kerajaan, mengatur Pajak

dan Pengawasan Keuangan.

6. ARUNG TANETE RIAWANG

Bertugas mengepalai Pekerjaan Negeri (Landschap Werken-LW) Pajak

Jalan dan Pengawas Opzichter.

7. ARUNG MACEGE

Bertugas mengepalai Urusan Pemerintahan Umum dan Perekonomian.

• PONGGAWA (Panglima Perang )Bertugas dibidang Pertahanan

Kerajaan Bone dengan membawahi 3 (tiga) perangkat masing-masing :

1. ANREGURU ANAKARUNG

Bertugas mengkoordinir para anak Bangsawan berjumlah 40 (Empat puluh)

orang bertugas sebagai pasukan elit Kerajaan.

2. PANGULU JOA

Bertugas mengkoordinir pasukan dari rakyat Tana Bone yang disebut

Passiuno artinya : pasukan siap tempur dimedan perang setiap saat; rela

mengorbankan jiwa raganya demi tegaknya Kerajaan Bone dari gangguan

Kerajaan lain.

3. DULUNG (Panglima Daerah)

Bertugas mengkoordinir daerah Kerajaan bawahan, di Kerajaan Bone

terdapat 2 (dua) Dulung (Panglima Daerah) yakni Dulungna Ajangale dari

kawasan Bone Utara dan Dulungna Awang Tangka dari Bone Selatan.

• JENNANG (Pengawas)

Berfungi mengawasi para Petugas yang menangani bidang pengawasan baik

dalam lingkungan istana, maupun dengan daerah/ kerajaan bawahan.

• KADHI (Ulama) Perangkatnya terdiri dari Imam, Khatib, Bilal

Dan lain-lain, bertugas sebagai Penghulu Syara dalam Bidang Agama Islam,

Keberadaan Kadhi (Ulama) di Kerajaan Bone ini senantiasa bekerja sama demi

kemaslahatan rakyat, bahkan Raja Bone(Mangkau) meminta Fatwa kepada

Kadhi khususnya menyangkut hukum islam.

• BISSU ( Waria) Bertugas merawat benda – benda Kerajaan

Disamping melaksanakan pengobatan tradisional, juga bertugas dalam

kepercayaan kepada Dewata SeuuwaE. Setelah masuknya Agama Islam di

Kerajaan Bone, kedudukan Bissu di non aktifkan.

Waktu bergulir terus maka pada tahun 1905 Kerajaan Bone di kuasai oleh Penjajah

Belanda. Kemudian atas persetujuan Dewan Ade PituE Ri Bone nama LALENG BATA

sebagai Ibu Kota Kerajaan Bone diganti namanya menjadi WATAMPONE sampai sekarang.

Pada tanggal 2 Desember 1905 oleh Pemerintah Belanda di Jakarta menetapkan bahwa

adapun pengertian TELLUMPOCCOE ( Tri Aliansi) di Sulawesi Selatan ialah : Bone, Wajo

dan Soppeng. Disatukan dalam satu sistem pemerintahan yang dinamakan AFDELING.

Dimana Afdeling Bone dibagi menjadi 3 (tiga) bagian dengan nama Onder Afdeling masingmasing

:

1. Onder Afdeling Bone Utara Ibu Kotanya Pompanua, Ibu kota

Afdeling ini ditempati oleh Asisten Residen.

2. Onder Afdeling Bone Tengah Ibu Kotanya Watampone di

Perintah oleh Controler.

3. Onder Afdeling Bone Selatan Ibu kotanya Mare diperintah Oleh

Aspiran Controler.

Pada tahun 1944 ketika tentara Jepang semakin terdesak oleh Sekutu,Jepang

berusaha mengajak rakyat untuk membela Tanah Airnya. Jika di Pulau Jawa dan

daerah lainnya terbentuk oleh suatu Wadah untuk menghimpun rakyat untuk mencapai

Kemerdekaan, maka di Tana Bone dibentuk suatu Organisasi yang dikenal dengan nama

SAUDARA kepanjangan dari SUMBER DARAH RAKYAT.

SAUDARA ini dibentuk adalah merupakan persiapan Badan persetujuan yang

sesungguhnya berjuang untuk mencegah kembali penjajahan Belanda di Indonesia.

Kabupaten Bone setelah lepas dari Pemerintahan Kerajaan, sampai saat ini

tercatat 13 (tiga belas) Kepala Daerah di beri kepercayaan untuk mengembang amanah

pemerintahan di Kabupaten Bone masing-masing :

1. Andi Pangeran Petta Rani

Kepala Afdeling/ Kepala Daerah Tahun 1951 sampai dengan tanggal 19 Maret

1955.

2. Ma’Mun Daeng Mattiro

Kepala Daerah tanggal 19 Maret 1955 sampai dengan 21 Desember 1957.

3. H.Andi Mappanyukki

Kepala Daerah/ Raja Bone tanggal 21 Desember 1957 sampai dengan 21 1960.

4. Kol. H.Andi Suradi

Kepala Daerah tanggal 21 M e i l960 sampai dengan 01 Agustus 1966.

5. Andi Baso Amir

Kapala Daerah Tanggal 02 Maret 1967 sampai dengan 18 Agustus 1970.

6. Kol. H. Suaib

Bupati Kepala Daerah tanggal 18 – 08 – 1970 sampai dengan 13 Juli 1977.

7. Kol.H.P.B.Harahap

Bupati Kepala Daerah tanggal 13 Juli 1977 sampai dengan 22 Pebruari 1982.

8. Kol.H.A.Made Alie

PGS Bupati Kepala Daerah tanggal 22 Pebruari 1982 sampai dengan 6 April 1982 sampai

dengan 28 Maret 1983.

9. Kol.H.Andi Syamsul Alam

Bupati Kepala Daerah tanggal 28 Maret 1983 sampai dengan 06 April 1988.

10. Kol.H.Andi Sjamsul Alam

Bupati Kepala Daerah tanggal 06 April 1988 sampai dengan 17 April l993.

11. Kol. H.Andi Amir

Bupati Kepala Daerah tanggal 17 April 1993 Sampai 2003

12. H. A. Muh. Idris Galigo,SH

Bupati Kepala Daerah tahun 2003 Sampai Sekarang

 

KERAJAAN BONE

RAJA BONE

Akkarungeng

Akkarungeng bisa disepadankan dengan pararaton di Jawa Timur (Kitab Raja-raja, yang memuat kisah raja-raja zaman kerajaan Singasari dan Majapahit). Akkarungeng adalah sebuah kitab yang memuat peristiwa suksesi di Kerajaan Bone; diawali oleh pengangkatan raja/mangkau’ oleh kelompok-kelompok masyarakat (anang), masa keemasan dan masa kemunduran sampai akhirnya berintegrasi dengan Republik Indonesia.

Hampir tidak ada bukti fisik yang dapat ditelusuri untuk mencari tahu sejarah awal Kerajaan Bone selain tulisan-tulisan kuno yang terdapat dalam lontara’. Hanya sedikit informasi dari lontara’ sebagai sebuah fakta, bahkan mengenai asal-usul Manurung-E disinyalir sebagai mitos, berupa dongeng yang bersumber dari “sure La Galigo” dan budaya tutur masyarakat Bone. Namun, setelah era Manurung-E, kesadaran akan sejarah agaknya mulai mendapat perlakuan khusus yang ditandai dengan keinginan pihak kerajaan maupun masyarakat luas melakukan penulisan silsilah dan keturunan raja-raja yang sudah ditulis dengan cermat dalam lontara’ sehingga kesahihannya dapat dipertanggungjawabkan.

Sebagai cross check untuk menentukan tahun berdiri kerajaan Bone, peristiwa-peristiwa alam yang tertulis dalam pararaton atau prasasti di bekas reruntuhan kerajaan Majapahit di Jawa Timur, sinkron dengan peristiwa-peristiwa alam yang tertulis dalam lontara’. Hal ini sedikit banyaknya memberikan andil untuk membuat sejumlah asumsi untuk mengungkap masa awal kerajaan Bone.

Bahan baku pada Akkarungeng ini diambil dari karya Drs. A. Amir Sessu, Mantan Kasi Kebudayaan Kandepdikbud Kabupaten Bone yang disadur dari Lontara’ Akkarungeng ri Bone yang selanjutnya ditulis ulang oleh Asmat Riyadi, pendidik dan budayawan di Bone. Namun oleh pengelolah blog ini disajikan dalam format yang berjenjang untuk mengklasifikasi awal pemerintahan, perubahan-perubahan kebijakan, silsilah dan keterangan-keterangan lain. Jikapun ada tambahan akan diusahakan memberi referensi jika pembaca berminat untuk melakukan penelitian lebih lanjut.

1. Mattasi LompoE ManurungngE ri Matajang 1330-1358 (28 Thn)

2. La Ummasa 1358-1424 (66 Thn)

3. La Saliyu Karampelluwa 1424-1496 (72 Thn)

4. Ibenri Gau Arung Majang 1496-1516 (20 Thn)

5. La Tenri Sukki 1516-1543 (27 Thn)

6. La Uliyo Bote’E 1543-1568 (25 Thn)

7. La Tenri Rawe BongkangngE 1568-1584 (16 Thn)

8. La Inca’ 1584-1595 (11 Thn)

9. La Pattawe MatinroE ri Bulukumba 1595-1602 (7 Thn)

10. We Tenri Tuppu Maddussila 1602-1611 (9 Thn)

11. La Tenri Rua Arung Palakka MatinroE ri Bantaeng 1611 (3 bln)

12. La Tenri Pale To Akkappeang Arung Timurung 1611-1625 (14 Thn)

13. La Maddaremmeng (1625-1640 (15 Thn)

14. La Tenroaji Tosenrima (1640-1643 (3Thn)

15. La Tenri Tatta Arung Palakka 1667-1696 (29 Thn)

16. La Patau Matanna Tikka 1696-1714 (18 Thn)

17. Batari Toja Dattalaga Arung Timurung 1714-1715 (1 Thn)

18. La Padassajati 1715-1718 (3 Thn)

19. La Pareppa To Sappewali 1718-1721 (3 Thn)

20. La Panaongi To Pawawoi 1721-1724 (3 Thn)

21. Batari Toja Dattalaga Arung Timurung 1724-1749 (25 Thn)

22. La TemmassongE TO AppaingE 1749-1775 (26 Thn)

23. La Tenri Tappu 1775-1812 (37 Thn)

24. To Appatunru 1812-1823 (11 Thn)

25. I Mani Arung Data 1823-1835 (12 Thn)

26. La Mappaseling 1835-1845 (10 Thn)

27. La Parenrengi 1845-1857 (12 Thn)

28. Tenriawaru Pancaitana Besse’ Kajuara 1857-1860 (3 Thn)

29. Singkeru’ Rukka 1860-1871 (11 Thn)

30. Fatimah Banri 1871-1895 (24 Thn)

31. La Pawawoi Karaeng Sigeri 1895-1905 (10 Thn)

32. La Mappanyukki 1931-1946 (15 Thn)

33. Andi Pabbenteng Petta Lawa 1946-1951 (5 Thn)

Sumber : http://www.telukbone.org

78 Tanggapan to “RAJA BONE”

rahim bin mandasini berkata

Oktober 7, 2009 pada 3:19 am

klu nk thu sgt keturun raja bugis bone pergi lh ke seliwesi cari nama raja panyili
sbb skrg ni cucu dn cicik dia yg sedang di cari ade dekat sabah

Balas

anak bugis sabah berkata

Januari 28, 2010 pada 7:48 am

mengkali aku keh3…

Balas

rusydi iskandar berkata

Oktober 11, 2009 pada 4:06 am

Halo Bang Andreas,
Salam kenal,saya mau tanya adakah raja yang bernama Ambo Paelang Daeng Palalo?jika ada dimanakah dia berkedudukan?dan apa benar raja raja dibone dahulu masih berada dibawah pengaruh belanda(pro patria)?
Mohon jawabannya.dan terima kasih sebelumnya.
Salam,
Rusydi

Balas

anak bugis sabah berkata

Januari 28, 2010 pada 8:17 am

memang dulu2 “dibawah” pengaruh belanda tapi bukan “milik” belanda…

Balas

Mursakin berkata

Agustus 8, 2010 pada 6:47 pm

Memang Raja Bone bekerja sama Belanda untuk perdagangan di Asia Tenggara, Karena Raja Gowa selalu menghalangi perdagangan mereka, ya mereka menghancurkan Raja Gowa untuk memperlancar perdagangan ke Malaka. Pelabuhan Poatere dapat digunakan untuk berlabuh perahu Bugis (Pinisi) dari wilayah timur Nusantara. Bone Bukan penghianat tapi pedagang dan pelaut ulung. Saat itu belum ada NKRI, siapa yg menghianat? Yg kalah tentunya dalam perdagangan dan mengarungi laut itu yg banyak bicara. Sok pahlawan……………..

ratna sari berkata

Oktober 25, 2009 pada 4:23 am

waaahhh,,,nama2 raja bone rumit yaaa…pa lagi silsilahx…

Balas

mohammad rasali berkata

November 9, 2009 pada 1:46 am

saya berketurunan bugis bone asli dari sabah…saya nk tau asal usul keturunan saya di sulawesi..selepas datuk saya meninggal sy xsempat korek banyak maklumat daripada dia untuk mengetahui asal usul nenek muyang saya di sulawesi…harap ada cadangan untuk membantu..

Balas

anak bugis sabah berkata

Januari 28, 2010 pada 8:14 am

saya pun….tapi confirm dari keturunan bapak saya…adalah keturunan raja bugis bone..tapi dari sebelah ibu saya macam tiada walaupun kedua duanya adalah bugis bone…
sepupu saya di mare adalah Andi2 (walaupun saya ni bukan andi)…dan mengikut bapak saya..nenek saya amat dihormati di sana…

sebab itu saya berminat tentang mendalami salasilah bugis khasnya bugis bone bermula tahun 2009…tapi keturunan raja ke berapa saya belum ketahui asbab saya belum bertanya pada nenda saya kah3x << bapak saya tak tahu kami ni keturunan ke berapa tapi dulu2 lah atuk saya sblm meninggal amat di hormati oleh orang tua bugis2 bone….(jauh 2 jarak sabah dan sulawesi)

Balas

palakka berkata

Agustus 26, 2010 pada 6:08 am

slm knl dri palakka. sy ktrunan bone dn msih cucu dri latenri tatta arung palakka, sy juga slm ini mau tau tntng kluarga sy dn smua ktrunanx.. kita msih stu drah.. ini nmrku ponselku: 081355183264- 087840213264

gazali berkata

November 11, 2010 pada 7:44 am

perasaan tdk ad keturunan lngsungx arung palakka,yg sy tau dia punya anak angkat dr saudarax sendiri,anak i2 lah yg d beri nama LA PATAU,

Andi Irfan Efendi berkata

Januari 14, 2011 pada 7:57 am

kalo anda merasa keturunan bugis bone khususnya di mare berarti kita ada kaitan kekeluargaan karna saya juga orang mare, dan semua yang berinisial andi di mare masih keluargaku semua, rumah saya di belakang kantor camat mare lorong 2 atau jalan damai. tanyakan sama bapak N mama’mu salam dari petta sommeng, petta bau n petta rukka. beliau juga punya saudara tinggal di sabah namanya andi pawenrongi, andi bausat yang lebih pastinya cari di mortai besar. sekian sappo

abd samad berkata

Desember 6, 2009 pada 5:23 am

assalamualaikum…saudara semua.saya juga keturunan darah bugis bone,tapi masih tak tau lagi asal usul sya,mngikut cerita orang tua saya, berasal dari bajoea londrae.,kami sedang mncari juga asal usul kami ni…..harapan saya, ada yang sudi menolong saya untuk menjejak,asal usul ini,nama atok saya ambottang bin abdullah,sya ada gmbarnya, tapi tak tau nak sen pic nya.

Balas

Rustan berkata

Desember 6, 2009 pada 9:59 am

Walaikum Salam
Kalau Nak Sen Gambar Tinggal Masukkan Code HTML
Contoh:

Balas

sudhy berkata

Desember 7, 2009 pada 4:15 pm

Asslkm, wahai saudaraQu di Bone yg ku cintai dan Kubanggakan Aq keturunan Boegis Bone From PATTIRO, sy ingin tahu silsilah keturunan sy krn sy Punya nenek tP sd AlmrMah namanya PETTA CORA di Jln. BHAYANGKARA, dan Ortu sy skrg di Sulwesi Tenggara Mohon kiranya Infonya dan silsilahnya Kpd saudara sy di BONE yg membantu Sy sangat berterima kasih, BONE Koe TANA UGI WANUANGKU…AsslkM WrWBb

Balas

sudhy berkata

Desember 7, 2009 pada 4:24 pm

Asslkm. Sy sangat setuju skali dengan adanya Web ini krN kt adalah Ketutunan BUGIS BONE dan tersebar di seluruh DUNIA serta banyak saudara2 kita belum mengetahui asal usulx untuk itu kiranya di jelaskan secara mendetail agar saudara2 kita yg dirantau dapat mengetahuinya, tingkatkan terus KERUKUNAN KELUARGA BONE Wassalam..!

Balas

iwan pranata berkata

Januari 5, 2010 pada 2:48 pm

sebenarnya saya masih bingung tentang penggunaan nama andi d dpan nama panggilan.
yang saya mau tanyakan apa makna dari kata andi tersebut?
mohon bimbingannya.

iwan pranata.

Balas

emmang berkata

Januari 20, 2010 pada 9:38 am

andi adalah keturunan raja

Balas

Mursakin berkata

Agustus 8, 2010 pada 7:00 pm

Sy Mursakin, dari Austin, Texas, USA. Andi itu diberikan pada orang yang berjasa pada kerajaan awal tahun 1800an. Raja-raja Bone sebelumnya bukan “andi” tapi “la, Puang, We’, dan bahkan Bugis Mulawarman mengatakan “wa’” adalah gelar andi (tellusuri Bugis pasir di Kaltim, mereka penutur asli bhs Bugis kuno). Jadi bukan hanya keturunan raja yg memakai nama itu. Andi juga bisa didapat karena persilangan perkawinan keluarga (mappabbati itu ayah), jadi yg ayahnya bukan andi dan ibunya andi, ya hilanglah andi-nya, krn tdk mappabbati namanya.

anak bugis sabah @ ewan berkata

September 18, 2010 pada 8:54 am

salam..aga kareba sappok ugi…

sapa taw kenapa pakcik2 dan nenek2 kena panggil puang@puang haji? sebab saya kena panggil puang kepada pakcik@makcik saya..dan puang haji pada nenek2 dan atuk2 yg sudah naik haji..hehe….

aga gunanna?

betulkah maksud daeng dan andi itu … abang dan adik?

maaflah saya tak berapa pandai bercakap bahasa bugis bone..sebab kurang faham bahasa bugis..dan lebih terdedah kepada bahasa english dan bahasa melayu..

thank you…

from – ana’burane to ogik..

Astrajingga berkata

April 22, 2010 pada 3:43 am

http://elimsahara.viviti.com/entries/general/antara-sure-galigo-lontara-dan-predikat-andi

Balas

wahyu berkata

Januari 12, 2010 pada 4:03 pm

mau tanya,,apakah betul nursiah dulu anak raja bone yang paling terakhir??
tapi lari krn kwin ama orang buton??

Balas

M. Ramlie berkata

Januari 29, 2010 pada 6:43 am

Assalamualaikum, saya keturunan BOGIS BONE tapi sejauh ini saya belum mengetahui semasekali asal usul saya, kakek saya berasal dari Mare bernama Maddeppungeng, kalau saudara tau tolong informasinya. terima kasih

Balas

hasan berkata

Februari 7, 2010 pada 3:12 am

assalamualaikum saudara2 yang bole membantu,, nama saya lahasan @ Mohd Tang bin hj karim bin kadir.. keluarga kami sekarang ada di Beaufort Sabah.. Bapa saya hj Karim baru saja meninggal dunia pada 26/10/2009 dan telah di makam kan di kampung Bakalau Beaufort Sabah.. hasil dari perkahwinan dengan ibuku mereka telah mendapatkan 8 orang anak dan beliau berkahwin satu lagi dan mendapat sepasang kembar… dengarnya arwah bapa saya punya keturunan di raja bugis bone di tanah celak kota watapone bone.. itu menurut ceritanya.. semasa itu saya masih kecil lagi.. tapi nama arwah bapa saya di sulewesi dahulu di panggil Andi Mansur bin Petta Ghani.. Tolong saudara2 yang mengetahui cerita selanjutnya.sila la menhubungi saya kerana ingin tahu akan lebih lanjut kisahnya… saya teringin memjejak kaki ke tanah tumpah darah arwah bapa saya dan berjumpa saudara2ku yang berada disana.. saya mendengar cerita dari ibuku hjh rosie binti Daeng malarung bahwa arwah bapaku bersepupu satu kali dengan Andi Pabbenteng Petta Lawa..kerana mengikut tahun pemerintahan beliau sama dengan umur2 arwah bapaku..Kepada saudara2 yang ingin melawat makan arwah bapaku di Beaufort Sabah, bole la menelefon ibuku di sana.. 0198955716…. kesah arwah bapaku semasa masih hidup dulu dia langsung tidak mahu pulang melawat ke sulawesi kerana dia kata ada sumpahan. walaupun kami cuba memujuknya.. ada pada masa itu abang kandungnya datang melawatnya dari sulawesi dan mengajaknya pulang untuk menjaga istana (rumah mereka) disana namum dia menolak.. aku tidak sempat berjumpa dengan pakcik ku itu kerana masa itu aku masih belajar di semanjung Malaysia.. rugi aku!! tapi aku akan cuba mencari nama pakcik ku itu mana tahu saudara2 kenal beliau.. terima kasih!!

Balas

Elim Sahara berkata

April 22, 2010 pada 2:05 am

Klo bisa tolong kirim foto bapak anda, sy kbetulan tinggal bersebelahan dgn rumah Andi Pabenteng Pt. Lawa d jalan Makmur. Nenek sy semasa hidupnya jg tinggal di Tana CellaE.

Balas

juliana bt nganro berkata

Juni 7, 2010 pada 10:40 am

elim sahara….sy juliana binti nganro bin mallak…nenek sy tompok daeng mallino…bpa sy keturunan petta rumpak sultan berbok….sekarang bapak sy menetap di malaysia…dan tidak pernah pulang ke sulawesi…bapak sy di sulawesi berasal di kota watanpone keturunan bone….bpak sya juga bersaudara dengan andi pabenteng pt. lawa….bagaimana sy mahu menghubungi keluarga keturan bpak saya…klu ada info sila emailkn kpada sya julieadek@gmail.com dan ini no phone sy +60127788217….

arianto berkata

Juni 21, 2010 pada 4:59 pm

kalo kmu sepupu kakek saya,kmu pasti tau pusaka pedang magaribi.bentukx seperti apa. nenekku petta baranti,permaisuri andi pabenteng petta lawa.anakx petta pongawa panglima perang bone.raja bone terakhir dr permaisuri anakx andi bau pessor(singkerru rukka laki2)andi bau tenri(andi menereng perempuan)cucux anugrah,arianto,eva tenri awaru.

hasan karim berkata

September 6, 2010 pada 8:12 am

salam saudara Elim.. saya tidak tahu macam mana mau mengirim gambar arwah bapa say melalui portal ini.. kalau bisa di beri email saudara Elim bole la mengirim gambar tersebut..

fadzli berkata

Maret 21, 2010 pada 1:00 pm

Pewaris Sultan Bone yang ke 34, 1951 hingga kini masih ada di Semporna Sabah Andi Rajamuddin @ Hj Muhammad Jamaluddin

Balas

andi normiah berkata

Juni 25, 2010 pada 2:14 am

ada lagi d semporna sabah nama ayah saya ialah andi abbas petta lawa. nama penuh saya ialah andi normiah petta kanang @ normiah saya tinggal di kg. simunul larong 5 semporna sabah, mana tau kita sekeluarga hubungi saya di no.0146566640. saya igin sangat2 bertemu dengan keluarga ayah, saya tidak perna berjumpa dengan keluarga ayah saya walaupun seorang, lagi pun saya anak tunggal jadi tak ada nak tolong saya untuk cari keluarga ayah saya.

Balas

Andi Muhammad Ade Satriya berkata

Maret 22, 2010 pada 1:14 pm

assalamualaikum….saya juga keturunan bone,,,sayaa mau bertanya asal usul keluarga saya,,,karna bapak saya pernah cerita kami juga ada darah keturunan raja bone,,,nama bapak saya H.Andi Sarah Mochammad Amin,,,kakek saya Andi Letung Panrajai…mohon bantuannya..

Balas

LILI berkata

April 6, 2010 pada 11:55 am

lalu adakah raja di kerajaan palili misalnya di Palakka???
siapa2 raja2 itu??
bagaimana statusnya dibawah kekuasaan bone???
tolong dikonfirmasi

Balas

mohamad asmuni berkata

April 29, 2010 pada 2:23 am

Saya mohon bantuannya : bapak saya (alm) bernama Andi Djaelani (Pettarani) pernah bercerita bahwa beliau keturunan raja bone dari Pettalawa …. mohon pencerahannya … karena menurut sejarah Raja Pettalawa hijrah ke Jawa(?)…
terima kasih atas infonya

Balas

Fyan berkata

Mei 2, 2010 pada 4:51 pm

Ass..taddampengeng ka maraj,maeloka makkutana…???
Tolong Jelaskan Apa Hubungan antara Orang Bone dengan orang Orang luwu(pajung ri luwuk),?

Balas

Jamaluddin berkata

Juli 29, 2010 pada 12:53 pm

iye, tabe di .
belum diketahui secara pasti hubungan orang Bone dengan orang Luwu, tapi menurut sejarah Raja Bone pernah menaklukkan Raja Luwu sehingga payung emas Raja luwu pada waktu itu dirampas dan payung tersebut kini tersimpang di Museum Lapawawoi.

Balas

La madukelleng berkata

September 22, 2010 pada 4:12 am

saya keturunan bugis, telah 8 generasi hidup ditanah jawa.. bila ingin tau hubungan bone dan luwu, silahkan search aja diyahoo “somba ri gowa, mangkau ri bone, payung ri luwu, matasak ri toraya”.. ini adalah semboyan persaudaraan raja2 di celebes yg dipersatukan melalui darah La kipadada..

hidup bugis..
ewaako cappo..

mengutip semboyan berlayar moyang kita Sawerigading:
“takkan hilang bugis dimuka bumi, janganlah kita kembali ka tanah bugis sebagai mayat hidup, satu nyawa bagi kita semua”

Balas

ANDI MARLINA NOBEL berkata

Mei 7, 2010 pada 6:50 am

Assalamualaikum …

Salam kenal semua saudara ku. Ta’dampenga’ka… Menurut penjelasan Nenek, Etta dan Ummi ku, Kalau kalian memang keturunan raja BONE, PASTInya kalian memiliki LONTARA keluarga. Lontara itu tidak sembarang orang membukanya. Keluarga saya punya. Lontara itu berisi silsilah keluarga keturunan RAJA BONE dari awal.Dan kalau memang kalian benar-benar keturunan RAJA BONE, nama orang tua kalian dan nama kalian lengkap dengan nama bugis bone kalian akan ada di lontara itu,Lengkap dengan keturunan RAJA BONE yang ke berapa AYAH/IBU ( Keluarga ) kalian. Selain itu juga di ISTANA BONE nama kalian pun terukir.

Semoga ada perkembangan untuk usaha kalian, saudaraku. Amin.

Balas

Mursakin berkata

Agustus 9, 2010 pada 2:01 pm

Silsilah keluarga banyak yang punya dan masing-masing menganggap dirinya yang paling benar, sy kira ndak usalah terlalu mencari paling benar sekarang. Jadi masalah sekarang bagaimana Bone itu bisa mengejar ketertinggalannya dari daerah lain bahkan negara lain.

Balas

raey berkata

September 27, 2010 pada 1:55 pm

salam kenal balik, saya mau tanya “puang” ada tidak kampung MANGNGOTTING di bone..???
kata om saya nenekku (BASO BALANGBARU) pernah tinggal disana…
terus OMku ANDI BASO MAKKATAWARENG anak dari MAPPIARE DG MASERRE(almarhum) pernah tinggal dirumah ADAT bone..maksih

syarqi asLi To BoNe-Lapri berkata

Oktober 22, 2010 pada 2:25 pm

ANDI MARLINA NOBEL@=Boleh saya Tau siapa Nama bapaknya,dimana tempat tinggalnya dimalaysia-daeran mana,dan juga bugis apa kita.???Nanti kita saling konfirmasi…

anak bugis sabah @ ewan berkata

September 18, 2010 pada 9:15 am

bagaimana pula dengan badik keris,tombak, dan parang pusaka…setahu saya barangan pusaka hanya dijaga oleh keluarga terdekat sahaja…macam keluarga saya di sana..yg jaga barangan pusaka adalah makcik saya bukan bapak saya kerana bapak saya tidak berminat menjaganya..kerana terlalu sulit menjaga…

hmmm…..apa pun kita harus bangga jadi anak bugis bone.. dimanapun jua tetap dikagumi…

Balas

dr. A. Muhammad Hidayat berkata

Mei 10, 2010 pada 2:30 am

assalamualaikum wr. wb.
saya bangga jadi orang bone. alhamdulillah sy punya riwayat keluarga yang masih jelas tertulis silsilahnya dengan baik sbg keturunan arung teko. senang sekali rasanya web ini hadir mengangkat tema2 sejarah leluhur, khususnya tanah nenek moyang tercinta.
salam kenal…

Balas

jumain bin lanusu berkata

Juni 2, 2010 pada 11:45 am

Assalamualaikum w.w. Saya pun anak bugis bone juga. Sekarang ini menetap di wilayah persekutuan Labuan Sabah. Ingin tahu salasilah keturunan saya. Yang saya tahu saya dari kerabat bernama andi besek / Petta tauk – andi Becah / Peta Besse. Selainnya dari Petta gassing. Itu saja saya tahu …. yang lain saya tak ingat. Bapa sudah meninggal dunia dan di semadikan di daerah Tawau. Mau tahu saja. Wssalam

Balas

sangPurnama berkata

Mei 10, 2011 pada 8:37 pm

assalamualaikum , abi saya mengatakan saya ini berdarah bugis bone kayu ara,
dari kerabat petta gassing@passing(cara ejaanya tidak pasti) serta petta lifu
dan abi juga pernah belayar sewaktu muda nya kebetulan ke labuan..
dan bertemu KELUARGA BESAR di sana…

Balas

arianto berkata

Juni 21, 2010 pada 5:12 pm

raja bone terakhir dalam sejarah adlh andi pabenteng petta lawa/permaisuri petta baranti.lahir anak( andi bau pessor/andi bau tenri),saudara lain ibu andi baso toba,andi besse ratna,andi ode,dll mohon maaf yg lain lupa nama aslix.

Balas

Andi Irfan Efendi berkata

Januari 14, 2011 pada 7:48 am

Z tambahkan sappo, andi bau tenri keponakan dari etta nenekku petta suruga keturunan dari petta salangketo yang punya kembaran yang bernama petta cella pili. Z masih keluarga dekat dari beliau, bahkan Z pernah tinggal dengan andi esse istri dari andi efan anak dari andi baso toba yang tinggal di magkutana…..

Balas

Agus Arfah berkata

Juli 8, 2010 pada 7:01 pm

Assalmualikum…
Ta’dampengan’ka puang2x. salam kenal semuanya. Saya bukan keturunan raja Bugis, tapi bangga sekali jadi orang Bugis Bone. Saya lagi mencari informasi tentang Bugis utamanya Bugis Bone. Dulu ortu tinggal di Branjangan. Pernah juga tinggal di Jl. Mesjid pas belakang mesjid raya Watampone (th 70an…) Oh I missed those days…

Balas

Rindang berkata

Juli 21, 2010 pada 1:54 am

Saya mau tanya …. apakah arti nama “petah” dan apakah pernah ada orang yang bernama petah karaeng sing rijalah atau petah yoko? Asal Gowa/Bone? Kemudian pindah ke daerah sidendre dan rappang. Begitu cerita dr orang tua kami. Tks

Balas

jupri berkata

Juli 26, 2010 pada 8:31 am

assalamualaikum…..saya juga nie anak bugis bone dari bulu kumba….masa-masa perang dulu keluarga rantau dilampung. sampe sekarang lom pernah balik kekampung lagi. ingin juga sie rasanya ketemu sama nenek disana namanya daeng majjepu.

Balas

Andi ary berkata

Agustus 10, 2010 pada 7:15 pm

assalamualaikum wr. wb.

salam semua saudaraku…..Ta’dampenga’ka…
perkenalkan saya andi dari samarinda kalimantan timur…dari cerita orang tua saya..diketahui bahwa kami keturunan raja ke 13.La Maddaremmeng…..semoga di wadah seperti ini kita makin mempererat tali silaturahmi sesama saudara keturunan raja bone..untuk info pencarian silsilah keluarga sesuai penuturan saudari Andi marlina noble itu benar…silahkan dicari silsilah keluarga kita di Istana Bone dengan mengikuti Lontara yang ada..tinggal mencocokan asal usul dari pendahulu saudara2 sekalian….

semoga usaha pencarian saudara selalu dilimphakn ridho oleh allah swt…
salam kenal…wasallam

Balas

palakka berkata

Agustus 26, 2010 pada 6:26 am

slm knl untk smua ktrunan raja bone, sy cuman mau tau ktrunan nenek sya yng ada di palattae krn semasa dia hdup dlu dia lari k makssar dn mninggl di beroangi makssar, hinggh saat ini sy blom tau siapa dn dmn kluarga sy tnggl,, nama nene sy Petta bete ( Petta aruae )dia ank dri syhek M. yasin dn cucu dri datuk lahiya mantan pesiden polewali dn msih ktrunan dri arung palakka.. jika ada yng tau tntng asal usul kluargku tlong brthu sya, 081355183264-087840213264.

Balas

aidil sappo berkata

Maret 10, 2011 pada 9:48 pm

aq jg org bugis bone da aq tnggl d palattae,tp maaf aq krng tau tentang kluarga kta

Balas

jams berkata

September 5, 2010 pada 12:55 am

knpa hrs ini-itu emang bnar klau kalian keturunan raja2 dari bone shrusnya buka itu lontara or k museum yg ada hikayat raja2 bone terdahulu,skrg andi,puang,karaeng,atau apake cman gelar aja yg jelasnya kita smua harus bangga jgi “tau ugi”,klau cman cerita aq jg pernah di ceritakan oleh ibuq yg udh almarhuma smsa hidupx dia bercerita bhwa org dulu kami berasal dari bone nama daerahx “lamuru” dan lari ke segeri dan disitu dia jdi “tau matona TAKKU” q tak tau apa arti kata “TAKKU” sehingga ada lagu daerah yg berjudul “MADDARA TAKKU” apakah ada sangkut pautx dng daerah yg bernama “TAKKU” di segeri pangkep,kluarga dri sengkang klau bertamu k segeri (takku) kt org tuaq kami di panggil “PUANG” tpi itu cman cerita yg aq dengar dri almarhuma ibuq n ayahq,n aq jg bangga jdi org bugis n pelaut krn hmpir d asia tenggara pasti ada kampung bugis or bugis village.
bravo to ugi n seaman never die salam kenal u smua saudaraq yg merasa dirinya tho ugi yg ada dmn saja di dunia ini.

Balas

Samsul berkata

Maret 4, 2011 pada 3:21 am

Tabe di..
setau saya tidak jauh Lamurru ada desa yang bernama TAKKU, apakah ada hubungannya? saya juga tidak tahu..

Balas

jams berkata

September 5, 2010 pada 1:24 am

benar smuax cappo,amure,langgo tdk mungkin org tua berbicara ke anakx cman krn gengsi krn di depan nama ada tertulis andi atau daeng,puang,karaeng,yg jelasx titel tersebut dahulu kala bukanlah main2an asal ceplok aja,q jg andi cman dahulu kala andiq hilang di telan bumi krn buyutq tdk mau pke,klau kalian smuanya brsal dri keturunan raja2 bugis terdahulu bgslah smga kalian smua bsa menemukan silsislah kalian d bone kingdom,mkn kalian smua benar cman org terdahulu kalian mnkn sepupu dri raja2 bone krn klau mau di tulis di “lontara” tdk cukupki itu contoh aja raja ini punya anak 8 pnya anak lgi pnya anak lgi jdi tdk bsamito di tulis di lontara

Balas

anak bugis sabah @ ewan berkata

September 18, 2010 pada 9:10 am

betul jugak kata sappok….. nanti kalau ada kesempatan saya nak lawati rumah lama nenek saya yg sekarang dijaga oleh sepupu saya utk menjaga peti di gunung…katanya bukan sebarang orang boleh naik rumah lama itu kerana ada penjaganya ..saya lupa di mare kah di mana yg pasti dimaksudkan..di gunung…walau apa2pun…saya pun nak tengok nama saya dalam salahsilah leluhur saya di sana…

tunggu dan lihat sahaja.. huhuhu…(maaf saya bukan keturunan andi)…

Balas

andi ilha patta rala berkata

September 22, 2010 pada 10:32 am

etta aq sering cerita tentang silsilah kerajaan bone,,dan etta aq juga punya lontara silsilah dan stambuk zilzilah yg ASLI ditandatangani oleh arung palakka di kertas itu.
stambuk i2 bru dtemukan ketika kakek aq meninggal n dsitu ada nama kakek aq dengan tulisan lontara…
saking takut.y stambuk i2 lecet etta menyimpan.y dr jangkauan tng jahil termasuk tangan aqu

ckcckck

Balas

zainuddin berkata

Oktober 13, 2010 pada 10:34 pm

sudhy aku juga keturunan bugis bone pattiro nama kakekku puang gading nama ortu kandung h.daeng pasau dipanggil petta sau alm saya lahir di riau tinggal di palembang saya ingin juga info silsilah keturunan ku dari zaman arungE

Balas

zainab yomo berkata

Oktober 14, 2010 pada 6:04 pm

salam, samaada anda raja @ tidak, selamat berkenalan……..saya berketurunan bugis bone…..di tawau ni kami dikenali.saya berketurunan raja bugis….atok saya Petta wello, dia dah meninggal……atok saya memerinta di kawasanya, dia mempunyai 7orang isteri……..biasanya dara ini ada gradenya, yg disebutkan cerak 1, cerak 2, cerak 3.orang dulu2 bila mereka buat silap gelaranya akan ditukar, contonya daripada petta kepada daing…tapi dara raja tetap sama……itulah kita dapati ada petta kawin dengan daing…… d tawau ni golongan petta n daing 99% adalah keluarga saya……

Balas

miswang berkata

Oktober 18, 2010 pada 1:54 pm

sy perna diceritakan sama kakek saya katanya sy keturunan saudagar kaya yg datan tiba2 kekanpung pattallassang dia dipangil lato sime..pada waktu itu karaeng labakkang heran karna emas periasan seperti milik raja pedan ,badik,gelang terbuat dari emas..dan banyak lagi pariasan yg cuma dimiliki ole raja bone pd waktu itu .bahkan kareng labakkang tak memilikinya pada waktu itu..dan pada WAKTU MELAMAR wanita biasa setenpat dgn mas kawin sangat tinggi..dan dia menbawa juga sebua lontara ..tdak ada yg bisa terjemakanya..banyak meyakini nenek moyan saya seoran raja..tapi nenek moyan sy tidak mau menceritakan dimana asalnya..kini jejak itu sudah tidak ada ,emas periasan perlenkapan sehari,seperti tenpat pemandian bayi dll bakkan lontara kini tak tau kemana .kini tingal cerita ,kemunkinan besar lato sime berasal dari bone dgn seoran yang menbawanya ketika lato sime menika dia lansun pergi kekanpun lain memisakan diri dgn lato sime ..sy bertanya-tanya apaka aku keturunan raja atau cuma saudagar biasa..ahli2 sejara bone tolong teliti apakah ada palarian seoran anak raja yg menbawa harta kerajaan …

Balas

Antasari berkata

November 13, 2010 pada 4:00 pm

Saya jg anak Bugis Bone…Kakek dari Kakek saya di kenal dengan nama La Semme_ dan bergelar AnreGuru, jadi di kenal dengan nama AnreGuru Semme_ hidup di jaman pemerintahan raja Bone yang ke 16 ( La Patau Matanna Tikka matinroE ri NagaUleng. Lalu anaknya AnreGuru Makkaraseng selanjutnya cucu darinya AnreGuru Sahabu. Saya dan keluarga sering mengunjungi Makam ketiga2nya. Adakah Cucu2nya di luar sana yang mengenalnya? Salam Sempugi Lao ri idi maneng…salama’

Balas

Mohd Jamal sim berkata

November 21, 2010 pada 11:24 pm

Sekarang zaman moden, tetapi keturunan bugis sampai ke hari ini masih bertahan, kita harus percaya bahawa kita semua berada di tempat yang amat aman damai, di bawah pimpinan Dato Sri Najib yang berketurunan bugis sul-sel. apakah kita semua tidak bersatu menyokong penuh di atas kepimpinan Dato Sri.Kita harus berbangga kepada Dato sri hari ini. marilah kita menyokong penuh di atas kejayaan dato sri, yang menyatukan semua kaum dalam malaysia yang degelar ! malaysia(One malaysia)selamat semua keturunan yang ada di malaysia mahu pun di luar malaysia.

Balas

Andi baso mallarangeng berkata

Desember 13, 2010 pada 2:22 pm

Ass,,,
Minta pencerahannya ni cengq semua,dari lontara keluarga sy tertulis,buyut ke10 sy ialah la rumpang megga – we batara tungke kemuian melahirkan wetenri leleang(pajung ri luwu),apakah buyut sy masih memiliki darah bone dan kalo ia raja bone keberapa,soalnya kakek sy sering bilang kalo dara keluarga sy adalah dara bone nm kakek sy andi toppo corie(arung sering),mohon penjelasannya,thanks

Balas

Andi Irfan Efendi berkata

Januari 14, 2011 pada 7:37 am

tarajangeng’ka addapeng….
meloma makkutana apakah saya ini masih keturunan arung Bone atau bukan, karna Etta Nene’kku pernah cerita bahwa beliau cucu dari Petta Matinroe laleng Bata, sedangkan dalam sejarah Bugis Bone sering disebut nama beliau, demikian sappo atas kerja samanya saya ucapkan terimah kasih.

Balas

ambo cinna berkata

Januari 17, 2011 pada 4:57 pm

assalamualaikum wr wb
maaf saya domisili papua asal bone yg sy mau tanya kenapa
para keturunan arung/petta/puang/andi.
jika di rantau jarang terdengar contoh bpk asli arung matasa
tapi si andi b di rantau di sapa b trus andi nya dimana
padahal kalau kita khususx tau bone mau pertahan kan silsilah
akkarungeng mohon jika swdara arung wajib di sapa andi b atau petta b
mohon tanggapan swdaraku pemilak room thx

Balas

wija to bone berkata

Februari 1, 2011 pada 7:17 am

assalamu alaikom….sy mau tnya ni klu cilaung tu apa,….

Balas

andi faudzi berkata

Februari 19, 2011 pada 11:23 am

assalamualaikum..
kehadapan sedarah ku andi…sesiapa nak mencari cucu cicit atau utk mengetahui lontara kerabat raja bone…saya ada salasilahnya..lengkap…
dgn ini saya juga dpt mengenal sedarah saya yg jauh apatah lagi yg terikat dengan darah raja bone.
number hp saya +60176908897 andi mohd faudzi al-amien bin andi bongkasa haji tawe.

Balas

Andi waris berkata

Maret 9, 2011 pada 2:42 pm

Saya juga keturunan bone asli dari bajoe,nenek saya namanya petta waru,petta nonci,dan andi rahman pernah jadi ketua pengadilan dibulukumba kalo nda salah antara tahun 90 keatas tp sekarang saya kehilangan alamat kalo ada yg tau mohon bantuannya ni nomor hpku 085242165617

Balas

isal berkata

Maret 10, 2011 pada 6:01 am

Assalamu Alaikum Wr. Wb.
To manurungnge turun di daerah ussu’/Luwu (Raja Luwu I) yg melahirkan To manurungnge Batara Guru (Raja Luwu II), To Manurungnge Batara Lattu (Raja Luwu III) serta anak2nya yg memerintah di Wilayah Sulsel, Sulteng, Sultra (Buton), Sulut (Gorontalo) sebelum lahirnya kerajaan Gowa & Bone, Turunan raja2 inilah yg mendirikan kerajaan Gowa & lanjut berdirinya kerajaan Bone sehingga Silsila kerajaan Gowa & Bone di awali dengan nama “To Manurungnge” sebagai Raja I dari kerajaan Gowa & Bone, Saudaraku To Bone sebaiknya lebih banyak menggali sejarah awal mula berdinya kerajaan Bone,
Tabe’ Addppangakka……

Balas

andi ismail berkata

Maret 10, 2011 pada 1:49 pm

assalamualaikum buat semua saudara-saudara Bugis Boneku..
saya mencari keluarga saya yang ada d timurung….soalnya atuk saya pesan semua arung yang asli timurung itu keluargamu……nama atuk Petta Sawang istrinya Petta Rennu (asli Timurung).soalnya saya besar di sabah malaysia

Balas

aidil sappo berkata

Maret 10, 2011 pada 9:55 pm

saya jg orng bone skrang aq lg d tarakan tp stiap thunya aq plang kampung aq d bone tnggl di darah uloe,

Balas

icha nadiya berkata

Maret 13, 2011 pada 11:28 am

ass….saya mau nanya apa kah saya ini masi ada keturunan arung bone,karna bapak saya pernah cerita,kata ya kake saya bernama andi syamsul allam mantan bupati bone,keturunan raja bone,sampe sekarang bapak saya tidak mau pulang kampung,ke bone,apaka andi syamsull allam tidak mencari anak ya yg brnama andi azis……

Balas

safry berkata

April 20, 2011 pada 3:48 am

saLam semuanya..
sy ingin sgt tahu..saya adalah keturunan bugis Bone,ingin mncari keluarga n leluhur sy,tidak kisah la d mana.ap yg pnting asal semua dari tanah BONE.skrg sy menetap d semporna,almarhum moyang saya dtg ke sabah dan mnggunakan nama TUKANG PASIR,nama Bugisnya sy tidak tahu,nama yg tertulis di makam punadalah tukang pasir,nama pasir d gunapakai kerana mengekalkan nama BONE iaitu “kessi”…harap sesiapa yg kenal dgn namaa ini sila hubungi saya..0137101553..
ank kepada TuKang pasir adalah,abdul alip,abdul lam,abdul pakkal,wa donggek..ada sesiapa mngenali nama ini,AMBO TURU,AMBO DALLEK??

Balas

mohd afindi berkata

April 28, 2011 pada 2:59 pm

namaku pendi…..generasi ke empat…

Balas

Amal berkata

Mei 17, 2011 pada 2:12 am

Assalamu’alaikum…

salam semua… klo saya juga bingung.. karena namanya yg susah²… jadi untuk mengingatnya juga susah… tapi yg pasti saya kenal dengan keturunan ( arung palakka ) dan nama tah saya H.Andi Buhari Rahim petta temmu, dan saya punya puang / adik sepupu alrhm tah saya lagi mengurus tentang prasejarah La Galigo / Igaligo atau apalah.. yang saya tahu seperti itu… tapi lupa saya namanya silsilahnya cuma ada dalam catatan saya sebagian…

tapi org tua saya dan keluarga yang lainnya lebih banyak di daerah Rappang, dan Datuk Rappang itu juga masih datuk saya… dan daerah bontang ( kalimantan timur ) di daerah Bontang Koala saya punya saudara yang namanya nenek goyang dan silsilah kekeluargaan masih di bawah saya, nenek tersebut memanggil saya puang / paman.. sekian dulu terima kasih…

Balas

Irfan berkata

Mei 17, 2011 pada 1:34 pm

Mencermati masalah “to manurung” yang akhirnya dijadikan raja di Bone.
bila kita berpikir secara modern, maka mungkin beliau itu berasal dari Alien (dari luar angkasa) atau orang dari masa depan yg lewat lorong waktu terdampar dimasa lalu atau minimal dari bangsa yg telah maju, karena banyak menyelesaikan masalah kebangsaan semasa dulu…..karena beliau menurut cerita2 sebagai orang yang cerdas atau pintar…
tabe…tapi kayaknya kita perlu juga mengangkat asal usul to manurung…..

Balas

Poze_PLJ berkata

Mei 23, 2011 pada 6:30 am

sallamak sappo’ siseng ku, aku dari tawau, Sabah. Nenekku ada di mare namanya nenek Hade kalau kamu kenal/tinggal berdekatan tolong kirim salam ya sama nenekku..bilang cucunya dari tawau..
hahaha sapa2 yang besepupu dengan nenek Hade maknanya kita sepupula 2 hehehe ok la saudaraku semua, assalamualaikum…serr

Balas

usmar berkata

Juni 8, 2011 pada 2:46 pm

Assalamu alaikum…. Sebagai anak Bone saya tetap bangga sebagai anak Bone, tetapi saya kecewa dengan perilaku oknum-2 pejabat pemerintah kabupaten Bone sekarang yang lebih mementingkan pribadi dan kelompoknya daripada kepentingan rakyat secara keseluruhan.
Lenynye’ni sifa’na mangkau’e…..

saya ingin bertanya, apa ada yang tahu apa makna kata mangkau gelar raja Bone?

Balas

Andi Asri berkata

Juni 13, 2011 pada 4:09 pm

Assalamualaikum Wr. Wb.
saya anak dari Andi Nurdin Palukai putra pertama dari Andi Palukai dan Petta Tarenre keturunan dari Andi Kamba beristrikan Datu Soppeng mohon kejelasannya biografi ini karena saya dilahirkan di papua dan saya tidak tau selanjutnya tntang silsilah keluarga saya mohon bantuanta puang…

Balas

Tinggalkan Balasan

Top of Form

Enter your comment here…

 

 

Email (required) Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Nama (required)

Situs web

Beritahu saya balasan komentar lewat surat elektronik.

Beritahu saya tulisan baru lewat surat elektronik.

Bottom of Form

 

Blog pada WordPress.com. | Theme: Andreas09 by Andreas Viklund.

 

RAJA BONE KE 33

RAJA BONE 33

 

La Pabbenteng Petta Lawa (1946–1951)

Silsilah

La Pabbenteng adalah anak dari Baso Pagilingi Abdul Hamid, Petta Ponggawa Bone yang gugur dalam pertempuran melawan Belanda di Bulu Awo perbatasan Siwa dengan Tanah Toraja dengan isterinya We Cenra Arung Cinnong. Sedangkan Baso Pagilingi Ponggawa Bone adalah anak dari La Pawawoi Karaeng Sigeri MatinroE ri Jakarta, Arumpone ke 31.

Masa Pemerintahan

La Pabbenteng Petta Lawa Arung Macege menjadi Mangkau’ di Bone yang diangkat oleh NICA (Nederland Indiche Civil Administration), suatu organisasi baru yang dibentuk oleh Belanda dan sekutunya yang bertujuan untuk berkuasa kembali di Indonesia. Padahal Bangsa Indonesia telah memperoklamirkan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945 oleh Sukarno-Hatta.

Setelah La Mappanyukki berhenti menjadi mangkau’ di Bone, maka tidak ada lagi putra mahkota yang dapat menggantikannya kecuali La Pabbenteng Petta Lawa Arung Macege. Oleh karena itu, NICA mengangkatnya menjadi Arumpone atas persetujuan anggota Ade’ Pitu-E Bone menggantikan La Mappanyukki Datu Malolo ri Suppa.

Sebelum diangkat menjadi Mangkau di Bone, La Pabbenteng memang selalu dekat dengan NICA dan selalu bersama-sama apabila NICA bepergian. Oleh karena itu dia diberi pangkat kemiliteran yaitu Kapten Tituler. Setelah diangkat menjadi Mangkau’ Bone, pangkatnya dinaikkan menjadi Kolonel Tituler.

Pada waktu La Mappanyukki akan diangkat menjadi Mangkau’ di Bone, salah seorang anggota Hadat Tujuh Bone yang menolaknya adalah La Pabbenteng Arung Macege. Karena menurutnya dia lebih berhak untuk menduduki akkarungengE ri Bone sebab dialah yang paling dekat dengan La Pawawoi Karaeng Sigeri MatinroE ri Jakarta. Akan tetapi sebelum Perang Dunia II La Pabbenteng memperbuat kesalahan di Bone yaitu membunuh sepupunya yang bernama Daeng Patobo. Oleh karena itu, Gubernur Belanda bersama Hadat Tujuh Bone memutuskan untuk mengasingkan La Pabbenteng. Setelah datang Jepang, barulah La Pabbenteng kembali dari pengasingannya.

Ketika ia diasingkan, kedudukannya sebagai Arung Macege digantikan oleh La Pangerang Daeng Rani anak La Mappanyukki Datu Malolo ri Suppa Arumpone ke 32. Kedudukan itu berakhir setelah diasingkan oleh NICA ke Tanah Toraja bersama ayahnya La Mappanyukki karena pernyataannya yang tetap berdiri dibelakang Republik Indonesia yang diproklamirkan oleh Sukarno Hatta pada tanggal 17 Agustus 1945.

Pada saat La Pabbenteng menjadi Arumpone ia melengkapi perangkat pemerintahannya dengan mengangkat To Marilaleng La Maddussila Daeng Paraga menjadi MakkedangE Tanah. Selanjutnya La Sulo Lipu Sulewatang Lamuru diangkat menjadi To Marilaleng menggantikan La Maddussila Daeng Paraga.

La Pabbenteng kawin di Sidenreng dengan We Dala Uleng Petta Baranti, anak dari We Bunga dengan suaminya yang bernama La Pajung Tellu Latte Sidenreng. Cucu langsung Addatuang Sidenreng dari ibunya dan cucu langsung Arung Rappeng Addatuang Sawitto dari ayahnya.

Arumpone La Pabbenteng kemudian diperintahkan oleh NICA untuk mempersatukan arung-arung (raja-raja) di Celebes Selatan untuk membentuk organisasi yang bernama Hadat Tinggi. Organisasi ini diketuai sendiri oleh Arumpone La Pabbenteng dan wakilnya adalah La Ijo Daeng Mattawang Karaeng Lalolang. Hadat Tinggi itulah yang ditempati oleh Gubernur NICA untuk melaksanakan pemerintahannya di Celebes Selatan.

Pada masa pemerintahan La Pabbenteng di Bone, NICA mengadakan Komperensi Malino yang diprakarsai oleh Lt.G.Dj.Dr.H.J.van Mook, sekaligus sebagai pimpinan. Komperensi itu dihadiri oleh wakil-wakil dari Celebes, Sunda Kecil dan Maluku yang bertujuan membentuk suatu negara dalam negara Republik Indonesia yaitu Negara Indonesia Timur (NIT).

Pada tanggal 12 November 1948, Gubernur NICA di Ujungpandang menyerahkan kepada Arumpone La Pabbenteng untuk menjadi Ketua Hadat Tinggi dan memasukkan sebagai satu bahagian dari Negara Indonesia Timur. Namun bentukan NICA itu tidak berumur panjang, sebab pada tanggal 27 Desember 1949 Belanda menyerahkan kedaulatan Republik Indonesia kepada Bangsa Indonesia. Selanjutnya terbentuklah Republik Indonesia Serikat dan bubar pulalah Hadat Tinggi bentukan NICA.

Dalam tahun 1950 La Pabbenteng mengundurkan diri sebagai Arumpone, dia berangkat ke Jawa bersama isterinya. Begitu pula anggota Hadat Bone, semua meninggalkan kedudukannya sebagai anggota Hadat Bone.

 

RAJA BONE KE 32

RAJA BONE 32

 

La Mappanyukki Datu Lolo ri Suppa (1931–1946)

 

La Mappanyukki Datu Lolo ri Suppa yang juga dikernal dengan nama Datu Silaja. Pada masa Perang Gowa tahun 1906 M, ketika I Makkulawu Karaeng Lembang Parang KaraengE ri Gowa berperang dengan Kompeni Belanda. Setahun setelah tertangkapnya La Pawawoi dan diasingkan ke Bandung, Kompeni Belanda mengalihkan perangnya dari Bone ke Gowa. Padahal antara La Pawawoi Karaeng Sigeri dengan SombaE ri Gowa adalah bersepupu satu kali. Ketika itu La Mappanyukki menjadi Datu Lolo ri Suppa, dia bersaudara dengan La Panguriseng Datu Alitta. Karena ayahnya adalah Karaeng ri Gowa, sehingga Suppa dengan Alitta melibatkan diri pada Perang Gowa untuk membantu ayahnya.

Adapun sebabnya Gowa diperangi oleh Kompeni Belanda, karena Belanda menyangka kalau Dulung Awang Tangka Arung Labuaja salah seorang Panglima Perang Bone pada masa pemerintahan La Pawawoi Karaeng Sigeri bersembunyi di Gowa. Selain itu Belanda berkeyakinan apabila kedua Bocco (Bone dan Gowa) telah ditaklukkan, maka daerah-daerah lain di Celebes Selatan akan mudah ditaklukkan. Makanya ketika pusat pemerintahan Gowa berhasil diduduki, SombaE ri Gowa mengungsi ke Ajattappareng bersama pengikutnya. Dia menetap di Suppa dan Alitta karena tempat itu merupakan akkarungeng kedua anaknya yaitu La Panguriseng di Alitta dan La Mappanyukki di Suppa.

Perang Gowa berakhir dengan gugurnya KaraengE ri Gowa dan putranya yang bernama La Panguriseng Datu Alitta. Oleh karena itu KaraengE ri Gowa dinamakan Tu Mammenanga ri Bundu’na. Sementara La Mappanyukki ditawan oleh tentara Belanda dan diasingkan ke Selayar. Itulah sebabnya La Mappanyukki dinamakan pula sebagai Datu Silaja.

La Mappanyukki diangkat menjadi Mangkau’ di Bone menggantikan pamannya yaitu sepupu satu kali ayahnya, karena jelas bahwa dia adalah cucu dari MappajungE. Dia sengngempali dari turunan La Tenri Tappu MatinroE ri Rompegading. Dengan demikian Hadat Tujuh Bone dianggap tidak salah pilih dalam menentukan pengganti La Pawawoi Karaeng Sigeri sebagai Mangkau’ di Bone.

Ibu dari La Mappanyukki bernama We Cella atau We Bunga Singkeru’ atau We Tenri Paddanreng Arung Alitta anak La Parenrengi MatinroE ri Ajang Benteng dengan isterinya We Tenriawaru Pancai’tana Besse Kajuara. Sedangkan ayahnya bernama I Makkulawu Karaeng Lembang Parang Somba di Gowa Tu Mammenanga ri Bundu’na, anak dari We Pada Arung Berru, anak We Baego Arung Macege dengan suaminya Sumange’ Rukka To Patarai Arung Berru. We Baego adalah anak dari La Mappasessu To Appatunru Arumpone MatinroE ri Laleng Bata.

Pada hari Kemis tanggal 12 April 1931 M. Dan 13 Syawal 1349 H. La Mappanukki dilantik menjadi Mangkau’ di Bone dan dalam khutbah Jumat namanya disebut sebagai Sultan Ibrahim. Pada waktu itu Pembesar Kompeni Belanda di Celebes Selatan bernama Tuan L.J.J. Karon serta Raja Belanda di Nederland pada waktu itu bernama A.C.A de Graff.

Setelah dilantik menjadi Mangkau’ di Bone La Mappanyukki meminta kepada Pembesar Kompeni Belanda untuk diberikan kembali rumah (salassa) milik La Pawawoi Karaeng Sigeri yang diambil oleh Belanda pada saat diasingkannya La Pawawoi ke Bandung. Permintaan tersebut dipenuhi oleh Pembesar Kompeni Belanda. Rumah itulah yang ditempati Arumpone La Mappanyukki bersama seluruh anggota Hadat Tujuh Bone sebagai tempat untuk melaksanakan pemerintahannya.

Pada masa pemerintahan La Mappanyukki, La Pabbenteng Arung Macege anak dari Baso Pagilingi Abdul Hamid dengan isterinya We Cenra Arung Cinnong, membunuh sepupu satu kalinya yang bernama Daeng Patobo saudara dari La Sambaloge Daeng Manabba Sulewatang Palakka. Oleh karena itu dia dikeluarkan dan diberhentikan sebagai Arung Macege. Kemudian Arumpone La Mappanyukki memanggil anaknya yang bernama La Pangerang yang pada waktu itu menjadi Bestuur Assistent atau Lanshap di Gowa untuk menggantikan La Pabbenteng sebagai Arung Macege.

Anaknya yang bernama La Pangerang itulah yang sering menggantikan ayahnya kalau bepergian jauh atau pada saat ayahnya tidak berkesempatan.

Pada masa pemerintahan La Mappanyukki di Bone, Perang Dunia II pecah dan melibatkan seluruh negara-negara besar di Eropa. Negeri Belanda diserbu oleh Jerman, Ratu Belanda Wilhelmina melarikan diri bersama seluruh keluarganya ke Inggeris untuk minta perlindungan.

La Mappanyukki yang dikenal patuh dalam melaksanakan syariat Islam, sehingga pada tahun 1941 M. ia mendirikan Mesjid Raya Watampone. La Mappanyukki mengundang Pembesar Kompeni Belanda yang bernama Tuan Resident Boslaar untuk meresmikan pemakaian mesjid tersebut.

Pada tanggal 8 Desember 1941 M. dampak Perang Dunia II juga terjadi di Celebes Selatan dengan datangnya Bangsa Jepang bersekutu dengan Jerman dan Italia untuk melawan Belanda dan Amerika. Pada tahun 1942 M. Belanda bertekuk lutut kepada Jepang dan Gubernur Jenderal Belanda di Jakarta menyerah.

Pada masa pemerintahan Jepang, nama Mangkau diganti dengan Bahasa Jepang menjadi Sutyoo dan Hadat menjadi Sutyoo Dairi. Sedangkan Arung Lili disebut Guntyoo dan Kepala Kampung disebut Sontyoo. Kedudukan Controleur Petoro Belanda diganti dengan Bunken Kanrikan, sedangkan kedudukan Assistent Resident diganti dengan Ken Kanrikan.

Jepang memerintah selama tiga setengah tahun yang membuat penderitaan dan kesengsaran bagi penduduk negeri. Hampir seluruh penduduk mengalami kekurangan makanan dan pakaian. Terjadilah kelaparan dimana-mana, perampokan juga tidak bisa ditanggulangi.

Karena Jepang merasa semakin terdesak dan tidak mampu lagi untuk memperkuat perlengkapan perangnya, Jepang membujuk penduduk pribumi untuk ikut memperkuat tentaranya dengan membentuk Heiho yang dikenal di Jawa sebagai Pembela Tanah Air (PETA).

Dalam tahun 1944 M. Jepang menjanjikan kemerdekan kepada Bangsa Indonesia. Datanglah Ir. Soekarno dari Jawa ke Celebes Selatan ( Ujungpandang) untuk menjelaskan kepada penduduk tentang maksud dan tujuan kemerdekaan itu. Setelah Ir. Soekarno kembali ke Jawa, Jepang juga mulai menarik diri dari kegiatan pemerintahan. Diangkatlah La Pangerang Arung Macege untuk menempati kedudukan Jepang yang disebut Ken Kanrikan.

Pada awal Kemerdekan Indonesia banyak orang yang ragu dan sulit untuk menentukan pendirian, dengan alasan sangat berbahaya dari tekanan Tentara Australia yangt bernama NICA ( Nederloand Indiche Cipil Administration). Namun bagi Arumpone La Mappanyukki dengan tegas menyatakan tetap berdiri dibelakang Republik Indonesia yang di peroklamirkan oleh Soekarno dan Hatta pada tanggal 17 Agustus 1945 M.

Adapun anaknya yang bernama La Pangerang yang pernah menjadi Arung Macege, pada masa pemerintahan Jepang diangkat sebagai Ken Kanrikan sama dengan Petoro Besar atau Assistent Residen di zaman Belanda. Pada awal kemerdekaan Republik Indonesia, ditunjuk bersama DR Ratulangi pergi ke Jakarta sebagai utusan Indonesia bahagian timur dalam mempersiapkan Kemerdekaan Indonesia. Tetapi setelah kembali dari Jawa, ia ditangkap oleh tentara NICA dan diasingkan ke Tanah Toraja bersama ayahnya La Mappanyukki.

Setelah proklamasi kemerdekan 17 Agustus 1945 dikumandangkan oleh Soekarno dan Hatta,La Pangerang dikembalikan ke Bone untuk menjadi Bupati Kepala Daerah Kabupaten Bone lama yang meliputi TellumpoccoE, kemudian diangkat menjadi Residen bersama Karaeng Pangkajenne yang bernama Burhanuddin, ketika Lanto Daeng Pasewang menjadi Gubernur Sulawesi. Setelah masa jabatan Lanto Daeng Pasewang berakhir, maka Pangerang yang nama lengkapnya Pangerang Daeng Rani menggantikannya menjadi Gubernur Sulawesi.

La Pangerang Daeng Rani kawin dengan sepupu satu kalinya yang bernama Petta Lebba, anak La Panguriseng saudara La Mappanyukki dengan isterinya I Puji. Dari perkawinannya itu, lahirlah ; pertama bernama Abdullah Petta Nyonri, kedua bernama We Cina atau Mariayama, ketiga bernama We Ralle, keempat bernama We Tongeng. Kelima bernama I Kennang. Kemudian La Pangerang Daeng Rani kawin lagi dengan I Suruga Daeng Karaeng, anak Karaeng Parigi

Sedangkan anak La Mappanyukki yang bernama Abdullah Bau Massepe, inilah yang menjadi Datu Suppa. Akan tetapi dimasa perang kemerdekan, dia dibunuh oleh serdadu Belanda yang bernama Westerling dalam peristiwa Korban 40.000 jiwa di Sulawesi Selatan. Abdullah Bau Massepe kawin dengan We Soji Petta Kanjenne.

Anak La Mappanyukki dengan isterinya yang bernama Besse Bulo adalah I Rakiyah Bau Baco Karaeng Balla Tinggi. Inilah yang menjadi Addatuang Sawitto. Kawin dengan La Makkulawu anak dari We Mappasessu Datu WaliE, dengan suaminya yang bernama La Mappabeta. Selanjutnya anak La Mappanyukki dari isterinya yang bernama We Mannenne Karaeng Balangsari, adalah ; We Tenri Paddanreng. Inilah yang kawin di Luwu dengan La Jemma atau La Patiware Pajung ri Luwu.

Ketika La Pangerang Daeng Rani menjadi Gubernur Sulawesi, pemerintah pusat membagi Sulawesi menjadi dua Provinsi, yaitu Provinsi Sulawesi Selatan dan Provinsi Sulawesi Utara. Kemudian kewedanan juga dirubah menjadi kabupaten. Oleh karena itu Kabupaten Bone lama dipecah menjadi tiga kabupaten, yaitu ;

  1. Kabupaten Bone dengan ibu kotanya Watampone.
  2. Kabupaten Wajo dengan ibu kotanya Sengkang.
  3. Kabupaten Soppeng dengan ibu kotanya Watassoppeng.

Hal yang demikian, merupakan realisasi dari UU No.4 Tahun 1957 sebagai pembubaran Daerah Bone lama meliputi Daerah Bone baru, ialah Zelfbestuur atau Swapraja Bone, ialah Kabupaten Bone baru dengan ibu kotanya Watampone.

Pada waktu itu, La Mappanyukki dikembalikan ke Bone untuk menjadi Bupati Kepala Daerah Kabupaten Bone. Setelah sampai masa jabatan dan pensiun, maka kembalilah La Mappanyukki ke Jongaya. Pada tanggal 18 Februari 1967 M. ia meninggal dunia dan dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Panaikang.

 

RAJA BONE KE 31

RAJA BONE 31

 

La Pawawoi Karaeng Sigeri (1895–1905)

 

La Pawawoi Karaeng Sigeri menggantikan saudaranya MatinroE ri Bolampare’na menjadi Mangkau’ di Bone. Waktu itu La Pawawoi Karaeng Sigeri sebenarnya sudah tua, tetapi karena memiliki hubungan baik dengan Kompeni Belanda, sehingga dirinya yang ditunjuk untuk menjadi Mangkau’ di Bone. Seperti pada tahun 1859 M. La Pawawoi Karaeng Sigeri membantu Kompeni Belanda memerangi Turate dan ketika kembali dari Turate, pada tahun 1865 M, maka diangkatlah sebagai Dulung Ajangale. Karena itulah yang dijanjikan oleh Pembesar Kompeni Belanda kepadanya ketika membantu memerangi Turate.

Keberanian dan kecerdasan La Pawawoi Karaeng Sigeri dalam berperang menjadi buah tutur sehingga namanya menjadi populer. Ketika saudaranya We Banri Gau MatinroE ri Bolampare’na menjadi Mangkau’ di Bone, La Pawawoi Karaeng Sigeri diangkat menjadi Tomarilaleng di Bone.

Setelah selesai memerangi Turate, karena La Pawawoi dianggap berjasa dalam membantu Kompeni Belanda, maka dimintalah untuk menjadi Karaeng di Sigeri. Ketika Karaeng Bontobonto melakukan perlawanan terhadap Kompeni Belanda, La Pawawoi Karaeng Sigeri dipanggil kembali oleh Kompeni Belanda untuk membantu meredakan perlawanan Karaeng Bontobonto tersebut. Perlawanan Karaeng Bontobonto yang dimulai pada tahun 1868 M. dan nanti pada tahun 1877 M. baru dapat dipadamkan.

Karena Pembesar Kompeni Belanda merasa berutang budi atas bantuan yang diberikan oleh La Pawawoi Karaeng Sigeri, maka diberikanlah penghargan berupa Bintang Emas besar dengan kalung yang dinamakan ; De Grote Gouden ster voor traun en verdienste.

Kesepakatan Hadat Tujuh Bone dengan Kompeni Belanda dan Arumpone untuk mengusir Karaeng Popo dari Bone. Setelah Karaeng Popo kembali ke Gowa, anaknya yang bernama We Sutera Arung Apala meninggal dunia pada tahun 1903 M.

Pada tanggal 16 Februari 1895 M. terjadi lagi kesepakatan antara Kompeni Belanda dengan Bone untuk memperbaharui Perjanjian Bungaya. Dengan demikian, Kompeni Belanda bertambah yakin bahwa persahabatannya dengan Bone sudah sangat kuat. Akan tetapi setahun setelah terjadinya kontrak persahabatan itu, Belanda melihat adanya tanda-tanda bahwa perjanjian yang pernah disepakati bakal diingkari oleh Arumpone.

Pada tanggal 16 Februari 1896 M. perjanjian itupun dilanggar dan mulailah berlaku keras terhadap sesamanya Arung dan juga kepada orang banyak. Tindakan itu, seperti diperanginya Sengkang dan Arung Peneki, La Oddang Datu Larompong, dengan alasan bahwa Arung Peneki dan Datu Larompong menghalangi dagangan garamnya untuk masuk ke Pallime. Bagi Arung Sengkang, mencampuri perselisihan antara Luwu dengan Enrekang.

Untuk itu Pembesar Kompeni Belanda di Ujungpandang yang bernama Tuan Krussen memperingatkan, tetapi La Pawawoi Karaeng Sigeri tidak mengindahkannya. Pada tahun 1904 M. Gubernur Kompeni Belanda meminta sessung (bea) pada Pelabuhan Ujungpandang dan dihalangi oleh Arumpone. Disamping itu Kompeni Belanda juga meminta untuk mendirikan loji di BajoE dan Pallime, kemudian membayar kepada Arumpone sesuai dengan permintaannya. Semua itu ditolak oleh Arumpone La Pawawoi Karaeng Sigeri. Bahkan Arumpone memungut sessung bagi orang Bone yang ada diluar Bone.

Karena permintaan Kompeni Belanda merasa tidak diindahkan oleh Arumpone, maka pada tahun 1905 M. Bone diserang. Penyerangan dipimpin oleh Kolonel van Loenen dengan persenjataan yang lengkap. Arumpone La Pawawoi Karaeng Sigeri bersama putranya Baso Pagilingi mundur ke arah Palakka dan selanjutnya ke Pasempe. Sementara tentara Belanda memburu terus, hingga akhirnya Arumpone dengan laskar serta sejumlah keluarganya mengungsi ke Lamuru, Citta dan terus ke Pitumpanuwa Wajo.

Adapun Panglima Perang Arumpone , ialah putra sendirinya yang bernama Abdul Hamid Baso Pagilingi dibantu oleh Ali Arung Cenrana, La Massikireng Arung Macege, La Mappasere Dulung Ajangale, La Nompo Arung Bengo, Sulewatang Sailong, La Page Arung Labuaja. Arumpone La Pawawoi Karaeng Sigeri bersama Baso Pagilingi yang lebih dikenal dengan sebutan Petta PonggawaE serta sejumlah laskar pemberaninya terakhir berkedudukan di Awo perbatasan Siwa dengan Tanah Toraja.

Bone diserang oleh tentara Belanda mulai tanggal 30 Juli 1905 M. dan Arumpone mengungsi ke Pasempe. Tanggal 2 Agustus 1905 M. tentara Belanda menyerbu ke Pasempe, akan tetapi Arumpone dengan laskar dan keluarganya sudah meninggalkan Pasempe dan mengungsi ke Lamuru dan selanjutnya ke Citta.

Dalam bulan September 1905 M. Arumpone dengan rombongannya tiba di Pitumpanuwa Wajo. Tentara Belanda tetap mengikuti jejaknya dan nanti pada tanggal 18 November 1905 M. barulah bertemu laskar pemberani Arumpone dengan tentara Belanda dibawah komando Kolonel van Loenen. Pada saat itu, Baso Pagilingi Petta PonggawaE gugur terkena peluru Belanda, maka Arumpone La Pawawoi Karaeng Sigeri memilih untuk menyerah. Pertimbangannya adalah kondisi laskar yang semakin menurun dan gugurnya Panglima Perang Bone yang gagah perkasa.

Arumpone ditangkap dan dibawa ke Parepare, selanjutnya naik kapal ke Ujungpandang. Selanjutnya dari Ujungpandang dibawa ke Bandung. Sepeninggal La Pawawoi Karaeng Sigeri, pemerintahan di Bone hanya dilaksanakan oleh Hadat Bone.

Pada tanggal 2 Desember 1905 M. Gubernur Jenderal Belanda di Jakarta menentukan bahwa TellumpoccoE (Bone – Soppeng – Wajo) di Celebes Selatan disatukan dalam satu pemerintahan yang dinamakan Afdeling Bone yang pusat pemerintahannya berada di Pompanuwa. Di Pompanuwa inilah berkedudukan Pembesar Afdeling yang disebut Asistent Resident.

Afdeling Bone dibagi menjadi lima bahagian, yaitu tiap-tiap bahagian disebut Onder Afdeling dan dipegang oleh seorang yang disebut Tuan Petoro. Petoro itu dibagi lagi menjadi ; Petoro Besar ialah Asistent Resident, Petoro Menengah ialah Controleur dan Petoro Kecil ialah Aspirant Controleur. Ketiga tingkatan itu semua dipegang oleh orang Belanda, sedangkan tingkat dibawahnya bisa dipegang oleh orang pribumi kalau memiliki pendidikan yang memadai.

Tingkat yang bisa dipegang oleh orang pribumi seperti Landshap atau Bestuur Assistent. Dibawanya disebut Kulp Bestuur Assistent yang biasa dipendekkan menjadi K.B.A.

Adapun bahagian-bahagian Afdeling Bone, adalah ;

  1. Onder Afdeling Bone Utara, ibu kotanya di Pompanuwa.
  2. Onder Afdeling Bone Tengah, ibu kotanya di Watampone, diperintah oleh Petoro Tengah yang disebut Controleur.
  3. Onder Afdeling Bone Selatan, ibu kotanya di Mare diperintah oleh Aspirant Controleur.
  4. Onder Afdeling Wajo, ibu kotanya Sengkang (sebelum Belanda di Tosora) diperintah oleh Controleur.
  5. Onder Afdeling Soppeng, ibu kotanya Watassoppeng diperintah oleh Controleur.

Kembali kepada kedatangan Arumpone La Pawawoi Karaeng Sigeri di Pitumpanuwa, karena pada saat itu memang termasuk dibawah kekuasaan Bone. Disebut Pitumpanuwa karena ada tujuh wanuwa yang berada dibawah pengaruh Bone. Ketujuh wanuwa tersebut, adalah ; pertama Kera, kedua Bulete, ketiga Leworeng, keempat Lauwa, kelima Awo, keenam Tanete, ketujuh Paselloreng.

Setelah Bone kalah yang dalam catatan sejarah disebut Rumpa’na Bone, barulah diambil oleh Belanda dan diserahkan kepada Wajo. Akan tetapi hanyalah berbentuk Lili Passeajingeng artinya segala perintah tetap dikeluarkan oleh Kompeni Belanda. Begitu pula di Bone, sejak ditawannya La Pawawoi Karaeng Sigeri segala perintah hanya dilakukan oleh Hadat Bone dibawah kendali Kompeni Belanda.

Di Wajo tetap Arung Matowa Wajo yang menjadi penyambung lidah Kompeni Belanda, sedang di Soppeng dilakukan oleh Datu Soppeng dan Bone dilakukan oleh TomarilalengE.

Yang pertama – tama dilakukan oleh Kompeni Belanda setelah Arumpone diasingkan ke Bandung, adalah mengumpulkan semua sisa-sisa persenjataan dari laskar Arumpone yang masih tersimpan. Dipungutlah sebbu kati (persembahan) dari masyarakat sebesar tiga ringgit untuk satu orang. Pungutan itu adalah pengganti kerugian Belanda selama berperang melawan Arumpone.

Setelah pungutan yang diberlakukan di wilayah TellumpoccoE selesai, mulai Belanda membuat jalan raya. Seluruh laki-laki yang mulai dewasa sampai kepada laki-laki yang berumur 60 tahun diwajibkan bekerja untuk membuat jalan raya tersebut. Bagi yang tidak mampu untuk bekerja dapat membayar sebesar tiga ringgit.

Ketika Belanda merasa tenang dan tidak ada lagi persoalan yang berat dihadapi, maka ibu kota Afdeling Bone dipindahkan dari Pompanuwa ke Watampone. Assistent Resident Bone berkedudukan di Watampone.

Adapun La Pawawoi Karaeng Sigeri yang pada mulanya diasingkan di Bandung, akhirnya dipindahkan ke Jakarta. Pada tanggal 11 November 1911 M. La Pawawoi Karaeng Sigeri meninggal dunia di Jakarta, maka dinamakanlah MatinroE ri Jakarta. Dalam tahun 1976 M. dianugrahi gelar sebagai Pahlawan Nasional, dan kerangka jenazahnya dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Setelah La Pawawoi Karaeng Sigeri meninggal dunia, tidak jelas siapa sebenarnya anak pattola (putra mahkota) yang bakal menggantikannya sebagai Mangkau’ di Bone. Baso Pagilingi yang dipersiapkan untuk menjadi putra mahkota, ternyata gugur dalam pertempuran melawan Belanda di Awo. Pada saaat gugurnya Baso Pagilingi Petta PonggawaE, La Pawawoi Karaeng Sigeri langsung menaikkan bendera putih sebagai tanda menyerah.

Rupanya La Pawawoi Karaeng Sigeri melihat bahwa putranya yang bernama Baso Pagilingi itu adalah benteng pertahanan dalam perlawanannya terhadap Belanda. Sehingga setelah melihat putranya gugur, spontan ia berucap ; Rumpa’ni Bone, artinya benteng pertahanan Bone telah bobol.

Baso Pagilingi itulah yang dilahirkan dari perkawinannya dengan isterinya yang bernama We Karibo cucu dari Arung Mangempa di Berru. Karena hanya itulah isterinya yang dianggap sebagai Arung Makkunrai (permaisuri) di Bone. Ketika La Pawawoi Karaeng Sigeri menjadi Mangkau’ di Bone, diangkat pulalah putranya Baso Pagilingi Abdul Hamid sebagai Ponggawa (Panglima Perang).

Baso Pagilingi Abdul Hamid kawin dengan We Cenra Arung Cinnong anak dari La Mausereng Arung Matuju dengan isterinya We Biba Arung Lanca. Dari perkawinannya itu, lahirlah La Pabbenteng Arung Macege.

Selanjutnya La Pawawoi Karaeng Sigeri kawin lagi dengan Daeng Tamene, yang juga cucu dari Arung Mangempa di Berru. Dari perkawinannya itu lahirlah seorang anak perempuan yang bernama We Tungke Besse Bandong, karena inilah isteri yang mengikutinya sewaktu diasingkan ke Bandung. Kemudian We Tungke Besse Bandong kawin dengan La Maddussila Daeng Paraga anak dari Pangulu JowaE ri Bone saudara MatinroE ri Jakarta dengan isterinya yang bernama We Saripa.

Ketika La Pabbenteng diangkat menjadi Arumpone, suami Besse Bandong yang bernama Daeng Paraga diangkat pula menjadi MakkedangE Tana. Karena MakkedangE Tana meninggal dunia, maka Besse Bandong kawin lagi dengan sepupu dua kalinya yang bernama La Ijo Daeng Mattawang Karaeng Lalolang SombaE ri Gowa, anak dari I Mangimangi Daeng Matutu Karaeng Bontonompo dengan isterinya Karaeng Tanatana.

Adapun anak La Pawawoi Karaeng Sigeri dengan isterinya yang bernama We Patimah dari Jawa Sunda, ialah La Mappagau. Inilah yang melahirkan La Makkulawu Sulewatang Pallime. Anak selanjutnya bernama Arung Jaling, inilah yang kawin dengan Ali Arung Cenrana anak dari La Tepu Arung Kung dengan isterinya We Butta Arung Kalibbong. Dari perkawinannya itu lahirlah ; pertama bernama We Manuare , kedua bernama Arase, ketiga bernama La Sitambolo.

Ketika La Pawawoi Karaeng Sigeri diasingkan ke Bandung, pemerintahan di Bone hanya dilaksanakan oleh Hadat Tujuh Bone. Hadat Tujuh Bonelah yang melakukan pembaharuan Perjanjian Bungaya dengan Kompeni Belanda. Dengan demikian selama 26 tahun tidak ada Mangkau’ di Bone. Setelah Kompeni Belanda merasa tenang, baru mengangkat salah seorang putra mahkota untuk menjadi Mangkau di Bone.

La Pawawoi Karaeng Sigeri (1895–1905)

 

 

RAJA BONE KE 30

RAJA BONE 30

Fatimah Banri [We Banri Gau] (1871–1895)

 

We Fatimah Banri atau We Banri Gau Arung Timurung menggantikan ayahnya Singkeru’ Rukka Arung Palakka menjadi Mangkau’ di Bone. Dalam khutbah Jumat namanya disebut sebagai Sultanah Fatimah dan digelarlah We Fatimah Banri Datu Citta.

Dalam tahun 1879 M. kawin dengan sepupu satu kalinya yang bernama La Magguliga Andi Bangkung Karaeng Popo, anak dari We Pada Daeng Malele Arung Berru dengan suaminya I Malingkaang KaraengE ri Gowa. Dari perkawinannya itu lahirlah We Sutera Arung Apala.

Setelah Arumpone kawin dengan Karaeng Popo, Fatimah Banri memberikan kepada suaminya Akkarungeng di Palakka. Setelah Arumpone We Banri Gau meninggal dunia pada tahun 1895 M. berupayalah Karaeng Popo untuk menggantikan isterinya sebagai Arumpone.Untuk itu ia mendekati Hadat Tujuh Bone agar dirinya dapat diangkat menjadi Mangkau’ di Bone menggantikan isterinya Fatimah Banri atau We Banri Gau MatinroE ri Bolampare’na.

Akan tetapi maksudnya itu dihalangi oleh iparnya yang bernama La Pawawoi Karaeng Sigeri yang pada waktu itu menjadi Tomarilaleng ri Bone. Alasannya adalah bahwa Karaeng Popo ketika isterinya masih hidup telah banyak melakukan tindakan yang tidak disenangi oleh orang Bone. Karaeng Popo bersama Jowana (pengawalnya) sering melakukan tindakan keras yang membuat rakyat kecil menderita.

Dengan demikian Hadat Tujuh Bone dengan orang banyak sepakat untuk mengangkat anak Fatinah Banri yang bernama We Besse Sutera Bau Bone Arung Apala menjadi Mangkau’ di Bone. Pada waktu itu Besse Sutera Bau Bone baru berusia 13 tahun.

Akan tetapi kesepakatan Hadat Tujuh Bone dengan segenap orang Bone belum disetujui oleh Pembesar Kompeni Belanda di Ujungpandang yang bernama Tuan Braan Manrits. Alasannya ada kekhawatiran Bone dengan Gowa akan bersatu melawan Kompeni Belanda. Untuk itu, Pembesar Kompeni Belanda sendiri yang langsung masuk ke Bone. Adapun kesepakatan Pembesar Kompeni Belanda Tuan Braan Manrits dengan Hadat Tujuh Bone yang akan diangkat menjadi Mangkau’ ri Bone adalah saudara MatinroE ri Bolampare’na sendiri yang bernama La Pawawoi Karaeng Sigeri.

 

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.